Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!

M Nurhadi

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:45 WIB
Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!
Donald Trump [The White House]
  • Presiden Donald Trump merespons positif data inflasi AS di atas 4 persen yang terjadi pada bulan Mei lalu.
  • Pemerintah AS melakukan operasi rahasia di Selat Hormuz untuk mengawal tanker minyak guna menekan harga komoditas global.
  • Lonjakan biaya hidup memicu kekhawatiran Partai Republik kehilangan suara dalam pemilu sela karena penurunan tingkat kepuasan publik.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan pernyataan mengejutkan pada hari Rabu dengan menyikapi secara positif data ekonomi terbaru yang menunjukkan laju inflasi di negaranya telah melonjak melampaui angka 4 persen.

Di hadapan para jurnalis, Trump secara blak-blakan menyatakan bahwa dirinya "menyukai" kondisi inflasi tersebut, sembari menegaskan kembali keyakinannya bahwa harga-harga komoditas akan langsung merosot jatuh segera setelah kecamuk perang dengan Iran berakhir.

Saat dicecar pertanyaan oleh awak media mengenai rilis data resmi pemerintah AS yang memperlihatkan inflasi konsumen pada bulan Mei melesat dalam ritme tercepatnya dalam tiga tahun terakhir—serta apakah kondisi tersebut dapat menjegal langkah politik rekan-rekan separtainya dari Republik dalam pemilu sela (midterm election) pada November mendatang—Trump justru menjawab dengan santai.

"Saya menyukai inflasi ini," cetus Trump, dikutip via Reuters.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Gedung Putih tersebut membeberkan bahwa dirinya telah memberikan lampu hijau bagi pelaksanaan sebuah operasi rahasia untuk mengawal pergerakan kapal-kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz.

Langkah berisiko ini diambil demi meredam kekhawatiran atas membubungnya biaya logistik dan meroketnya angka inflasi global.

"Bagi saya, hal itu sangat berharga," ujar Trump saat mengalkulasi keputusan strategisnya, sembari mengeklaim bahwa operasi militer senyap tersebut telah mendulang kesuksesan besar.

"Ketika semua ini berakhir, Anda akan melihat harga minyak kembali merosot ke level semula. Harganya sedang turun dan akan jatuh sekeras batu," imbuh Trump optimis mengenai dampak jangka panjang dari perang yang tengah berkobar.

Selama ini, Trump selalu memosisikan konfrontasi bersenjata dengan Iran sebagai sebuah jalur peralihan sementara yang harus ditempuh, sekaligus membingkainya sebagai isu krusial bagi keamanan nasional AS.

Langkah Teheran yang memblokir jalur pelayaran maritim internasional paling vital tersebut diakui telah mengerek naik harga bahan bakar minyak (BBM), komoditas pupuk, serta berbagai barang kebutuhan pokok lainnya, yang secara berantai memicu pembengkakan inflasi domestik.

Tingginya harga barang di tingkat konsumen ini juga berpotensi besar menahan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), untuk melonggarkan kebijakan moneter mereka dengan memangkas suku bunga acuan.

Padahal, penurunan suku bunga untuk menekan biaya pinjaman publik merupakan kebijakan yang terus didesak oleh Trump sejak dirinya kembali memegang tampuk kekuasaan tahun lalu.

Di koridor politik, jajaran elite Partai Republik saat ini tengah berjuang keras untuk mempertahankan dominasi mayoritas kursi mereka di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta Senat AS.

Namun, internal partai dihantui kekhawatiran besar bahwa gelombang protes dari masyarakat akibat lonjakan biaya hidup dapat membalikkan keadaan dan menyerahkan kendali parlemen ke tangan Partai Demokrat.

Masalah stabilitas ekonomi dan daya beli hingga kini memang tetap menjadi poin pertimbangan paling sensitif bagi para pemilih di AS.

