Ancaman PHK Meningkat, Pendaftaran Program Indonesia Pintar Ikut Melonjak

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:41 WIB
Ancaman PHK Meningkat, Pendaftaran Program Indonesia Pintar Ikut Melonjak
PIP Program Indonesia pintar (Kemdikdasmen)
baca 10 detik
  • Pendaftaran Program Indonesia Pintar meningkat tajam karena tekanan ekonomi akibat ancaman PHK di sektor manufaktur Indonesia.
  • Masyarakat mencari bantuan pendidikan sebesar Rp1,8 juta tersebut untuk mengalihkan biaya sekolah demi memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
  • Pemerintah didorong menjaga stabilitas lapangan kerja serta sektor industri guna menekan potensi PHK massal di masa depan.

Suara.com - Pendaftaran Program Indonesia Pintar (PIP) belakangan ini melonjak. Hal ini imbas dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) yang membayangi sektor manufaktur.

Adapun, PIP merupakan bantuan tunai pendidikan dari pemerintah untuk anak sekloah dan mahasiswa untuk keluarga miskin dengan besaran hinga Rp1,8 juta per siswa per tahun.

Peningkatan PIP ini dinilai bisa menjadi sinyal awal tekanan ekonomi yang mulai dirasakan rumah tangga.

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menilai masyarakat yang menghadapi kondisi ekonomi sulit umumnya akan berupaya bertahan dengan berbagai cara, baik menambah sumber pendapatan maupun menekan pengeluaran.

ilustrasi dana bantuan PIP 2025 (Mufid Majnun/Unsplash)
ilustrasi dana bantuan PIP (Mufid Majnun/Unsplash)

"Ketika seseorang terdesak karena kondisi ekonomi yang memburuk, tentu bertahan adalah opsi yang akan diambil. Bertahan ini bukan hanya mendapatkan pendapatan dan/atau mengurangi pengeluaran. Salah satu cara mengurangi pengeluaran namun tidak mengurangi kepentingan tertentu ya mencari program bansos dan/atau bantuan pendidikan," ujar Huda kepada Suara.com, Jumat  (19/6/2026).

Menurut dia, Program Indonesia Pintar menjadi salah satu alternatif yang banyak dicari masyarakat karena dapat membantu mengurangi beban biaya pendidikan. Dengan demikian, dana yang sebelumnya dialokasikan untuk kebutuhan sekolah anak dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok lainnya.

"Salah satunya dengan mendaftar beasiswa program PIP. Dengan mendaftar program PIP, pengeluaran untuk pendidikan bisa dialihkan kepada pengeluaran kebutuhan lainnya," katanya.

Huda menilai tren peningkatan minat terhadap bantuan pendidikan berpotensi terus berlanjut seiring meningkatnya risiko PHK di berbagai sektor industri.

Kondisi tersebut membuat rumah tangga semakin berhati-hati dalam mengatur keuangan dan mencari berbagai bentuk bantuan dari pemerintah.

baca juga

"Terlebih di kondisi dimana ancaman PHK meningkat pasti siasat untuk bertahan akan semakin kencang. Maka tidak heran permintaan untuk bansos dan PIP akan meningkat ke depan," ucapnya.

Ia menambahkan, pendidikan menjadi kebutuhan yang tetap harus dipenuhi meski kondisi ekonomi keluarga sedang tertekan. Karena itu, ketika pencari nafkah utama kehilangan pekerjaan, keberlanjutan pendidikan anak ikut berada dalam posisi rentan.

"Bagaimanapun juga masyarakat tetap membutuhkan pendidikan. Ketika kepala keluarga terkena PHK, maka keberlanjutan pendidikan anak-anaknya bisa terancam. Bukan hanya soal memenuhi kebutuhan hidup saja yang terancam, soal pendidikan juga bisa terancam," tutur Huda.

