- Indeks Wall Street menguat tajam pada Kamis (18/6/2026) karena kemitraan strategis Intel dan Apple di sektor semikonduktor.
- IHSG ditutup menguat tipis 0,078% namun masih dibayangi tekanan jual asing yang mencapai Rp3,14 triliun pada akhir pekan.
- Mayoritas bursa Asia melemah pada Jumat (19/6/2026) akibat penguatan dolar AS dan kondisi geopolitik di Timur Tengah.
Area Beli ideal: Rp2.180 – Rp2.200
Target Harga terdekat: Rp2.280 – Rp2.320
Batas Cutloss: Di bawah Rp2.170
DEWA (Speculative Buy)
Area Beli ideal: Rp360 – Rp366
Target Harga terdekat: Rp374 – Rp380
Batas Cutloss: Di bawah Rp360
ISAT (Speculative Buy)
Area Beli ideal: Rp1.700 – Rp1.720
Target Harga terdekat: Rp1.750 – Rp1.780
Batas Cutloss: Di bawah Rp1.700
NCKL (Speculative Buy)
Area Beli ideal: Rp840 – Rp860
Target Harga terdekat: Rp890 – Rp920
Batas Cutloss: Di bawah Rp830
AMRT (Speculative Buy)
Area Beli ideal: Rp1.330 – Rp1.350
Target Harga terdekat: Rp1.380 – Rp1.410
Batas Cutloss: Di bawah Rp1.330
Pasar Saham Asia Cenderung Melemah
Berbeda dengan Wall Street, mayoritas lantai bursa di kawasan Asia justru terpantau mengalami pelemahan pada perdagangan Jumat lalu (19/6/2026).
Penurunan ini dipicu oleh meredanya kecemasan geopolitik di Timur Tengah setelah jalur maritim vital di Selat Hormuz resmi dibuka kembali, yang berdampak pada stabilitas harga energi.
Di sisi lain, keperkasaan mata uang Dolar AS (USD) akibat sikap hawkish The Fed terus menekan mata uang regional Asia. Dari zona regional, indeks Nikkei 225 Jepang menguat tipis 0,28%, namun indeks Topix melemah 0,57%.
Koreksi juga melanda Korea Selatan dengan indeks KOSPI yang turun tipis 0,13% dan KOSDAQ merosot tajam 3,43%. Indeks ASX 200 Australia juga terpangkas sebesar 0,93%.
Sementara itu, aktivitas perdagangan di beberapa pasar utama Asia tampak sepi karena penutupan bursa akibat libur nasional, di antaranya adalah bursa saham China, Hong Kong, dan Taiwan.
Disclaimer: Ulasan pasar dan rekomendasi saham dalam artikel berita ini dirangkum berdasarkan rilis data riset retail dari BNI Sekuritas. Publikasi ini murni bersifat informatif untuk publik dan tidak ditujukan sebagai bentuk anjuran, paksaan, atau perintah mutlak untuk mengeksekusi transaksi produk pasar modal tertentu. Segala risiko komersial dan finansial yang timbul di kemudian hari menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing investor.