Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.715

Pinjol Akseleran dan Awantunai Alami Kredit Macet Tinggi, Terancam Bangkrut!

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 17 Juni 2026 | 11:07 WIB
Pinjol Akseleran dan Awantunai Alami Kredit Macet Tinggi, Terancam Bangkrut!
OJK menyampaikan kredit macet pinjaman daring melonjak. [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/sgd]
  • Pinjol Akseleran dan Awantunai, disebut tengah menghadapi tekanan serius terkait keberlangsungan bisnis.
  • Akseleran sebelumnya telah mengakui menghadapi persoalan gagal bayar bernilai jutaan dolar AS yang berasal dari sejumlah borrower.
  • Di sisi lain, perusahaan juga berupaya menjual aset milik debitur yang gagal bayar guna meningkatkan tingkat pengembalian dana kepada lender.

Suara.com - Industri pinjaman online atau pinjol dalam negeri kembali menghadapi ujian berat. Dua pemain fintech lending, Akseleran dan Awantunai, disebut tengah menghadapi tekanan serius terkait keberlangsungan bisnis (business continuity) setelah dihantam pembiayaan bermasalah dan tingginya kredit macet.

Menukil DealstreetAsia, Rabu (17/6/2026) tekanan tersebut menjadi sorotan karena menyangkut kepercayaan investor ritel yang selama ini menempatkan dana mereka di platform pinjaman daring. Kondisi semakin rumit ketika proses pemulihan dana dari debitur bermasalah berjalan lambat, sementara kewajiban kepada para lender terus menumpuk.

Akseleran sebelumnya telah mengakui menghadapi persoalan gagal bayar bernilai jutaan dolar AS yang berasal dari sejumlah borrower. Masalah tersebut memicu pembatasan kewenangan manajemen tertentu dan memaksa perusahaan melakukan berbagai langkah restrukturisasi untuk menjaga operasional tetap berjalan.

Bahkan, dalam laporan sebelumnya, Akseleran sempat memperingatkan bahwa posisi kas perusahaan berpotensi menipis apabila proses pemulihan pembiayaan bermasalah tidak berjalan sesuai harapan. Situasi ini memunculkan kekhawatiran mengenai risiko likuidasi maupun penghentian operasional apabila tidak ada perbaikan signifikan.

Di sisi lain, perusahaan juga berupaya menjual aset milik debitur yang gagal bayar guna meningkatkan tingkat pengembalian dana kepada lender. Namun, hasil pemulihan tersebut diperkirakan tidak akan mampu menutup seluruh kerugian yang telah terjadi.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan terus mengawasi proses penyelesaian pembiayaan bermasalah yang terjadi di Akseleran. Regulator mencatat adanya indikasi pengembalian dana kepada lender, meski proses penagihan dan litigasi terhadap debitur bermasalah masih berlangsung. Outstanding pendanaan Akseleran juga tercatat mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, yang mengindikasikan adanya pembayaran kembali kepada investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Pastikan Operasional KoinP2P Tetap Berjalan, Akseleran Fokus Selesaikan Pendanaan Bermasalah

OJK Pastikan Operasional KoinP2P Tetap Berjalan, Akseleran Fokus Selesaikan Pendanaan Bermasalah

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:22 WIB

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:25 WIB

Mangkir Lagi, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Fitri Assiddikki di Kasus CSR BI-OJK

Mangkir Lagi, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Fitri Assiddikki di Kasus CSR BI-OJK

News | Senin, 15 Juni 2026 | 17:59 WIB

Terkini

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.784 Triliun Perlu Diwaspadai, Apa Faktornya?

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.784 Triliun Perlu Diwaspadai, Apa Faktornya?

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 10:52 WIB

Rupiah Alami Pelemahan, Cek Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Rupiah Alami Pelemahan, Cek Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 10:07 WIB

Cabai Rawit Makin Pedas di Kantong! Harga Tembus Rp82.300 per Kg

Cabai Rawit Makin Pedas di Kantong! Harga Tembus Rp82.300 per Kg

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 09:43 WIB

Rupiah Kembali Lesu, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.738

Rupiah Kembali Lesu, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.738

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 09:31 WIB

Investor Ragu Komitmen Damai AS - Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Investor Ragu Komitmen Damai AS - Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 09:17 WIB

IHSG Masih Dalam Tren Menguat, Pantau Saham BMRI

IHSG Masih Dalam Tren Menguat, Pantau Saham BMRI

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 09:14 WIB

Pertimbangkan Jual, Harga Buyback Emas Antam Naik Tinggi Jadi Rp2.514.000/Gram

Pertimbangkan Jual, Harga Buyback Emas Antam Naik Tinggi Jadi Rp2.514.000/Gram

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 08:50 WIB

Melonjak 54,37%, BTN Bukukan Laba Bersih Rp1,85 Triliun Hingga Mei

Melonjak 54,37%, BTN Bukukan Laba Bersih Rp1,85 Triliun Hingga Mei

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 08:44 WIB

Investor Kembali Borong Kripto, Harga Bitcon Tembus USD 65.900

Investor Kembali Borong Kripto, Harga Bitcon Tembus USD 65.900

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 08:15 WIB

Heboh Struk SPBU Tulis Harga Pertalite Rp18.040 per Liter, Pertamina: Itu Harga Keekonomian

Heboh Struk SPBU Tulis Harga Pertalite Rp18.040 per Liter, Pertamina: Itu Harga Keekonomian

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 08:11 WIB