"Ini program yang sangat luar biasa, program pro rakyat dan pro pemerataan," ujar Amalia.
Berdasarkan data BPS, terdapat sekitar 824 ribu rumah tangga di DKI Jakarta yang masih menempati rumah tidak layak huni. Jumlah terbesar berada di Jakarta Barat dengan sekitar 292 ribu rumah tangga, disusul Jakarta Timur sebanyak 178 ribu rumah tangga.
Amalia menegaskan BPS akan terus mendukung program pemerintah melalui penyediaan data statistik yang berkualitas agar kebijakan perumahan dapat berjalan lebih tepat sasaran.
"Data statistik yang berkualitas sekaligus bermakna dan berdampak akan mendukung kebijakan yang tepat sasaran," tandasnya.***
Kontributor: Mohammad Rhadzaki Ramadhan