Ironisnya, Trump berhasil memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lalu sebagian besar karena janji kampanyenya yang berkomitmen untuk menekan angka inflasi. Namun, sejak resmi menjabat, tingkat kepuasan publik terhadap kinerjanya—terutama dalam mengelola stabilitas biaya hidup—justru merosot tajam ke titik terendah sepanjang karier politiknya.

Hingga saat ini, berbagai upaya diplomatik maupun militer untuk membuka kembali jalur pelayaran komersial bagi kapal tanker di Selat Hormuz masih menemui jalan buntu.

Jajaran eksekutif industri energi serta pengamat pasar makro telah mengeluarkan peringatan bahwa dalam beberapa pekan ke depan, pasar global berisiko menghadapi kejutan harga minyak mentah (oil price shock) jilid berikutnya yang cukup ekstrem hingga mampu mengguncang stabilitas pasar keuangan internasional secara lebih luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klaim Serang 18 Pangkalan Militer AS, Iran Ancam Washington: Kawasan Ini akan Jadi Neraka!

Klaim Serang 18 Pangkalan Militer AS, Iran Ancam Washington: Kawasan Ini akan Jadi Neraka!

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:33 WIB

Dasco: Rupiah Menguat Pekan Depan, Publik Segera Jual Dolar AS Kalau Tak Mau Rugi

Dasco: Rupiah Menguat Pekan Depan, Publik Segera Jual Dolar AS Kalau Tak Mau Rugi

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 10:54 WIB

Iran Dipastikan Tampil di Piala Dunia 2026, Infantino Ungkap Drama Besar di Balik Layar

Iran Dipastikan Tampil di Piala Dunia 2026, Infantino Ungkap Drama Besar di Balik Layar

Bola | Kamis, 11 Juni 2026 | 10:37 WIB

Rupiah Kembali Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.958

Rupiah Kembali Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.958

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:56 WIB

Amerika Makin Boncos! Giliran Aset Tentara AS di Bahrain dan Kuwait Kena Rudal Iran

Amerika Makin Boncos! Giliran Aset Tentara AS di Bahrain dan Kuwait Kena Rudal Iran

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:36 WIB

Pasar Global 'Berdarah' Akibat Ancaman Perang Trump, IHSG Malah Meroket!

Pasar Global 'Berdarah' Akibat Ancaman Perang Trump, IHSG Malah Meroket!

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:15 WIB

Terkini

Mantan Kapolri Era SBY dan Jokowi Jadi Komisaris Utama Bukalapak

Mantan Kapolri Era SBY dan Jokowi Jadi Komisaris Utama Bukalapak

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:40 WIB

Dari Cibubur ke Kantor, Kenaikan Harga Pertamax Buat Warga Kelas Menengah Mengelus Dada

Dari Cibubur ke Kantor, Kenaikan Harga Pertamax Buat Warga Kelas Menengah Mengelus Dada

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:30 WIB

Negara Berpotensi Boncos Rp12 Triliun Imbas Jual Beli Titik Dapur MBG

Negara Berpotensi Boncos Rp12 Triliun Imbas Jual Beli Titik Dapur MBG

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:01 WIB

Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup

Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 13:07 WIB

Tak Hanya Armada, SDM Jadi Kekuatan Utama Distribusi Energi Nasional

Tak Hanya Armada, SDM Jadi Kekuatan Utama Distribusi Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 12:39 WIB

Investor Mulai Ambil Cuan, IHSG Ambruk Lagi 1,91% di Sesi I

Investor Mulai Ambil Cuan, IHSG Ambruk Lagi 1,91% di Sesi I

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 12:33 WIB

Saham BCA Lagi Murah-murahnya, Dasco: Sepanjang Melalui Mekanisme Pasar Beli Saja

Saham BCA Lagi Murah-murahnya, Dasco: Sepanjang Melalui Mekanisme Pasar Beli Saja

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:58 WIB

Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar

Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:31 WIB

Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?

Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:29 WIB

Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter

Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:18 WIB