Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:26 WIB
Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Usai libur Lebaran, IHSG sempat melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke level 7.084,62 dan bergerak berbalik arah menguat 1,05 persen atau naik 75 poin ke level 7.181,65 setelah beberapa menit dibuka. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom].
baca 10 detik
  • Rupiah menguat dan IHSG rebound, sinyal kepercayaan pasar membaik.
  • Pelaku usaha nilai fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat.
  • Investor dinilai merespons positif arah kebijakan pemerintah.

Suara.com - Optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia kembali menguat seiring membaiknya sejumlah indikator pasar keuangan dalam beberapa hari terakhir. Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan rebound Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai menjadi sinyal bahwa kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional mulai pulih.

Bendahara Umum Tidar Jakarta Barat sekaligus pengusaha, Noverizky Tri Putra, menilai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat di tengah berbagai tantangan global yang terus berlangsung.

Menurut dia, penguatan rupiah dan pergerakan positif IHSG menjadi indikator bahwa investor masih menaruh kepercayaan terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.

"Penguatan rupiah dan membaiknya IHSG merupakan sinyal positif bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia tetap terjaga. Ini menunjukkan pasar melihat adanya arah kebijakan yang jelas dan optimisme terhadap masa depan ekonomi nasional," ujar Noverizky dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).

Ia mengatakan, meski perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, hingga dinamika perdagangan internasional, Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi secara relatif baik.

Noverizky menilai berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai mendapatkan respons positif dari pelaku pasar dan dunia usaha. Menurutnya, pemerintah tengah membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui sejumlah program strategis yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Beberapa program yang dimaksud antara lain hilirisasi industri, penguatan ketahanan pangan, peningkatan investasi, pembangunan sumber daya manusia, hingga berbagai kebijakan yang bertujuan menjaga daya beli masyarakat.

"Kita tidak bisa menilai keberhasilan sebuah pemerintahan hanya dalam hitungan beberapa bulan. Kebijakan ekonomi membutuhkan proses, konsistensi, dan stabilitas agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.

Sebagai pelaku usaha, Noverizky mengaku masih melihat prospek yang menjanjikan bagi perekonomian Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. Ia menilai pasar domestik yang besar, bonus demografi, kekayaan sumber daya alam, serta posisi strategis Indonesia di kawasan Asia menjadi modal kuat untuk menarik investasi.

baca juga

Menurutnya, investor pada dasarnya membutuhkan kepastian regulasi dan konsistensi kebijakan. Karena itu, stabilitas politik dan ekonomi menjadi faktor penting dalam menjaga arus investasi ke Indonesia.

"Investor pada dasarnya mencari kepastian. Ketika pemerintah mampu menjaga stabilitas politik, kepastian regulasi, dan konsistensi kebijakan, maka kepercayaan akan terus meningkat. Kita mulai melihat tanda-tanda ke arah sana," ujarnya.

Noverizky juga mengajak masyarakat untuk melihat perkembangan ekonomi secara objektif dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan negatif terhadap berbagai dinamika yang terjadi. Ia menilai setiap pemerintahan pasti menghadapi tantangan dalam menjalankan program-program besar yang membutuhkan waktu untuk menghasilkan dampak nyata.

Karena itu, ia meminta masyarakat memberikan ruang bagi pemerintah untuk mengeksekusi agenda pembangunan ekonomi yang telah dirancang.

Menurut Noverizky, optimisme menjadi salah satu modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Ketika pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat memiliki keyakinan yang sama terhadap masa depan ekonomi nasional, aktivitas ekonomi diyakini akan bergerak lebih cepat.

"Yang dibutuhkan saat ini adalah kolaborasi. Pemerintah bekerja menjalankan programnya, dunia usaha terus berinvestasi dan menciptakan lapangan pekerjaan, sementara masyarakat tetap produktif dan optimistis. Dengan cara itu, saya percaya ekonomi Indonesia akan semakin baik ke depan," tuturnya.

Ia menambahkan, penguatan rupiah dan rebound IHSG harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat kepercayaan terhadap perekonomian nasional.

"Penguatan rupiah dan IHSG bukan sekadar angka. Itu mencerminkan harapan, kepercayaan, dan ekspektasi terhadap masa depan Indonesia. Kita patut optimistis bahwa dengan kerja keras dan konsistensi kebijakan, ekonomi Indonesia akan terus bergerak ke arah yang lebih baik," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Masih Nyaman di Level Rp17.804

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Masih Nyaman di Level Rp17.804

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:41 WIB

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:13 WIB

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:28 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×