Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
baca 10 detik
  • IHSG diprediksi bergerak bervariasi dengan penguatan terbatas pada perdagangan awal pekan, Senin, 22 Juni 2026 di Bursa Efek Indonesia.
  • Ketidakpastian geopolitik AS-Iran dan penguatan indeks dolar AS memicu kekhawatiran pelaku pasar akan potensi keluarnya arus modal asing.
  • Investor domestik menyeimbangkan pasar melalui aksi beli saham berdividen tinggi di tengah analisis teknikal yang menunjukkan sinyal bervariasi.

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (22/6/2026), diperkirakan akan mengalami dinamika yang cukup menantang.

Pelaku pasar modal di Indonesia saat ini tengah mencermati pergerakan indeks yang diproyeksikan bergerak mixed atau bervariasi, namun masih menyimpan kecenderungan untuk menguat dalam rentang yang terbatas.

Dinamika ini sangat erat kaitannya dengan tarik-menarik antara sentimen makroekonomi internasional dan perburuan momentum korporasi di dalam negeri.

Bagi investor ritel maupun institusi di kota-kota besar yang aktif memantau portofolio mereka, faktor eksternal menjadi sorotan utama pekan ini.

Ketidakpastian geopolitik global kembali menyeruak ke permukaan, berpotensi memengaruhi arah arus modal asing (capital flow) yang selama ini menjadi salah satu motor penggerak likuiditas di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Salah satu variabel makro yang paling menyita perhatian bursa saham adalah perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Rencana penandatanganan kesepakatan damai yang sedianya dilangsungkan di Swiss dikabarkan mengalami penundaan. Hal ini memicu kecemasan di kalangan pelaku pasar global mengenai stabilitas kawasan Timur Tengah, khususnya potensi penutupan kembali Selat Hormuz yang merupakan jalur perlintasan vital bagi suplai minyak mentah dunia.

Kecemasan ini diperparah oleh melambungnya indeks dolar AS (DXY). Mata uang paman sam tersebut mencatatkan reli penguatan yang tajam hingga menyentuh level tertingginya dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Menguatnya dolar AS secara historis sering kali memicu capital outflow atau keluarnya dana investor asing dari pasar negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia, karena aset berdenominasi dolar dianggap lebih menjanjikan dan aman (safe haven).

baca juga

Meski dihantam sentimen negatif dari luar negeri, pasar saham domestik masih memiliki daya tarik penyeimbang. Awal pekan ini bertepatan dengan momentum memasuki periode ex-date untuk pembagian dividen dengan imbal hasil (dividend yield) yang tinggi dari sejumlah emiten berfundamental kuat.

Fenomena ini biasanya memicu aksi beli oleh investor lokal yang mengincar pendapatan pasif dari pembagian laba perusahaan.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, membedah kondisi ini dari sudut pandang analisis teknikal.

Menurutnya, meskipun indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih memancarkan sinyal penguatan tren, indikator Relative Strength Index (RSI) justru memperlihatkan kecenderungan pelemahan momentum beli.

"Kami memperkirakan IHSG bergerak mixed cenderung menguat terbatas dalam rentang support 6.000 dan resistance 6.260. Indikator MACD menunjukkan penguatan tren, sementara RSI cenderung bergerak turun," ujar dia, dalam keterangan yang diterima Redaksi Suara.com, Minggu (21/6/2026).

Lebih lanjut, Audi menekankan pentingnya bagi investor untuk memantau berita internasional secara real-time karena sensitivitas bursa terhadap isu geopolitik saat ini berada pada tingkat yang tinggi.

"Kami melihat pasar berpotensi bereaksi negatif apabila penandatanganan kesepakatan AS-Iran gagal dan Selat Hormuz kembali ditutup. Di sisi lain, penguatan indeks dolar AS berpotensi mendorong aksi investor asing, sementara saham-saham dengan dividend yield tinggi dapat menjadi perhatian pasar,"

Rekomendasi Saham Kiwoom Sekuritas

Menghadapi pergerakan pasar yang fluktuatif, Kiwoom Sekuritas Indonesia memberikan sejumlah rekomendasi saham pilihan berdasarkan kalkulasi teknikal bagi para trader dan investor.

Strategi yang disarankan cenderung memanfaatkan momentum penembusan level resistensi (breakout) dan pembelian spekulatif pada area support:

WIFI: Direkomendasikan dengan strategi buy on break apabila pergerakan harga saham berhasil menembus dan bertahan di level 1.735.

HMSP: Direkomendasikan untuk speculative buy, memanfaatkan potensi pantulan teknikal dari emiten barang konsumsi ini.

LSIP: Direkomendasikan dengan strategi buy on break jika harga mampu melewati level 1.315 secara solid.

Disclaimer: Artikel ini memuat informasi, proyeksi, dan analisis pasar saham yang disajikan murni untuk tujuan edukasi serta referensi informasi finansial. Segala bentuk rekomendasi saham, analisis teknikal, maupun sentimen geopolitik yang dijabarkan bukan merupakan instruksi atau paksaan untuk melakukan transaksi jual-beli. Keputusan investasi saham dan kripto mengandung risiko kerugian finansial yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:53 WIB

IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun

IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:25 WIB

Tanggapi MSCI, Ini 8 Strategi Pemerintah Perkuat Pasar Saham RI

Tanggapi MSCI, Ini 8 Strategi Pemerintah Perkuat Pasar Saham RI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:37 WIB

Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih

Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:26 WIB

Anak Muda Ramai Investasi tapi Tak Paham Cara Kerjanya, IPOT Ungkap Penyebabnya

Anak Muda Ramai Investasi tapi Tak Paham Cara Kerjanya, IPOT Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:16 WIB

Meski Pasar Saham RI Tak turun Kelas, Investor Asing Tetap Bawa Kabur Rp1,39 T

Meski Pasar Saham RI Tak turun Kelas, Investor Asing Tetap Bawa Kabur Rp1,39 T

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:29 WIB

Terkini

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:44 WIB

Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda

Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:43 WIB

Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China

Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:33 WIB

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:37 WIB

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:59 WIB

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:05 WIB

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:58 WIB

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:53 WIB

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:47 WIB

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22 WIB