Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak

M Nurhadi, Lilis Varwati

Minggu, 07 Juni 2026 | 19:23 WIB
Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak
Ilustrasi. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Presiden KSPSI Andi Gani mendesak pemerintah segera mengaktifkan Satgas Mitigasi PHK sesuai Keppres Nomor 10 Tahun 2026.
  • Satgas harus segera menangani risiko kebangkrutan perusahaan akibat lonjakan kurs dolar dan tingginya biaya energi industri.
  • Lembaga ini dituntut melakukan aksi jemput bola untuk melindungi kesejahteraan serta jaminan sosial pekerja di Indonesia.

Suara.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mendesak pemerintah untuk segera mengaktifkan dan mengefektifkan kerja Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi PHK dan Kesejahteraan Buruh.

Menurut Andi Gani, satgas tersebut seharusnya sudah bisa langsung beroperasi di lapangan mengingat payung hukumnya telah resmi ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2026 sejak 1 Mei lalu. Namun, hingga memasuki pekan pertama Juni, instrumen mitigasi ini dinilai masih pasif.

Andi mengungkapkan bahwa desakan ini bukan hal baru. Dirinya mengaku telah menyampaikan langsung tuntutan tersebut kepada Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, sejak pertengahan Mei lalu saat mendampingi agenda kepresidenan di Jawa Timur.

"Saya sudah minta kepada Bang Dasco, waktu mendampingi Presiden di Nganjuk pada saat pembukaan Museum Marsinah, saya meminta segera diefektifkan. Sampai hari ini belum diefektifkan," kata Andi usai menghadiri Kongres Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) di Jakarta, Minggu (7/6/2026).

Akselerasi pengaktifan satgas ini dinilai sangat mendesak demi melindungi stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya pekerja usia produktif 18-45 tahun di kota-kota besar yang menggantungkan hidup pada sektor manufaktur.

Andi Gani mengkhawatirkan kondisi ketahanan dunia usaha domestik yang saat ini sedang dihantam dari berbagai arah oleh sentimen makro global.

Ada dua faktor utama yang disebutnya paling krusial mempercepat risiko kebangkrutan perusahaan:

  • Lonjakan Nilai Tukar Dolar AS: Penguatan mata uang dolar yang terus mendepresiasi rupiah membuat biaya impor bahan baku pabrik membengkak tajam.
  • Tingginya Biaya Energi: Harga gas industri yang tidak kunjung turun menekan margin keuntungan operasional perusahaan.

"Dan mudah-mudahan minggu depan sudah mulai diefektifkan. Karena badai PHK ini agak mengkhawatirkan, mencemaskan. Satu, nilai dolar semakin naik, gas industri juga tidak turun-turun harganya," ujarnya.

Kendati demikian, ia meyakini Presiden Prabowo Subianto akan segera mengambil langkah taktis untuk merespons situasi ini dan langsung menginstruksikan jajarannya mengaktifkan satgas ketenagakerjaan tersebut.

baca juga

Menilik cetak biru organisasinya, Satgas PHK ini nantinya tidak hanya didominasi oleh unsur birokrat. Struktur kelembagaan dirancang inklusif dengan melibatkan 37 tokoh dari berbagai latar belakang strategis.

Pada lini Dewan Penasihat, posisi akan diperkuat oleh sejumlah tokoh pergerakan buruh senior. Sementara pada level Komite Eksekutif, operasionalnya akan digerakkan oleh gabungan kelompok akademisi serta perwakilan lintas kementerian terkait.

Andi Gani mengingatkan agar satgas ini tidak sekadar berakhir menjadi macan kertas atau forum koordinasi formalitas di atas meja semata. Satgas dituntut menjalankan strategi jemput bola dengan mendatangi langsung zona-zona industri yang sudah mulai menunjukkan gejala keretakan finansial.

"Tentu kita harus mencermati satu per satu masalah, mencermati solusinya, dan segera langsung ke titik masalah. Mendatangi perusahaan masing-masing apa masalahnya," tegas Andi.

Berdasarkan pemantauan organisasi buruh, tekanan ekonomi luar biasa sudah mulai menggerogoti ketahanan sekitar 17 pabrik berskala besar dan menengah yang tersebar di wilayah penyangga industri seperti Bekasi, Tangerang, dan beberapa daerah lainnya.

