Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Achmad Fauzi

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:23 WIB
Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan
Danantara mendapat mandat mengawal ekspor SDA. [Antara]
baca 10 detik
  • Pemerintah didorong mengoptimalkan pengelolaan devisa hasil ekspor sektor sumber daya alam senilai Rp1.152 triliun per tahun.
  • Pengamat menyarankan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia untuk memperkuat pengawasan dan transparansi transaksi ekspor komoditas strategis nasional.
  • Pengelolaan devisa yang efektif di perbankan domestik bertujuan memperkuat cadangan devisa serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Suara.com - Pemerintah didorong untuk mengoptimalkan pengelolaan devisa hasil ekspor (DHE) dari sektor sumber daya alam (SDA) yang nilainya mencapai lebih dari Rp1.152 triliun per tahun.

Upaya tersebut dinilai dapat memperkuat perekonomian nasional sekaligus meningkatkan manfaat yang diperoleh negara dari komoditas strategis seperti batu bara, sawit, dan nikel.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, ekspor SDA menyumbang sekitar 60 persen dari total ekspor Indonesia.

Tiga komoditas utama yang menjadi penopang adalah batu bara sebesar 8,65 persen, crude palm oil (CPO) 8,63 persen, dan ferro alloy sebesar 5,82 persen.

Pada 2024, nilai ekspor batu bara tercatat mencapai 30,49 miliar dolar Amerika Serikat (AS), produk sawit 27,76 miliar dolar AS, dan ferro alloy sekitar 13,8 miliar dolar AS. Secara total, nilai ekspor ketiga komoditas tersebut mencapai 72,05 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp1.152 triliun.

Ilustrasi Ekspor Lampung naik 9,64% di September 2025 menjadi 544,95 juta dolar AS. [ANTARA]
Ilustrasi Ekspor komoditas. [ANTARA]

Pengamat Pasar Modal Fendi Susiyanto menilai besarnya nilai ekspor tersebut seharusnya dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal terhadap perekonomian nasional.

"Batu bara, sawit dan nikel sangat strategis dan volume ekspornya sangat tinggi. Sebagai aset sumber daya alam, mestinya komoditas-komoditas penting dunia itu bisa memberikan nilai tambah yang lebih besar kepada perekonomian. Apalagi kondisi geopolitik global terus berubah dan semua negara berusaha mengelola aset-aset strategisnya," ujar Fendi di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Menurut dia, langkah pemerintah memperkuat tata kelola ekspor melalui pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menjadi relevan mengingat lalu lintas ekspor komoditas SDA selama ini dinilai belum sepenuhnya transparan dan akuntabel.

Fendi menyoroti masih banyak eksportir komoditas yang memiliki perusahaan afiliasi di luar negeri sehingga diperlukan pengawasan yang lebih kuat terhadap transaksi ekspor.

baca juga

"Sebagai produsen CPO terbesar di dunia seharusnya Indonesia memiliki peran yang lebih besar dalam perdagangan CPO internasional, baik dari sisi harga maupun volume, sehingga penerimaan negara menjadi lebih optimal. Jika DSI mampu melakukan monitoring dan menertibkan transaksi ekspor melalui mekanisme satu pintu, rasanya akan banyak dampak positif yang bisa dinikmati pemerintah dan rakyat Indonesia dari sumber daya alamnya ini,” tegas Fendi.

Ia menilai salah satu potensi terbesar yang dapat dioptimalkan melalui penguatan tata kelola ekspor adalah pengelolaan devisa hasil ekspor.

Selama ini pemerintah masih menghadapi tantangan dalam menarik kembali dana hasil transaksi ekspor untuk ditempatkan di perbankan domestik.

Padahal, arus DHE yang lebih besar ke dalam negeri diyakini dapat memperkuat cadangan devisa Indonesia dan memberikan ruang yang lebih besar bagi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Menurut Fendi, berbagai kebijakan yang telah diterapkan pemerintah selama bertahun-tahun belum mampu meningkatkan arus DHE secara signifikan. Hal itu terlihat dari pertumbuhan cadangan devisa yang dinilai belum sebanding dengan lonjakan nilai ekspor komoditas Indonesia.

"Jika DHE ekspor komoditas ini bisa dikelola bank-bank dalam negeri tentunya BI juga bisa memiliki kemampuan lebih besar saat rupiah mengalami tekanan seperti saat ini. Indonesia harus berani mengambil kebijakan yang mendukung penguatan rupiah melalui aset-aset strategis seperti ekspor komoditas ini," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap-siap! Ada Raksasa BUMN Asuransi yang Baru Akan Dibentuk

Siap-siap! Ada Raksasa BUMN Asuransi yang Baru Akan Dibentuk

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:08 WIB

Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor

Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:15 WIB

90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya

90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:46 WIB

Terkini

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:22 WIB

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Jogja | Minggu, 01 November 2026 | 17:12 WIB

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 17:10 WIB

Nyawa Bertumbangan, Jutaan Warga Terdampak, Kenapa Karhutla Tak Jadi Bencana Nasional?

Nyawa Bertumbangan, Jutaan Warga Terdampak, Kenapa Karhutla Tak Jadi Bencana Nasional?

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:05 WIB

Kemendagri Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun bagi Pemda yang Sukses Kawal Program MBG

Kemendagri Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun bagi Pemda yang Sukses Kawal Program MBG

Video | Minggu, 01 November 2026 | 17:05 WIB

SMK Nusantara Pertahankan Gelar Juara, MAN 1 Sukabumi Raih Trofi Putri AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Pertahankan Gelar Juara, MAN 1 Sukabumi Raih Trofi Putri AXIS Nation Cup 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 17:03 WIB

Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani

Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:00 WIB

Manchester United Diambang Degradasi, Siapa Pelatih yang Mau Gantikan Carrick?

Manchester United Diambang Degradasi, Siapa Pelatih yang Mau Gantikan Carrick?

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 16:55 WIB

AC Milan Hajar Inter 3-1, Derby Jadi Titik Balik Rossoneri dan Tamparan bagi Chivu

AC Milan Hajar Inter 3-1, Derby Jadi Titik Balik Rossoneri dan Tamparan bagi Chivu

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 16:49 WIB

Mitos Self-Reward Liburan: Healing Tidak Selalu Menyelesaikan Masalah Hidup

Mitos Self-Reward Liburan: Healing Tidak Selalu Menyelesaikan Masalah Hidup

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 16:45 WIB

×