Ancaman El Nino Berpotensi Picu Krisis Ekonomi, Pemerintah Diminta Waspada

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 18 Juni 2026 | 13:09 WIB
Ancaman El Nino Berpotensi Picu Krisis Ekonomi, Pemerintah Diminta Waspada
Ilustrasi krisis ekonomi. (pixabay.com)
baca 10 detik
  • Mohamad Ikhsan mengingatkan pemerintah waspada ancaman El Nino yang berpotensi memicu krisis ekonomi serta krisis pangan nasional.
  • Fenomena El Nino diprediksi berpeluang tinggi menyebabkan gagal panen dan lonjakan kemiskinan seperti peristiwa tahun 1997 silam.
  • Pemerintah perlu menerapkan manajemen risiko strategis dalam mengantisipasi gangguan pasokan pangan serta meningkatkan kapasitas ketahanan listrik nasional.

Suara.com - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Mohamad Ikhsan mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai ancaman El Nino yang berpotensi memicu krisis ekonomi, seperti yang pernah terjadi pada 1997.

Menurut Ikhsan, peluang terjadinya El Nino saat ini sangat tinggi sehingga pemerintah perlu menyiapkan langkah mitigasi sejak dini guna mengurangi dampaknya terhadap perekonomian nasional.

"Satu yang sudah hampir pasti terjadi, 90 persen, itu adalah El Nino. Pertanyaannya apa kita siap?" kata Ikhsan dalam diskusi Kondisi Ekonomi dan Demokrasi Indonesia yang digelar Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Ia menjelaskan, El Nino berpotensi menyebabkan tanah menjadi lebih kering sehingga mengganggu produksi pangan nasional. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kebakaran hutan akibat cuaca yang lebih kering.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Mohamad Ikhsan (dok. UI)
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Mohamad Ikhsan (dok. UI)

Ikhsan mengingatkan bahwa El Nino menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi ekonomi Indonesia pada 1997–1998. Menurutnya, lonjakan angka kemiskinan saat itu tidak semata-mata disebabkan oleh krisis moneter.

"Jangan lupa, tahun 97-98, kemiskinan itu 90 persen bukan karena krisis tapi karena El Nino yang menghancurkan produksi pertanian dan harga pangan yang melonjak tinggi." 

Ia menambahkan, situasi tersebut semakin diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang menyebabkan harga kebutuhan pokok, terutama beras, melonjak tajam.

"Kemudian ditambah dengan kurs yang melemah yang kemudian menyebabkan harga beras pokok itu menjadi sangat mahal. Tapi root persoalannya itu ada di El Nino tahun 1997," ungkapnya.

Karena itu, Ikhsan menilai pemerintah perlu membuka berbagai opsi kebijakan untuk mengantisipasi dampak El Nino.

baca juga

Menurutnya, pendekatan manajemen risiko harus menjadi prioritas agar gejolak harga pangan dan peningkatan angka kemiskinan dapat dicegah.

"Dari sisi risk management harusnya buka opsi selebar-lebarnya untuk memitigasi risiko itu," katanya.

Ia juga mengkritik munculnya retorika penolakan impor yang dinilai dapat mempersempit ruang gerak pemerintah dalam menghadapi potensi gangguan pasokan pangan.

Selain ancaman El Nino, Ikhsan turut menyoroti persoalan ketahanan listrik nasional. Menurutnya, kebutuhan listrik akan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pusat data (data center), dan digitalisasi ekonomi.

"Nah kalau listrik itu enggak kebangun, jangankan 8 persen, 3 persen aja tumbuhnya susah," ujarnya.

Ikhsan mempertanyakan kesiapan pemerintah dalam mengantisipasi berbagai tantangan tersebut. Ia menilai, sering kali persoalan yang mendesak justru tidak dijawab dengan kebijakan yang sesuai dengan prioritas.

"Apakah dari segi teknokrasi pemerintah itu sudah prepare enggak terhadap ini? Jadi kadang-kadang prioritasnya apa yang harus dilakukan, yang dijawab apa, jadi enggak nyambung," kata Ikhsan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Indonesia Baik-Baik Saja, Tapi Kenapa Dompet Kita Terasa 'Sekarat'?

Ekonomi Indonesia Baik-Baik Saja, Tapi Kenapa Dompet Kita Terasa 'Sekarat'?

Your Say | Senin, 15 Juni 2026 | 11:18 WIB

Potensi Chaos di Depan Mata? Sosiolog UGM Soroti Krisis Kepercayaan pada Negara

Potensi Chaos di Depan Mata? Sosiolog UGM Soroti Krisis Kepercayaan pada Negara

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:39 WIB

BMKG Prediksi Jakarta Kian Gerah pada September-Oktober Akibat Musim Kemarau dan El Nino

BMKG Prediksi Jakarta Kian Gerah pada September-Oktober Akibat Musim Kemarau dan El Nino

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:12 WIB

Terkini

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:57 WIB

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 21:53 WIB

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:49 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:46 WIB

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 21:36 WIB

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:35 WIB

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:25 WIB

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:10 WIB

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 21:00 WIB

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:59 WIB

×