Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Minggu, 21 Juni 2026 | 15:37 WIB
Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat
Ilustrasi [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Bank Indonesia menyatakan ketidakpastian ekonomi global tahun 2026 menyebabkan pertumbuhan melambat ke level 3,0 persen dengan inflasi tinggi.
  • Konflik geopolitik dan kebijakan moneter Amerika Serikat memicu investor memindahkan modal ke aset aman di negara maju.
  • Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi 4,9 hingga 5,7 persen melalui penguatan konsumsi domestik serta sinergi kebijakan fiskal dan moneter.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa eskalasi ketidakpastian pada lanskap ekonomi global masih berada di tingkat yang cukup tinggi.

Meskipun tensi geopolitik di Timur Tengah dilaporkan sedikit mendingin pasca penandatanganan kesepakatan sementara (interim deal) antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada 14 Juni 2026, dampaknya terhadap pasar keuangan dunia masih terasa.

Kombinasi antara dinamika Timur Tengah, laju pertumbuhan global, serta arah kebijakan moneter dalam negeri menjadi penentu utama arah gerak ekonomi nasional sepanjang tahun ini.

Konflik bersenjata yang pecah sejak akhir Februari 2026 diakui telah mengacaukan jalur logistik, sektor produksi, hingga mata rantai perdagangan internasional.

Imbas dari disrupsi makro ini, pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diproyeksikan tertahan di level rendah sebesar 3,0 persen, sementara angka inflasi dunia melonjak ke kisaran 4,4 persen.

Tekanan inflasi yang membubung tersebut memicu jajaran bank sentral global mengambil langkah agresif dengan menaikkan suku bunga acuan mereka demi meredam gejolak pasar.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa perkembangan situasi di Timur Tengah masih menuntut kewaspadaan penuh dari seluruh otoritas keuangan karena memiliki efek rembetan terhadap stabilitas finansial internasional.

"Ke depan, perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait kesepakatan penyelesaian konflik di Timur Tengah diperkirakan masih dinamis sehingga memerlukan kewaspadaan serta penguatan respons dan sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna memperkuat ketahanan eksternal, menjaga stabilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik," jelas Perry Warjiyo pada Minggu (21/6).

Tekanan Suku Bunga AS dan Daya Tarik Safe Haven

Di tengah ketegangan makro tersebut, Federal Reserve (The Fed) terpantau masih mempertahankan suku bunga kebijakannya, Fed Funds Rate, pada rentang 3,50 persen hingga 3,75 persen.

Walau demikian, ruang bagi bank sentral AS untuk kembali mengerek suku bunga masih terbuka lebar apabila ekspektasi inflasi di negara tersebut terus menanjak.

Pada saat yang sama, tingkat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, US Treasury, masih bertahan di posisi tinggi. Per 17 Juni 2026, instrumen bertenor 10 tahun mencatatkan yield sebesar 4,49 persen, sedangkan untuk tenor 2 tahun berada di level 4,18 persen.

Melambungnya angka yield ini dipicu oleh pembengkakan defisit anggaran belanja negara AS, yang kemudian mendorong para investor global memindahkan modal mereka ke aset aman (safe haven) di negara-negara maju, ketimbang menanamkannya di pasar negara berkembang (emerging markets).

Kendati digempur oleh rentetan tekanan dari eksternal, Bank Indonesia menilai fundamental perekonomian Indonesia masih memperlihatkan performa benteng ketahanan yang solid. Kondisi positif ini utamanya disokong oleh tingginya volume permintaan di pasar domestik.

Penyerapan anggaran belanja pemerintah bergerak cepat lewat realisasi sejumlah agenda prioritas, seperti pencairan gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta penyaluran bantuan sosial bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Daya beli dan tingkat konsumsi rumah tangga juga dilaporkan tetap kokoh berkat indeks keyakinan konsumen yang terjaga di level optimistis. Dari sektor riil, aktivitas investasi terus menunjukkan sinyal pemulihan yang dikonfirmasi oleh posisi Purchasing Managers' Index (PMI) yang tetap berada dalam zona ekspansi, dipimpin oleh serapan proyek pembangunan infrastruktur milik pemerintah.

