- PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga BBM Pertamax menjadi Rp16.250 dan Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000 per liter.
- Kenaikan harga tersebut memaksa pedagang eceran di Jakarta Selatan menyesuaikan harga jual hingga mencapai Rp18.000 per liter.
- Pedagang eceran mengurangi stok dan modal operasional karena khawatir kenaikan harga akan menurunkan daya beli masyarakat setempat.
Suara.com - Keputusan PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga BBM Pertamax tidak hanya memukul daya beli masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap para pedagang eceran atau yang dikenal sebagai Pertamini.
Kini para pengecer juga mulai memperlakukan harga baru untuk Pertamax (RON 92).
Diketahui Pertamina naikkan Pertamax (92) menjadi menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300, dan Pertamax Green 95 dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Sebelum penyesuaian harga berlaku, para pedagang eceran biasanya menjajakan Pertamax di kisaran Rp14.500 hingga Rp15.000 per liter.
Alex (29), salah satu pengecer BBM di kawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan sudah mulai memberlakukan harga baru. Saat ini, ia menjual Pertamax seharga Rp18.000 per liter.
"Ini saya kan stok baru, jadi ngikutin harga yang sekarang," kata Alex saat ditemui Suara.com di lapaknya pada Rabu (10/9/2026).
![Pedagang BBM Eceran mulai jual harga Pertamax Rp 18.000 per liter. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/10/70847-pedagang-bbm-eceran-pertamini.jpg)
Dia mengaku sebelum terjadi kenaikan harga, ia menjual Pertamax seharga Rp14.500 per liter. Dengan harga baru yang melonjak saat ini, Alex mengaku khawatir apakah harga Rp 18.000 per liter masih tetap terjangkau.
"Nah hari ini saya mau ngetes dulu, apakah laku atau enggak. Saya juga nyetoknya enggak sebanyak sebelumnya. Takutnya enggak laku, apalagi ini bensin bisa menguap," katanya.
Keputusan Alex untuk tidak memasok BBM sebanyak biasanya juga didasari oleh pertimbangan modal. Pasalnya, seiring dengan melonjaknya harga beli, ia otomatis harus merogoh kocek lebih dalam untuk menambah modal operasionalnya.
Sementara itu, Haekal, pengecer BBM lainnya, mengaku masih mempertahankan harga jual Pertamax di angka Rp 15.000 per liter. Hal ini lantaran pasokan Pertamax miliknya merupakan stok lama yang dibeli sebelum terjadi kenaikan harga.
"Masih jual Rp 15.000, karena stok lama," katanya.
Haekal masih belum dapat memastikan berapa harga Pertamax yang akan dijualnya, jika stoknya telah habis. Dia mengaku masih menghitung harga yang tepat, dengan mempertimbangkan harga beli, dan jasa antar dan lain-lain.
"Nah saya belum tahu nih, nanti mau jual berapa? Saya lihat yang (pengecer) lain dulu, jualnya berapa," kata Haekal.
Adapun Muryati, pengecer lainnya, mengaku bahwa stok Pertamax miliknya telah habis. Dia menyebut masih memberlakukan harga lama.
"Masih jual Rp 15.000 tadi. Makanya langsung habis," katanya.
Namun selanjutnya Muryati mengaku akan menjual Rp 18.000 per liter.
"Kemungkinan Rp 18.000 ribu. Karena masih ada untungnya, meski seribu dua ribu," katanya.