Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.565.000
Beli Rp2.437.000
IHSG 6.039,521
LQ45 598,887
Srikehati 293,773
JII 363,965
USD/IDR 18.094

OJK Redakan Isu Panas Ekonomi Indonesia, 'Sell Indonesia' Jadi Sorotan Investor

M Nurhadi

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:45 WIB
OJK Redakan Isu Panas Ekonomi Indonesia, 'Sell Indonesia' Jadi Sorotan Investor
IHSG melemah 254,36 poin atau 4,11 persen ke posisi 5.941,07 pada Rabu (3/6/2026). [Antara]
baca 10 detik
  • Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewo menepis sentimen negatif 'sell Indonesia' karena fundamental ekonomi nasional masih kokoh.
  • Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, memperingatkan bahwa sentimen negatif dapat memicu kepanikan dan penarikan modal besar-besaran.
  • OJK mengimbau investor tetap rasional, sementara CORE mendesak pemerintah melakukan komunikasi kebijakan yang lebih efektif dan transparan.

Suara.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewo, memberikan respons langsung mengenai meluasnya slogan negatif 'sell Indonesia' yang tengah menjadi sorotan media ekonomi internasional.

Tagline tersebut mencuat ke permukaan seiring dengan terjadinya tekanan koreksi yang cukup dalam pada nilai tukar rupiah serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara bersamaan.

Menurut Friderica, kampanye negatif tersebut sama sekali tidak memiliki pijakan argumen yang valid lantaran indikator fundamental perekonomian nasional saat ini masih berada dalam kondisi yang kokoh.

"Kita sendiri yang tinggal di Indonesia ya, kita lihat juga bagaimana Indonesia ini secara fundamental kan sebetulnya kita lihat baik ya, juga hal-hal lain," jelas Friderica di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Friderica mengimbau agar para pelaku pasar modal dan masyarakat luas tidak mudah terhasut oleh provokasi tersebut. Aksi panik massal dinilai hanya akan merugikan portofolio keuangan investor domestik sendiri, sekaligus menguntungkan pihak-punya modal spekulatif yang tidak bertanggung jawab.

"Jadi kalau menurut saya, kalau ada ajakan-ajakan seperti itu, jangan telan mentah-mentah, karena kita tidak tahu ya, kadang-kadang orang udah banyak loh, misalnya sel (sell), ternyata dia di belakang melakukan hal yang sebaliknya dan seterusnya, atau orang rekomendasi sesuatu, ternyata sebaliknya gitu," paparnya.

Ia meminta para investor mengedepankan rasionalitas dan melihat situasi pasar dengan kepala dingin sebagai wujud andil bersama dalam menjaga stabilitas stabilitas iklim investasi dalam negeri.

"Jadi kita harus lebih rasional lah untuk segala ajakan-ajakan seperti itu ya. Kita sayang lah sama Indonesia, kita cintai negara kita gitu, dengan melihat segala sesuatu dengan lebih jernih gitu ya. Jadi satu bentuk kita mencintai negara kita, sama-sama kita menjagalah situasi saat ini," ujar dia.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, memaparkan analisisnya bahwa pasar ekuitas memiliki tingkat sensitivitas yang teramat tinggi terhadap pergeseran opini publik serta jaminan stabilitas regulasi.

baca juga

"Karakteristik dari pasar saham itu memang sering kali sentimen, faktor sentimen itu mempengaruhi jual beli. Sehingga kalau ada sentimen yang negatif terhadap Indonesia itu sering kali mempengaruhi kinerja saham," urai Faisal.

Faisal mengingatkan bahwa ketika sebuah sentimen buruk telanjur menguasai psikologi kolektif pasar, hal tersebut dapat memicu kepanikan berupa penarikan modal besar-besaran secara seketika (capital outflow).

Dampak lanjutannya akan langsung mengoreksi performa bursa domestik secara agregat, meskipun pada saat yang sama data makroekonomi riil yang dirilis pemerintah sebenarnya berada dalam kondisi yang relatif aman.

Guna memitigasi risiko sistemik yang lebih masif di sektor finansial, CORE Indonesia mendesak otoritas eksekutif untuk segera meluncurkan respons yang cepat, terukur, dan kredibel. Pemerintah diimbau tidak mengabaikan poin-poin yang menjadi keberatan para pemilik modal.

Lebih lanjut, Faisal menekankan bahwa menjaga kesehatan indikator ekonomi di atas kertas saja tidak akan cukup jika tidak dibarengi dengan strategi komunikasi kebijakan yang efektif dan transparan ke ruang publik.

Istilah 'sell Indonesia' sendiri merepresentasikan sikap para pengelola dana global yang memilih untuk melepas atau mengurangi porsi kepemilikan aset mereka di Indonesia—baik saham, obligasi, maupun rupiah—dan mengalokasikannya ke negara Asia lain yang dianggap lebih aman.

Salah satu figur yang menyuarakan sentimen ini adalah George Boubouras, kepala riset hedge fund K2 Asset Management.

“Saya tidak memiliki eksposur sama sekali terhadap Indonesia. Saya tidak akan memberi mereka kesempatan,” ucap Boubouras sebagaimana dikutip dari laporan The Straits Times dan Bloomberg dalam artikel berjudul “‘Sell Indonesia’ sweeps trading desks as Prabowo tightens grip” yang terbit pada 5 Juni 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Panggil PT Toyota Astra Financial Services, Apa Kasusnya?

OJK Panggil PT Toyota Astra Financial Services, Apa Kasusnya?

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:22 WIB

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:31 WIB

Tanggapi Isu 'Sell Indonesia', Bos OJK Beri Peringatan Keras ke Investor

Tanggapi Isu 'Sell Indonesia', Bos OJK Beri Peringatan Keras ke Investor

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:01 WIB

Benarkah Rumor Reshuffle Menkeu Purbaya Buat IHSG dan Rupiah Kompak Rebound?

Benarkah Rumor Reshuffle Menkeu Purbaya Buat IHSG dan Rupiah Kompak Rebound?

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:32 WIB

IHSG Terlalu Perkasa Hari Ini Naik 7%, Saham BBCA dan BBRI Jadi Buruan

IHSG Terlalu Perkasa Hari Ini Naik 7%, Saham BBCA dan BBRI Jadi Buruan

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:52 WIB

TAFS Diduga Gunakan Matel untuk Tagih Konsumen, OJK Siap Beri Sanksi

TAFS Diduga Gunakan Matel untuk Tagih Konsumen, OJK Siap Beri Sanksi

Otomotif | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:46 WIB

Terkini

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:59 WIB

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:44 WIB

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

×