Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

Luhut Warning Prabowo: Ancaman Ekonomi Mengintai RI Setelah Juli 2026

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 18 Juni 2026 | 14:48 WIB
Luhut Warning Prabowo: Ancaman Ekonomi Mengintai RI Setelah Juli 2026
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak terlena dengan kondisi ekonomi yang saat ini masih terlihat stabil. Menurutnya ancaman nyata ekonomi RI akan terjadi setelah Juli 2026. Foto ist.
  • Luhut peringatkan ancaman ekonomi RI setelah Juli 2026.
  • Konflik AS-Iran berisiko mengguncang stabilitas ekonomi nasional.
  • Harga minyak turun, tetapi ketidakpastian global masih tinggi.

Suara.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak terlena dengan kondisi ekonomi yang saat ini masih terlihat stabil. Menurutnya ancaman nyata ekonomi RI akan terjadi setelah Juli 2026.

Menurut Luhut, situasi global yang semakin tidak menentu berpotensi menjadi ancaman serius bagi ekonomi nasional setelah Juli 2026. Risiko terbesar datang dari memanasnya konflik geopolitik dunia, khususnya jika ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus berlanjut.

Peringatan tersebut disampaikan Luhut usai melaporkan perkembangan ekonomi kepada Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta. Ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia memang masih relatif aman dalam beberapa pekan ke depan, namun awan gelap mulai terlihat di horizon.

"Jadi kami laporkan bahwa sampai Juli ini keadaan kita masih baik. Setelah Juli kita waspadai kalau perang ini masih berlanjut," kata Luhut dalam Indonesia Summit 2026 di Jakarta Selatan, Kamis (18/6).

Pernyataan itu menunjukkan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia masih sangat bergantung pada perkembangan situasi global yang berada di luar kendali pemerintah. Jika konflik meluas dan mengganggu rantai pasok energi dunia, tekanan terhadap inflasi, nilai tukar rupiah, hingga daya beli masyarakat bisa kembali meningkat.

Meski sempat muncul kabar positif terkait sinyal perdamaian antara AS dan Iran yang mendorong harga minyak dunia turun, ketidakpastian belum sepenuhnya hilang. Harga minyak Brent tercatat turun 1,12 persen menjadi US$78,66 per barel, sementara minyak mentah WTI AS melemah 1,28 persen ke level US$75,81 per barel.

Namun, penurunan harga minyak tersebut dinilai belum cukup untuk menghapus kekhawatiran terhadap potensi guncangan ekonomi global. Pasalnya, konflik geopolitik yang berkepanjangan dapat sewaktu-waktu memicu lonjakan harga energi dan mengguncang pasar keuangan internasional.

Di tengah ancaman tersebut, Luhut menilai Indonesia masih memiliki peluang untuk bergerak lebih cepat dibanding banyak negara lain. Namun syaratnya, seluruh elemen bangsa harus mampu menjaga kekompakan dan mendukung agenda pemerintah.

Ia pun meminta masyarakat memberi ruang kepada Presiden Prabowo untuk mengeksekusi berbagai program prioritas yang telah dirancang. Kendati demikian, peringatan Luhut menjadi sinyal bahwa semester kedua 2026 berpotensi menjadi periode yang jauh lebih menantang bagi ekonomi Indonesia dibanding paruh pertama tahun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPRD DKI Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kebijakan Pembangunan

DPRD DKI Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kebijakan Pembangunan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:41 WIB

Ancaman El Nino Berpotensi Picu Krisis Ekonomi, Pemerintah Diminta Waspada

Ancaman El Nino Berpotensi Picu Krisis Ekonomi, Pemerintah Diminta Waspada

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:09 WIB

Minyak Dunia Anjlok di Bawah 80 Dolar AS, Pertamina Buka Suara soal Harga Pertamax Series!

Minyak Dunia Anjlok di Bawah 80 Dolar AS, Pertamina Buka Suara soal Harga Pertamax Series!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:30 WIB

Terkini

Sah! OJK Restui Jeffrey Hendrik Jadi Bos BEI 2026-2030, Ini Susunan Lengkap Direksinya

Sah! OJK Restui Jeffrey Hendrik Jadi Bos BEI 2026-2030, Ini Susunan Lengkap Direksinya

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:31 WIB

IHSG Sesi I Merosot 1,06% ke Level 6.154, Saham Sektor Infrastruktur Jadi Biang Kerok

IHSG Sesi I Merosot 1,06% ke Level 6.154, Saham Sektor Infrastruktur Jadi Biang Kerok

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:12 WIB

Minyak Dunia Anjlok di Bawah 80 Dolar AS, Pertamina Buka Suara soal Harga Pertamax Series!

Minyak Dunia Anjlok di Bawah 80 Dolar AS, Pertamina Buka Suara soal Harga Pertamax Series!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:30 WIB

Besok Diumumkan, MSCI Ancam Turunkan Status RI? Dana Asing Rp230 T Bakal Kabur?

Besok Diumumkan, MSCI Ancam Turunkan Status RI? Dana Asing Rp230 T Bakal Kabur?

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:16 WIB

Ramai-Ramai Mundur, Panselnas Akhirnya Hapus Denda Rp100 Juta Manajer Koperasi Desa Merah Putih

Ramai-Ramai Mundur, Panselnas Akhirnya Hapus Denda Rp100 Juta Manajer Koperasi Desa Merah Putih

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:02 WIB

Operasional 2 Perusahan Ini Disetop Diduga Tawarkan Jasa Penipuan Pinjol

Operasional 2 Perusahan Ini Disetop Diduga Tawarkan Jasa Penipuan Pinjol

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:40 WIB

Dunia Kerja Berubah! Ini 5 Kompetensi yang Dicari Perusahaan di Era AI

Dunia Kerja Berubah! Ini 5 Kompetensi yang Dicari Perusahaan di Era AI

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:38 WIB

Purbaya Kantongi Utang Rp 302,8 T dari China, Biayai Proyek Pemerintah hingga 2029

Purbaya Kantongi Utang Rp 302,8 T dari China, Biayai Proyek Pemerintah hingga 2029

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:19 WIB

APWNU Gandeng Investor, Siapkan Sejumlah Program Ekonomi Baru

APWNU Gandeng Investor, Siapkan Sejumlah Program Ekonomi Baru

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:18 WIB

Transformasi Berbuah Manis, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun untuk Negara pada 2025

Transformasi Berbuah Manis, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun untuk Negara pada 2025

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:03 WIB