- Pinjol Akseleran dan Awantunai, disebut tengah menghadapi tekanan serius terkait keberlangsungan bisnis.
- Akseleran sebelumnya telah mengakui menghadapi persoalan gagal bayar bernilai jutaan dolar AS yang berasal dari sejumlah borrower.
- Di sisi lain, perusahaan juga berupaya menjual aset milik debitur yang gagal bayar guna meningkatkan tingkat pengembalian dana kepada lender.
Suara.com - Industri pinjaman online atau pinjol dalam negeri kembali menghadapi ujian berat. Dua pemain fintech lending, Akseleran dan Awantunai, disebut tengah menghadapi tekanan serius terkait keberlangsungan bisnis (business continuity) setelah dihantam pembiayaan bermasalah dan tingginya kredit macet.
Menukil DealstreetAsia, Rabu (17/6/2026) tekanan tersebut menjadi sorotan karena menyangkut kepercayaan investor ritel yang selama ini menempatkan dana mereka di platform pinjaman daring. Kondisi semakin rumit ketika proses pemulihan dana dari debitur bermasalah berjalan lambat, sementara kewajiban kepada para lender terus menumpuk.
Akseleran sebelumnya telah mengakui menghadapi persoalan gagal bayar bernilai jutaan dolar AS yang berasal dari sejumlah borrower. Masalah tersebut memicu pembatasan kewenangan manajemen tertentu dan memaksa perusahaan melakukan berbagai langkah restrukturisasi untuk menjaga operasional tetap berjalan.
Bahkan, dalam laporan sebelumnya, Akseleran sempat memperingatkan bahwa posisi kas perusahaan berpotensi menipis apabila proses pemulihan pembiayaan bermasalah tidak berjalan sesuai harapan. Situasi ini memunculkan kekhawatiran mengenai risiko likuidasi maupun penghentian operasional apabila tidak ada perbaikan signifikan.
Di sisi lain, perusahaan juga berupaya menjual aset milik debitur yang gagal bayar guna meningkatkan tingkat pengembalian dana kepada lender. Namun, hasil pemulihan tersebut diperkirakan tidak akan mampu menutup seluruh kerugian yang telah terjadi.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan terus mengawasi proses penyelesaian pembiayaan bermasalah yang terjadi di Akseleran. Regulator mencatat adanya indikasi pengembalian dana kepada lender, meski proses penagihan dan litigasi terhadap debitur bermasalah masih berlangsung. Outstanding pendanaan Akseleran juga tercatat mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, yang mengindikasikan adanya pembayaran kembali kepada investor.