- Synology meluncurkan ActiveProtect DP5200 berkapasitas 36 TB untuk menggantikan sistem backup tape manual yang lambat.
- Perangkat terpadu ini mengintegrasikan kecerdasan buatan, manajemen terpusat, dan dukungan virtualisasi luas untuk mencegah serangan ransomware.
- Implementasi teknologi tersebut berhasil memangkas biaya operasional backup Toyota Motor Vietnam hingga mencapai tujuh puluh lima persen.
Suara.com - Infrastruktur backup tradisional, terutama sistem tape yang mengandalkan proses manual, mulai kewalahan menghadapi target pemulihan data (Recovery Time Objective) yang semakin ketat.
Kompleksitas pengelolaan lintas platform, mulai dari on-premise hingga cloud, sering kali menjadi celah keamanan yang fatal bagi bisnis yang sedang berkembang.
Synology memperkenalkan ActiveProtect DP5200, sebuah inovasi perangkat keras backup terpadu berukuran ringkas 1U yang dirancang untuk merombak cara bisnis melindungi aset digital mereka.
Bukan sekadar perangkat penyimpanan, DP5200 mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dan sistem manajemen terpusat untuk menggantikan kerumitan sistem lama.
Terobosan Inovasi: Otak di Balik Keamanan Data
DP5200 hadir dengan kapasitas raw hingga 36 TB, namun kekuatan utamanya terletak pada ekosistem ActiveProtect Manager.
Berbeda dengan solusi konvensional yang memisahkan antara perangkat keras dan perangkat lunak, integrasi Synology memungkinkan manajemen ribuan workload dari satu layar tunggal.
Executive Vice President of the Data Protection Group Synology, JiaYu Liu, menekankan pentingnya efisiensi dalam arsitektur teknologi terbaru ini.
"Bisnis saat ini menghadapi kesulitan dalam menemukan solusi perlindungan data yang dapat berkembang sesuai kebutuhan tanpa menambah biaya dan kompleksitas. DP5200 kami rancang sebagai solusi terpadu yang hemat ruang dan mudah diimplementasikan, sekaligus memberikan nilai investasi yang optimal," ujar JiaYu Liu dalam keterangan resminya, Rabu (29/7/2026).
Ekspansi Ekosistem: Dukungan Proxmox hingga AI Anti-Malware
Inovasi paling signifikan muncul melalui rencana pembaruan ActiveProtect Manager 2.0. Synology melampaui batas dengan memperluas dukungan terhadap lingkungan virtualisasi yang sedang naik daun seperti Proxmox VE dan Nutanix AHV, di samping pemain utama seperti Azure VM, Amazon EC2, dan Google Workspace.
Dari sisi keamanan, Synology mengintegrasikan teknologi masa depan ke dalam proses backup:
- Deteksi Anomali Berbasis AI/ML: Sistem secara otomatis memantau pola data untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan yang mengarah pada serangan ransomware.
- Pemindaian Malware Pra-Pemulihan: Menjamin data yang dipulihkan ke lingkungan produksi bersih dari ancaman, mencegah infeksi ulang secara otomatis.
Mengakhiri Era Tape Backup yang Lambat
Bagi industri di Indonesia yang masih mengandalkan tape backup, DP5200 menawarkan alternatif yang lebih progresif. Meskipun tape memberikan isolasi fisik (air gap), proses manual seperti rotasi media fisik dan pengambilan data dari lokasi terpisah sangat menghambat respons terhadap bencana.
Sebagai gantinya, platform ActiveProtect mengusung konsep Data Immutability (data tidak dapat diubah) dan fitur air gap digital. Inovasi ini memberikan tingkat keamanan yang setara dengan tape, namun dengan kecepatan akses data berbasis flash dan hard drive yang jauh lebih instan.