Guna mengoptimalkan momentum ini, BI memandang perlu adanya penguatan pada sektor ekspor guna memanfaatkan harga komoditas global yang masih tinggi di tengah kelesuan ekonomi dunia.

Bank sentral juga memastikan akan terus menajamkan bauran kebijakan moneter, menerapkan kebijakan makroprudensial yang longgar, serta menggalakkan transformasi sistem pembayaran demi menyokong ekosistem digitalisasi dan inklusi keuangan.

Melalui integrasi kebijakan fiskal-moneter serta sokongan konsumsi dalam negeri, Bank Indonesia memproyeksikan target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 mampu menyentuh angka 4,9 persen hingga 5,7 persen, sekalipun bayang-bayang resesi dan inflasi global belum sepenuhnya sirna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:04 WIB

Kopdes Merah Putih: Niat Mulia Memutus Rantai Tengkulak atau Proyek Ambisius yang Terburu-buru?

Kopdes Merah Putih: Niat Mulia Memutus Rantai Tengkulak atau Proyek Ambisius yang Terburu-buru?

Your Say | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:45 WIB

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:28 WIB

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:48 WIB

Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih

Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:26 WIB

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:13 WIB

Terkini

Den Baguse Ngarso Punya Kebiasaan Kaul Prihatin Tidur di Teras, Sempat Dipijat Sebelum Meninggal

Den Baguse Ngarso Punya Kebiasaan Kaul Prihatin Tidur di Teras, Sempat Dipijat Sebelum Meninggal

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 07:38 WIB

K-Pop Makin Dekat dengan Teknologi Smartphone, Oppo Andalkan Kamera 50MP dan AI di Reno16

K-Pop Makin Dekat dengan Teknologi Smartphone, Oppo Andalkan Kamera 50MP dan AI di Reno16

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 07:35 WIB

KBRI Singapura Telusuri Dugaan WNI Jadi Korban Tabrakan Kapal di Selat Singapura

KBRI Singapura Telusuri Dugaan WNI Jadi Korban Tabrakan Kapal di Selat Singapura

News | Selasa, 22 September 2026 | 07:35 WIB

Viral Video Houthi Bangun Replika Ka'bah di Yaman: Warga Disuruh Tawaf hingga Salat

Viral Video Houthi Bangun Replika Ka'bah di Yaman: Warga Disuruh Tawaf hingga Salat

News | Selasa, 22 September 2026 | 07:28 WIB

5 Cara Memilih Bedak Tabur yang Tahan Lama untuk Penggunaan Sehari-hari

5 Cara Memilih Bedak Tabur yang Tahan Lama untuk Penggunaan Sehari-hari

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 07:25 WIB

Pecahkan Rekor! The Early Spring Jadi Drama China Tersukses di Netflix

Pecahkan Rekor! The Early Spring Jadi Drama China Tersukses di Netflix

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 07:25 WIB

Kapal Kargo Panama Tabrak Kapal Nelayan China di Selat Singapura

Kapal Kargo Panama Tabrak Kapal Nelayan China di Selat Singapura

News | Selasa, 22 September 2026 | 07:19 WIB

Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun

Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun

News | Selasa, 22 September 2026 | 07:14 WIB

Peraturan Membawa Powerbank ke Dalam Pesawat Terbaru 2026, Cek Batas mAh yang Aman

Peraturan Membawa Powerbank ke Dalam Pesawat Terbaru 2026, Cek Batas mAh yang Aman

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 07:10 WIB

Seni Tidak Melakukan Apa-Apa: Membedah Konsep Niksen Lewat Neurosains

Seni Tidak Melakukan Apa-Apa: Membedah Konsep Niksen Lewat Neurosains

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 07:05 WIB

×