Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:07 WIB
Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di Jakarta, Rabu (10/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni di seluruh wilayah Indonesia.
  • Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini menyebabkan beban pengeluaran transportasi para pekerja di Jakarta menjadi membengkak signifikan.
  • Para pekerja terpaksa memutar otak untuk menghemat biaya atau mempertimbangkan penggunaan transportasi umum demi menekan pengeluaran.

Suara.com - Melonjaknya harga Pertamax memaksa para pekerja di Jakarta memutar otak demi menekan biaya transportasi

Mereka kini berada di posisi dilematis, tetap menggunakan Pertamax dengan risiko pengeluaran yang membengkak, atau beralih ke Pertalite namun dengan konsekuensi mesin kendaraan mengalami gangguan.

Rafi (28), seorang karyawan swasta, setiap hari mengendarai sepeda motor dari rumahnya di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, menuju tempat kerjanya di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Dalam sepekan, ia menghabiskan setidaknya 4 liter hingga 5 liter Pertamax (RON 92), atau setara dengan pengeluaran sekitar Rp 45.000- Rp 60.000. 

Namun kini, pos pengeluaran untuk bahan bakar kendaraannya membengkak. Per 10 Juni kemarin, Pertamina resmi mengerek harga Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300. Sementara itu, Pertamax Green 95 melonjak dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.

Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di Jakarta, Rabu (10/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di Jakarta, Rabu (10/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ia pun memperhitungkan pengeluarannya untuk bensin akan meningkat menjadi Rp 80.000 per minggu. 

Rafi bukannya tidak ingin beralih ke transportasi umum demi menghemat pengeluaran. Namun, akses dari rumahnya menuju halte atau stasiun terdekat terhitung cukup jauh, sehingga mengendarai sepeda motor tetap menjadi pilihan yang paling praktis. Oleh karenanya ia mengaku harus memutar otak demi memangkas pengeluaran harian lainnya. 

"Mungkin mulai mengurangi perjalanan, membatasi dan mengevaluasi pengeluaran, karena Pertamax naik 4 ribu berdampak banget," kata Rafi kepada Suara.com pada Kamis (11/6/2026). 

Selain itu, beralih Pertalite juga menurutnya menjadi pilihan yang tepat. Sebab BBM bersubsidi tersebut sempat membuat mesin sepeda motornya bermasalah.

"Kalau pake Pertalite rada ngadat. Pake Pertamax,  hitung-hitung biar mesin lebih awet," katanya. 

Di tengah kenaikan agar BBM saat ini, Rafi berharap agar pemerintah mendengar masukan dari masyarakat, khususnya dari pakar ekonomi.

Sebab menurutnya perubahan harga yang terjadi bukan hanya berdampak terhadap  kelas menengah atas, tapi juga masyarakat bawah. 

"Pemerintah jangan budek-budek sama masyarakat. Jangan sok keras, bilang yang pake Pertamax kelas menengah-atas," tegasnya. 

Adi (31), karyawan swasta juga mengeluhkan keputusan Pertamina yang menaikkan harga Pertamax series. Sebagai pengguna BBM nonsubsdi tersebut ayah satu ini memastikan bahwa pengeluaran untuk bensin bakal membengkak. 

Setiap hari ia berangkat kerja dari rumahnya di Cilangkap, Jakarta Timur menuju kantornya di Palmerah, Jakarta Barat menggunakan sepeda motor.

Setiap dua hari sekali dia mengeluarkan uang sebesar 30 ribu untuk bahan bakar kendaraannya. Serupa dengan Rafi, Adi lebih memilih Pertamax demi menjaga performa mesin sepeda motornya. 

Meski saat ini harga Pertamax sudah melonjak signifikan, Adi belum berpikir beralih ke BBM bersubsidi Pertalite. 

"Bukan enggak pertimbangan , Lebih karena keadaan aja sih. Pernah pakai Pertalite malah ngebrebet, malah mahal di ongkos service. Jadi mau, enggak mau bertahan dulu di Pertamax, sambil coba cari alternatif," kata Adi kepada Suara.com. 

Sebagai alternatif, Adi saat ini mengaku mulai mempertimbangkan transportasi publik demi menekan pengeluaran. 

"Saat masih, liat dulu sih estimasi pengeluarannya beberapa minggu ke depan. Kalau misal membengkak,  paling alternatifnya naik Transjakarta dari Kampung  Rambutan ke Palmerah," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Armada, SDM Jadi Kekuatan Utama Distribusi Energi Nasional

Tak Hanya Armada, SDM Jadi Kekuatan Utama Distribusi Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 12:39 WIB

Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?

Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:29 WIB

Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter

Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:18 WIB

Terkini

Tak Hanya Armada, SDM Jadi Kekuatan Utama Distribusi Energi Nasional

Tak Hanya Armada, SDM Jadi Kekuatan Utama Distribusi Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 12:39 WIB

Investor Mulai Ambil Cuan, IHSG Ambruk Lagi 1,91% di Sesi I

Investor Mulai Ambil Cuan, IHSG Ambruk Lagi 1,91% di Sesi I

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 12:33 WIB

Saham BCA Lagi Murah-murahnya, Dasco: Sepanjang Melalui Mekanisme Pasar Beli Saja

Saham BCA Lagi Murah-murahnya, Dasco: Sepanjang Melalui Mekanisme Pasar Beli Saja

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:58 WIB

Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar

Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:31 WIB

Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?

Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:29 WIB

Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter

Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:18 WIB

Bea Cukai Sita 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Penerimaan Negara Rp8,66 Miliar

Bea Cukai Sita 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Penerimaan Negara Rp8,66 Miliar

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:06 WIB

Dasco: Rupiah Menguat Pekan Depan, Publik Segera Jual Dolar AS Kalau Tak Mau Rugi

Dasco: Rupiah Menguat Pekan Depan, Publik Segera Jual Dolar AS Kalau Tak Mau Rugi

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 10:54 WIB

Setelah BBM Naik, Harga Cabai dan Telur Turun Tajam, Beras Justru Bikin Khawatir

Setelah BBM Naik, Harga Cabai dan Telur Turun Tajam, Beras Justru Bikin Khawatir

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 10:42 WIB

Pertamax Naik, Pakar Mewanti-wanti Risiko Migrasi Massal ke Pertalite

Pertamax Naik, Pakar Mewanti-wanti Risiko Migrasi Massal ke Pertalite

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 10:32 WIB