Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket

M Nurhadi

Senin, 22 Juni 2026 | 07:34 WIB
Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket
PT BUMI Resources Tbk [Suara.com/HD-AI]
baca 10 detik
  • Investor asing melakukan aksi jual bersih saham PT Bumi Resources Tbk senilai Rp553,3 miliar selama periode 15-19 Juni 2026.
  • Meski ditekan aksi jual asing, saham BUMI mencatatkan kenaikan performa sebesar 7 persen dalam perhitungan perdagangan selama satu pekan.
  • Samuel Sekuritas merekomendasikan beli saham BUMI dengan target harga Rp300 karena dukungan fundamental pendapatan dalam mata uang dolar AS.

Suara.com - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi salah satu fokus utama dari aksi pelepasan portofolio oleh pemodal internasional sepanjang periode perdagangan pertengahan Juni, tepatnya pada 15-19 Juni 2026.

Kendati menghadapi tekanan jual yang masif, pergerakan saham emiten batu bara ini memicu pertanyaan besar di kalangan pelaku pasar modal mengenai bagaimana proyeksi dan arah tren harganya ke depan.

Berdasarkan data pasar reguler di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun melalui Stockbit Sekuritas pada Minggu (21/6/2026), investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) pada saham BUMI dengan nilai akumulasi mencapai Rp553,3 miliar hanya dalam kurun waktu sepekan.

Nilai pelepasan tersebut menempatkan BUMI di posisi ketiga sebagai saham dengan volume net sell asing terbesar di bursa efek. Posisi pertama ditempati oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan nilai divestasi asing sebesar Rp838,6 miliar, disusul oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang mencatatkan penjualan bersih asing senilai Rp630,2 miliar.

Pada sesi penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (19/6/2026), saham BUMI bertengger di level Rp168 per lembar, atau mengalami koreksi harian sebesar 1,75 persen.

Namun, jika ditarik dalam kalkulasi mingguan, performa saham milik Grup Bakrie dan Salim ini justru memperlihatkan daya tahan yang impresif dengan lonjakan performa hingga 7 persen. Penguatan ini terjadi di tengah aksi jual beruntun yang dilakukan oleh pemodal asing.

Secara makro, aksi keluar modal internasional memang tengah melanda pasar modal dalam negeri. Investor global membukukan total net sell senilai Rp904 miliar di seluruh papan perdagangan BEI selama sepekan terakhir.

Tren ini memperpanjang rekam jejak keluar dana asing dari pekan sebelumnya yang sempat menyentuh angka fantastis sebesar Rp5,98 triliun.

Di tengah tingginya fluktuasi pasar saat ini, para analis menilai peralihan investasi ke saham-saham yang mencatatkan struktur pendapatan dalam mata uang dolar AS—khususnya pada industri pertambangan logam dan batu bara—merupakan langkah taktis yang menjanjikan di samping mengoleksi saham sektor perbankan berkapitalisasi besar yang harganya sudah relatif murah.

baca juga

Head of Equity Research Samuel Sekuritas Indonesia, Prasetya Gunadi, bersama tim risetnya memetakan beberapa emiten unggulan berbasis komoditas dolar AS yang layak menjadi prioritas utama bagi para pemodal.

“Untuk saham emiten logam dan batu bara berbasis pendapatan dolar AS, pilihan utama kami adalah Antam (ANTM), Amman Mineral Internasional (AMMN), Bumi Resources (BUMI), dan Timah (TINS),” ulas Prasetya dalam laporan riset berkala perusahaan.
Analis menilai sektor komoditas saat ini telah berada di dekat titik terendah (bottoming), didorong oleh arah kebijakan regulasi sektor pertambangan domestik yang dinilai kian kondusif bagi iklim usaha. Beberapa faktor penguatnya antara lain adalah kepastian tidak adanya kenaikan tarif royalti, optimalisasi penerapan skema gross split, serta jaminan status pemasok tunggal.

Selain itu, tekanan risiko regulasi yang sebelumnya membebani kinerja saham komoditas kini mulai berkurang secara signifikan. Sentimen positif ini diperkuat oleh langkah pemerintah yang merealisasikan penambahan kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan memasuki paruh kedua atau semester II-2026.

Rekomendasi Teknis dan Target Harga Saham BUMI

Sebagai salah satu produsen emas hitam terbesar, BUMI diuntungkan karena memiliki tingkat eksposur yang sangat tinggi terhadap pergerakan Harga Jual Rata-Rata (Average Selling Price/ASP) batu bara dunia yang ditransaksikan menggunakan denominasi mata uang dolar AS. Keunggulan fundamental ini menjadi benteng yang kuat dalam menjaga stabilitas pendapatan perseroan.

Meski demikian, para pelaku pasar diimbau untuk terus memantau dinamika proses transisi struktural menuju skema Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), di mana batas akhir penyelesaian program tersebut ditetapkan pada 31 Desember 2026.

Melihat kalkulasi nilai fundamental dan potensi bisnis ke depan, Samuel Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi BUY (Beli) untuk saham BUMI.

Target harga saham BUMI dipatok pada level Rp300 per lembar saham. Target optimis tersebut mencerminkan adanya potensi ruang penguatan atau peluang upside harga hingga 78,5 persen dari posisi harga saat ini.

Disclaimer: Ulasan mengenai analisis fundamental, pergerakan teknikal, serta target harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dalam artikel ini bersifat referensi informasi dan bagian dari literasi finansial publik. Artikel ini tidak memuat instruksi, ajakan, ataupun paksaan hukum untuk melakukan transaksi jual-beli aset efek di pasar modal. Setiap aktivitas investasi pada instrumen saham maupun kripto sepenuhnya mengandung risiko kerugian finansial yang menjadi tanggung jawab mandiri dari masing-masing investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:53 WIB

IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun

IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:25 WIB

Tanggapi MSCI, Ini 8 Strategi Pemerintah Perkuat Pasar Saham RI

Tanggapi MSCI, Ini 8 Strategi Pemerintah Perkuat Pasar Saham RI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:37 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×