Sebagai penutup, KSPSI menggarisbawahi bahwa fungsi satgas ini harus mencakup mitigasi hulu hingga hilir. Artinya, penanganan tidak boleh berhenti ketika surat pemecatan dikeluarkan, melainkan harus mengawal pemenuhan hak-hak lanjutan para pekerja yang terdampak.

Pemerintah melalui satgas ini wajib menjamin bahwa jaring pengaman sosial para buruh tetap berfungsi optimal, termasuk kepastian kelanjutan program jaminan sosial ketenagakerjaan dan akses jaminan kesehatan masyarakat pasca-PHK.

"Jadi bukan hanya soal PHK, tapi bagaimana kesejahteraan buruh, bagaimana jaminan sosial, bagaimana jaminan kesehatan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:58 WIB

Bikin Buruh Tertawa, Kapolri Ingin Jadi Aktivis Usai Pensiun: Mau Demo Pak Jumhur!

Bikin Buruh Tertawa, Kapolri Ingin Jadi Aktivis Usai Pensiun: Mau Demo Pak Jumhur!

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:19 WIB

Tolak Tawaran Masuk Pemerintahan Prabowo, Andi Gani: Saya Pilih Jadi Presiden Buruh

Tolak Tawaran Masuk Pemerintahan Prabowo, Andi Gani: Saya Pilih Jadi Presiden Buruh

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:06 WIB

Waspada Badai PHK! Pemerintah Gelar Rapat Khusus Pekan Depan

Waspada Badai PHK! Pemerintah Gelar Rapat Khusus Pekan Depan

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:44 WIB

Susul Jumhur Hidayat, Said Iqbal Dilantik Jadi Penasihat Prabowo Besok Senin!

Susul Jumhur Hidayat, Said Iqbal Dilantik Jadi Penasihat Prabowo Besok Senin!

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 12:44 WIB

Khawatir Ada Gelombang PHK, Anggota DPR Ramai-ramai Tolak Kebijakan Kemasan Rokok Polos

Khawatir Ada Gelombang PHK, Anggota DPR Ramai-ramai Tolak Kebijakan Kemasan Rokok Polos

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:35 WIB

Terkini

Teddy Tjahjono Harap Kehadiran MLSC Jakarta Jaya Percepat Perkembangan Sepak Bola Putri Ibu Kota

Teddy Tjahjono Harap Kehadiran MLSC Jakarta Jaya Percepat Perkembangan Sepak Bola Putri Ibu Kota

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:19 WIB

Awas, Jangan Sepelekan! Ini 5 Ciri-Ciri ISPA pada Anak yang Sering Dikira Pilek Biasa

Awas, Jangan Sepelekan! Ini 5 Ciri-Ciri ISPA pada Anak yang Sering Dikira Pilek Biasa

Health | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Krisis Iklim vs Warisan Harta: Nikmat di Generasi Lalu, Sengsara di Kita

Krisis Iklim vs Warisan Harta: Nikmat di Generasi Lalu, Sengsara di Kita

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Rampingkan Anak Usaha, PLN Hadirkan PLN Services untuk Meningkatkan Layanan ke Masyarakat

Rampingkan Anak Usaha, PLN Hadirkan PLN Services untuk Meningkatkan Layanan ke Masyarakat

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Arti Mimpi Rumah Kebakaran tapi Bisa Dipadamkan Menurut Primbon

Arti Mimpi Rumah Kebakaran tapi Bisa Dipadamkan Menurut Primbon

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Peluang Persija Jakarta Juara Super League Tembus 42 Persen, Persib Bandung Cuma 29 Persen

Peluang Persija Jakarta Juara Super League Tembus 42 Persen, Persib Bandung Cuma 29 Persen

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Dari Buku Diary Sampai Notes HP: Cara Kita Bicara Pada Diri Sendiri

Dari Buku Diary Sampai Notes HP: Cara Kita Bicara Pada Diri Sendiri

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Veda Ega Pratama Bidik Poin Penuh Moto3 Malaysia Usai GP Australia Batal

Veda Ega Pratama Bidik Poin Penuh Moto3 Malaysia Usai GP Australia Batal

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Emosional! BabyMonster Doakan Kebahagiaan sang Mantan di Lagu Baru, Deserve

Emosional! BabyMonster Doakan Kebahagiaan sang Mantan di Lagu Baru, Deserve

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Review Film Verity: Misteri Rumah Terpencil yang Penuh Manipulasi

Review Film Verity: Misteri Rumah Terpencil yang Penuh Manipulasi

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:30 WIB

×