Karena itu, ia menilai pemerintah perlu mengantisipasi potensi meningkatnya kebutuhan bantuan sosial dan pendidikan dengan menjaga stabilitas lapangan kerja. Menurutnya, langkah paling efektif untuk menjaga kesejahteraan masyarakat bukan hanya memperluas bantuan, melainkan memastikan tersedianya pekerjaan dengan upah yang layak.

"Bagi saya pribadi, cara yang paling tepat bagi pemerintah adalah memberikan masyarakat pekerjaan dengan upah yang layak. Upah yang mampu memenuhi kebutuhan hidup bagi sebuah keluarga," katanya.

Ia juga meminta pemerintah menahan laju PHK massal dengan berbagai kebijakan yang mendukung sektor industri dan menjaga permintaan domestik agar aktivitas produksi tetap berjalan.

"Maka, sebisa mungkin pemerintah menahan agar tidak terjadi PHK massal dengan memberikan berbagai program yang dapat meningkatkan industri. Demand pun juga harus dijaga agar produksi industri tetap berlanjut," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telkom Tutup Belasan Anak Usaha, Danantara Tegaskan Tidak Ada PHK Massal

Telkom Tutup Belasan Anak Usaha, Danantara Tegaskan Tidak Ada PHK Massal

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 07:37 WIB

Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak

Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:23 WIB

Badai PHK di Industri Tambang Akibat Pemangkasan RKAB, Kementerian ESDM Buka Suara

Badai PHK di Industri Tambang Akibat Pemangkasan RKAB, Kementerian ESDM Buka Suara

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:23 WIB

Terkini

Serunya Seharian di Blok M Hub Bareng BRIZZI ARKIV, Kulineran hingga Berburu Hadiah

Serunya Seharian di Blok M Hub Bareng BRIZZI ARKIV, Kulineran hingga Berburu Hadiah

Lampung | Senin, 21 September 2026 | 11:17 WIB

Drakor What a Boss Wants Tayang November, Ini Daftar Pemain Utamanya!

Drakor What a Boss Wants Tayang November, Ini Daftar Pemain Utamanya!

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 11:16 WIB

Capres Wajib Didukung 2 Fraksi DPR, Pakar: Upaya Sistematis Bunuh Peluang Partai Kecil!

Capres Wajib Didukung 2 Fraksi DPR, Pakar: Upaya Sistematis Bunuh Peluang Partai Kecil!

News | Senin, 21 September 2026 | 11:15 WIB

Siapa Nofel Saleh Hilabi? Pria Diduga Mantan Tunangan Amanda Rigby Sebelum Bersama Andre Taulany

Siapa Nofel Saleh Hilabi? Pria Diduga Mantan Tunangan Amanda Rigby Sebelum Bersama Andre Taulany

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 11:15 WIB

Arti Weton Tunggak Semi Pembawa Rezeki Tak Pernah Putus

Arti Weton Tunggak Semi Pembawa Rezeki Tak Pernah Putus

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 11:15 WIB

Dari Water Station hingga Material Bekas, Bagaima Cara FestVent Kurangi Sampah

Dari Water Station hingga Material Bekas, Bagaima Cara FestVent Kurangi Sampah

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 11:14 WIB

Bitcoin Tembus US$81 Ribu, Sinyal 'Altcoin Season' Menguat di Tengah Reli Kripto?

Bitcoin Tembus US$81 Ribu, Sinyal 'Altcoin Season' Menguat di Tengah Reli Kripto?

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 11:13 WIB

Menikah Beda Usia 18 Tahun, Ini Tingkat Kecocokan Zodiak Andre Taulany dan Amanda Rigby

Menikah Beda Usia 18 Tahun, Ini Tingkat Kecocokan Zodiak Andre Taulany dan Amanda Rigby

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 11:12 WIB

Ilmuwan Ubah Sampah Plastik Jadi Kue Kering yang Bisa Dimakan, Kok Bisa?

Ilmuwan Ubah Sampah Plastik Jadi Kue Kering yang Bisa Dimakan, Kok Bisa?

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 11:10 WIB

Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI

Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 11:10 WIB

×