- PT Pertamina EP Cepu mencatat total lifting migas 94,349 BOEPD serta meraih laba positif sepanjang tahun 2025.
- Perusahaan mencapai 70 juta jam kerja selamat dan berhasil mereduksi emisi karbon sebesar 13,19 Kilo Ton.
- RUPS Tahunan 2025 menyetujui kinerja perusahaan yang berpredikat sangat sehat dengan opini audit Wajar Tanpa Pengecualian.
Suara.com - PT Pertamina EP Cepu (PEPC) mencatat produksi minyak sepanjang tahun 2025 sebesar 70,035 MBOPD dan produksi gas sebesar 299,5 MMSCFD, dengan total lifting migas mencapai 94,349 BOEPD.
Hal ini diungkapkan manajemen setelah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2025. Dalam RUPS Tahunan itu, manajemen memaparkan capaian kinerja sepanjang 2025 sekaligus menetapkan arah strategis perusahaan ke depan.
Dari sisi lingkungan, perusahaan berhasil merealisasikan reduksi emisi sebesar 13,19 Kilo Ton COe, seluruh capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan. Sedangkan, di sisi keuangan, PEPC membukukan laba positif, hal ini mencerminkan solidnya fundamental bisnis perusahaan.
"Pencapaian tahun ini merupakan hasil kerja keras seluruh pekerja PEPC yang mampu beradaptasi dalam setiap perubahan dinamika yang terjadi. Ini adalah bukti bahwa ketangguhan organisasi kita bukan hanya diukur dari angka produksi, tetapi dari kemampuan kita untuk terus bergerak maju di tengah tantangan," ujar Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu, Ruby Mulyawan dalam keteranganya, Jumat (12/6/2026).
![Salah satu wilayah kerja PT Pertamina EP Cepu. [Dok PEPC].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/12/91107-pepc.jpg)
PEPC juga berhasil mengukir 70.111.623 Jam Kerja Selamat, sebuah pencapaian luar biasa yang membuktikan bahwa budaya HSSE (Health, Safety, Security & Environment) telah tertanam kuat di seluruh lini operasi perusahaan.
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan nyata dari komitmen setiap perwira PEPC untuk pulang ke rumah dalam keadaan selamat setiap harinya.
Memasuki 2026, perusahaan menargetkan pertumbuhan lifting migas yang lebih agresif dengan dukungan percepatan pengembangan lapangan.
"Capaian ini membuktikan bahwa sinergi antara pekerja, jajaran manajemen, pimpinan perusahaan dan pengawasan berjalan dengan baik dan saling menguatkan untuk mencapai Asta Cita mewujudkan kemandirian energi," kata Komisaris Utama PT Pertamina EP Cepu, Taufan Hunneman.
Tidak hanya berfokus pada operasi migas, PEPC juga berkomitmen dalam menjalankan program CSR berupa pemberdayaan Masyarakat yang menyasar berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Pada bidang ekonomi, program Wirausaha Muda Mandiri Berdikari dan UMKM Naik Kelas mendorong kemandirian dan kapasitas usaha lokal, program ini berhasil melibatkan 15 kelompok mitra binaan dengan penerima manfaat sebanyak 3.636 orang.
Pada bidang lingkungan, terdapat program Biru Langit JTB yang mengintegrasikan pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah, konservasi hutan melalui metode Agrosilvopastura yang melibatkan pelajar di wilayah Bojonegoro, serta terdapat juga program pemberdayaan petani melalui Petani Hutan dan Atsiri Jambaran-Tiung Biru.
Pada dimensi sosial, PEPC hadir melalui program pencegahan stunting, kesetaraan pendidikan, peningkatan sarpras desa, pelestarian Gamelan Jawa, pemberdayaan disabilitas melalui Sobat Istimewa, hingga kesiapsiagaan bencana melalui Desa Siaga Bencana, menegaskan peran PEPC tidak hanya sebagai produsen energi, tetapi sebagai mitra tumbuh bagi masyarakat.
PEPC menetapkan tiga pilar utama yaitu pertama Optimasi produksi & cadangan melalui percepatan pengembangan lapangan dan Enhanced Oil Recovery, kedua Transisi energi & dekarbonisasi dengan program pengurangan emisi GRK dan flaring reduction, serta ketiga adalah Penguatan program CID yang berdampak langsung bagi masyarakat di seluruh wilayah operasi.
Sementara, Direktur Pengembangan dan Produksi PT Pertamina Hulu Energi, Mery Luciawaty, mewakili pemegang saham mengapresiasi kinerja PEPC di tahun 2025,
"Torehan 70 juta lebih jam kerja selamat dan kinerja positif adalah pencapaian yang tidak datang dari keberuntungan ini lahir dari kerja keras, disiplin, dan dedikasi seluruh pekerja PEPC. Atas nama pemegang saham, kami bangga dan berterima kasih atas pengabdian luar biasa ini," kata Mery.
Berbagai capaian tersebut didukung oleh tata kelola perusahaan yang kuat dan pengelolaan keuangan yang akuntabel. Hal ini tercermin dari hasil audit independen yang menyatakan laporan keuangan PEPC disajikan secara wajar sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Atas kinerja tersebut, laporan keuangan PEPC kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwanto Susanti dan Surja, firma anggota dari Ernst & Young. Tingkat kesehatan perusahaan untuk PEPC tahun buku 2025 sebagaimana diatur dalam peraturan Menteri No. PER-2/MBU/03-2023 adalah sangat sehat (AAA).
Adapun, RUPS menyetujui seluruh agenda dan laporan manajemen, serta memberikan mandat penuh kepada Direksi untuk mengeksekusi rencana kerja 2026 yang berorientasi pada pertumbuhan, keberlanjutan, dan kontribusi nyata bagi energi Indonesia.