- Chelsea dan AC Milan akan melakoni laga uji coba pramusim bertajuk Indonesia Super Cup 2026 di SUGBK Jakarta pada 8 Agustus 2026.
- Penyelenggara Nine Sport mengungkapkan bahwa AC Milan mengajukan standar operasional yang sangat tinggi dan detail terkait kualitas serta jarak dapur makanan pemain.
- Chelsea secara khusus meminta agar nama klub mereka ditulis lebih dahulu dibandingkan AC Milan pada seluruh materi promosi pertandingan.
Suara.com - Kedatangan Chelsea dan AC Milan ke Indonesia untuk menjalani laga pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 8 Agustus 2026, ternyata menghadirkan cerita menarik di balik layar.
Bukan hanya soal persiapan pertandingan, tetapi juga standar pelayanan yang diminta masing-masing klub selama berada di Tanah Air.
Kedatangan Chelsea dan AC Milan ke Tanah Air untuk melangsungkan laga uji coba bertajuk Indonesia Super Cup 2026.
Selama menjalani rangkaian kegiatan di Jakarta, baik Chelsea maupun AC Milan memiliki sejumlah permintaan khusus yang harus dipenuhi oleh penyelenggara.
CEO Nine Sport, Arief Putra Wicaksono, mengungkapkan bahwa setiap klub memiliki karakter dan standar operasional yang berbeda ketika menjalani tur pramusim.
![Dikalahkan Napoli 2-0, Allgeri Aku Lini Belakang AC Milan Sangat Rapuh [Instagram AC Milan]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/19/84186-ac-milan.jpg)
Pengalaman perusahaannya mendatangkan klub-klub luar negeri sejak 2007 menjadi bekal untuk memenuhi berbagai kebutuhan tersebut.
"Riders pertama kali kami buat itu, jadi suatu hal yang unik buat kami. Terus juga perbedaannya cukup signifikan antara tim Eropa atau tim Asia, atau bahkan tim Eropa kelas menengah dengan tim Eropa papan atas," kata Arief.
Ia menjelaskan, Chelsea dan AC Milan sama-sama memiliki standar tinggi.
Meski begitu, Rossoneri disebut jauh lebih detail dalam mengatur urusan konsumsi para pemain selama berada di Indonesia.
Salah satu permintaan yang paling menarik datang dari AC Milan.
Klub asal Italia itu menginginkan dapur yang digunakan untuk menyiapkan makanan berada sangat dekat dengan ruang makan pemain demi menjaga kualitas hidangan.
"Sejauh ini kedua klub ini juga memberikan pengalaman yang sangat unik buat kami. Chelsea punya standarisasi yang beda, tapi kalau Milan dia punya standarisasi yang cukup tinggi dari segi makanan," jelas Arief.
"Mereka tidak mau dapurnya itu lebih jauh sepuluh meter dari tempat makan mereka. Jadi, kedaluwarsa saji itu menjadi suatu hal yang penting," ucap Arief.
Menurut Arief, perhatian AC Milan terhadap kualitas makanan membuatnya memahami mengapa kuliner Italia memiliki reputasi tinggi di dunia.
Bahkan, perbedaan budaya kedua klub juga terlihat dari menu yang dipilih setelah pertandingan selesai.