Sinyal Cuan Piala Dunia 2026: 7 Saham Indonesia yang Berpotensi Cetak Gol untuk Investor

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:34 WIB
Sinyal Cuan Piala Dunia 2026: 7 Saham Indonesia yang Berpotensi Cetak Gol untuk Investor
Para penari tampil dalam seremoni pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Kamis (11/6/2026). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/sgd]
baca 10 detik
  • Piala Dunia 2026 berpotensi jadi katalis saham media, digital, dan telekomunikasi.
  • IRSX, EMTK, VIVA, TLKM, ISAT, dan WIFI masuk radar saham terkait momentum bola.
  • Lonjakan iklan dan trafik internet bisa menjadi mesin pertumbuhan pendapatan.

Suara.com - Gelaran Piala Dunia 2026 bukan hanya menjadi pesta sepak bola terbesar di dunia, tetapi juga berpotensi menjadi momentum cuan bagi sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pengalaman dari turnamen-turnamen besar sebelumnya menunjukkan bahwa saham sektor media, telekomunikasi, digital, hingga konsumsi kerap mendapat sentimen positif dari lonjakan penonton, trafik internet, dan belanja iklan.

Apalagi, TVRI resmi menjadi pemegang hak siar Piala Dunia 2026 di Indonesia dan menggandeng Telkomsel untuk distribusi digital melalui platform MAXstream. Kolaborasi tersebut diperkirakan meningkatkan konsumsi data serta aktivitas digital selama turnamen berlangsung.

Berikut daftar saham yang layak masuk radar investor selama Piala Dunia 2026:

1. EMTK

Sektor: Media dan Teknologi Digital

EMTK dikenal sebagai induk usaha berbagai platform media dan digital di Indonesia. Emiten ini memiliki ekosistem yang kuat mulai dari televisi, layanan streaming, hingga platform digital.

Mengapa menarik?

  • Potensi kenaikan belanja iklan selama Piala Dunia.
  • Trafik digital berpotensi meningkat signifikan.
  • Memiliki pengalaman monetisasi konten olahraga berskala besar.

Risiko: Persaingan ketat platform digital dan fluktuasi belanja iklan.

baca juga

2. IRSX

Sektor: Teknologi dan Streaming Digital

RSX menjadi salah satu saham yang paling banyak dibicarakan investor menjelang Piala Dunia 2026. Emiten ini melalui platform FolaPlay disebut terlibat dalam distribusi konten digital terkait siaran Piala Dunia bekerja sama dengan TVRI dan perusahaan digital lainnya.

Mengapa menarik?

  • Berpotensi memperoleh lonjakan pengguna platform streaming.
  • Potensi pendapatan iklan digital meningkat.
  • Sentimen pasar sangat kuat menjelang dan selama turnamen.

Risiko: Saham berkapitalisasi kecil sehingga volatilitas tinggi.

3. TLKM

Sektor: Telekomunikasi

TLKM melalui anak usahanya, Telkomsel, menjadi mitra resmi penayangan digital Piala Dunia 2026 lewat MAXstream. Seluruh pertandingan dapat diakses pelanggan Telkomsel melalui platform tersebut.

Mengapa menarik?

  • Potensi lonjakan konsumsi data.
  • Penjualan paket internet khusus olahraga.
  • Pendapatan digital berpotensi meningkat selama turnamen.

Risiko: Persaingan tarif data yang masih ketat.

4. ISAT

Sektor: Telekomunikasi

Meski tidak terlibat langsung dalam hak siar, ISAT berpeluang menikmati efek peningkatan konsumsi data masyarakat selama Piala Dunia.

Mengapa menarik?

  • Trafik internet biasanya melonjak saat pertandingan besar.
  • Basis pelanggan yang terus tumbuh.
  • Fokus pengembangan layanan digital dan jaringan.

Risiko: Kenaikan trafik belum tentu langsung berbanding lurus dengan profitabilitas.

5. VIVA 

Sektor: Media

VIVA disebut sejumlah analis pasar berpotensi menikmati peningkatan pendapatan iklan dan lonjakan audiens selama Piala Dunia 2026. Sentimen tersebut telah membuat saham ini kembali menjadi perhatian investor.

Mengapa menarik?

  • Potensi peningkatan iklan dari merek FMCG dan digital.
  • Kenaikan trafik media online.
  • Valuasi dinilai masih menarik oleh sebagian pelaku pasar.

Risiko: Ketergantungan pada pasar iklan.

6. WIFI

Sektor: Infrastruktur Digital

Nama WIFI ikut menjadi perhatian karena disebut dalam ekosistem digital yang terkait distribusi konten Piala Dunia melalui platform OTT. Selain itu, perseroan aktif mengembangkan infrastruktur digital nasional.

Mengapa menarik?

  • Potensi kenaikan trafik jaringan.
  • Pertumbuhan bisnis digital jangka panjang.
  • Sentimen kuat dari transformasi digital nasional.

Risiko: Kinerja masih bergantung pada ekspansi bisnis dan monetisasi jaringan.

7. ICBP

Sektor konsumer juga berpotensi menikmati berkah Piala Dunia. Tradisi nonton bareng mendorong peningkatan konsumsi makanan ringan, mi instan, minuman, dan produk FMCG lainnya.

Daya tariknya:

  • Konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor ekonomi.
  • Produk dekat dengan aktivitas menonton pertandingan.

Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan membeli atau menjual saham tertentu. Seluruh investasi di pasar modal mengandung risiko. Investor wajib melakukan riset mandiri (DYOR), memperhatikan fundamental emiten, kondisi pasar, serta profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Baru Juara di Arsenal, David Raya Tak Jadi Kiper Utama Spanyol di Piala Dunia 2026?

Meski Baru Juara di Arsenal, David Raya Tak Jadi Kiper Utama Spanyol di Piala Dunia 2026?

Bola | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:22 WIB

Piala Dunia 2026: Pelatih Korsel Bongkar Rahasia Menang Comeback Atas Ceko

Piala Dunia 2026: Pelatih Korsel Bongkar Rahasia Menang Comeback Atas Ceko

Bola | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:13 WIB

Terbitkan Obligasi USD 1,5 Milar, Danantara Spill Siapa Pembelinya

Terbitkan Obligasi USD 1,5 Milar, Danantara Spill Siapa Pembelinya

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:10 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×