- Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan keselamatan penumpang adalah prioritas utama pasca kebakaran KM Mutiara Sentosa II.
- Pemerintah melalui KNKT segera melakukan investigasi menyeluruh di perairan utara Madura untuk mengungkap penyebab kebakaran kapal.
- Kementerian Perhubungan bersama tim SAR terus melakukan evakuasi korban dan verifikasi data penumpang sejak Senin.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi laut menyusul kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Madura.
Pemerintah juga segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab insiden tersebut.
AHY menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan mendalam atas musibah kebakaran KM Mutiara Sentosa II yang terjadi di Laut Jawa.
Menurutnya, insiden ini harus menjadi momentum memperkuat sistem keselamatan transportasi laut nasional.
"Pemerintah segera meluncurkan investigasi, karena kita harus tahu persis apa penyebab dari insiden tersebut," kata AHY dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Investigasi akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). AHY mengatakan proses tersebut membutuhkan waktu agar penyebab kebakaran dapat dijelaskan secara komprehensif kepada publik.
Selain mengungkap penyebab insiden, pemerintah juga akan mengevaluasi berbagai aspek penyelenggaraan pelayaran, mulai dari kondisi kapal, kualitas sumber daya manusia yang bertugas di kapal, keselamatan penumpang, hingga faktor cuaca.
AHY berharap seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Sementara itu, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama tim Search and Rescue (SAR) terus melakukan evakuasi serta verifikasi data penumpang.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Laut masih terus memastikan verifikasi data penumpang kapal hasil evakuasi bersama, bekerja sama dengan tim SAR dan kapal-kapal patroli," ujarnya.
Ia menegaskan penerapan standar operasional prosedur (SOP), prosedur tetap (protap), mitigasi cuaca, serta pemeriksaan kelaikan kapal harus diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Menurut AHY, pemerintah juga terus mendorong program peremajaan armada kapal guna meningkatkan aspek keselamatan sekaligus kualitas layanan transportasi laut.
"Kita ingin memastikan bahwa terkait transportasi laut, safety first. SOP dijalankan, protap dijalankan, keselamatan penumpang nomor satu, cuaca juga tentunya harus bisa kita mitigasi. Kita ingin memastikan kapal selalu dalam kondisi layak, tidak ada masalah teknis, dan semangat kita memang terus meremajakan kapal-kapal kita," katanya.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan telah mengerahkan kapal patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) serta memperkuat koordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait dalam penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II di Laut Jawa.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengatakan fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan awak kapal dapat dievakuasi dengan cepat dan aman, sembari melanjutkan proses pendataan korban dan penumpang.