3 Saham Paling 'Sibuk' pada Sesi I, IHSG Ambrol di Zona Merah

M Nurhadi

Senin, 22 Juni 2026 | 13:35 WIB
3 Saham Paling 'Sibuk' pada Sesi I, IHSG Ambrol di Zona Merah
Pekerja mengamati layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]
baca 10 detik
  • IHSG di Bursa Efek Indonesia melemah 1,25% ke level 6.099,925 pada penutupan sesi pertama, Senin (22/6/2026).
  • Penurunan indeks dipicu aksi ambil untung serta koreksi massal pada sepuluh sektor, terutama sektor kesehatan sebesar 2,58%.
  • Saham DSSA, BBCA, dan TPIA mencatatkan nilai transaksi terbesar di tengah tingginya volatilitas pasar selama perdagangan berlangsung.

Suara.com - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) gagal mempertahankan zona hijaunya dan harus rela tergelincir ke zona merah pada paruh pertama perdagangan awal pekan, Senin (22/6/2026).

Setelah sempat dibuka di zona aman pada pagi hari, aksi ambil untung (profit taking) dan tekanan jual massal membuat indeks saham domestik mendarat di teritori negatif pada penutupan Sesi I siang ini.

IHSG mengakhiri paruh pertama perdagangan dengan melemah sebesar 1,25% atau terpangkas hingga 77,214 basis poin. Koreksi ini memaksa indeks parkir di level 6.099,925 pada jeda makan siang.

Sejak bel pembukaan berbunyi pada pukul 09.00 WIB, IHSG sebenarnya memulai langkah dari level 6.177. Namun, sepanjang paruh pertama, pergerakan indeks terpantau bergerak sangat variatif dengan volatilitas yang cukup tinggi.

IHSG sempat merangkak naik hingga menyentuh batas atas di level 6.226, sebelum akhirnya berbalik arah merosot hingga ke batas bawah harian di level 6.052.

Secara umum, kondisi pasar didominasi oleh koreksi harga saham secara merata. Data statistik bursa mencatat, sebanyak 476 saham berakhir melemah, berbanding terbalik dengan 200 saham yang masih mampu menguat, sementara sisanya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.

DSSA, BBCA, dan TPIA Kuasai Likuiditas Transaksi

Di tengah lesunya laju indeks, aktivitas perdagangan di lantai bursa tetap berjalan likuid. Berdasarkan nilai perputaran uang di pasar, terdapat tiga emiten berkapitalisasi besar yang menjadi magnet utama bagi para pelaku pasar untuk menempatkan dananya.

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) resmi keluar sebagai tiga saham dengan akumulasi jumlah nilai transaksi terbesar sepanjang sesi pertama berlangsung.

baca juga

Kejatuhan IHSG pada siang ini dipicu oleh rontoknya hampir seluruh indeks sektoral di bursa. Dari sebelas sektor yang ada, sepuluh sektor mencatatkan rapor merah dengan sektor kesehatan (IDXHEALTH) menjadi beban penekan terdalam setelah anjlok signifikan sebesar 2,58%.

Berikut adalah rincian performa indeks sektoral pada penutupan Sesi I:

IDXHEALTH (Kesehatan): Turun tajam -2,58%.
IDXINDUST (Industri): Melemah -2,09%.
IDXCYCLIC (Barang Konsumen Siklikal): Berkurang -2,00%.
IDXBASIC (Barang Baku): Terkoreksi -1,99%.
IDXFINANCE (Keuangan): Turun -1,75%.
IDXINFRA (Infrastruktur): Melemah -0,83%.
IDXTRANS (Transportasi & Logistik): Berkurang -0,79%.
IDXNONCYC (Barang Konsumen Non-Siklikal): Turun tipis -0,53%.
IDXENERGY (Energi): Melemah -0,28%.
IDXTECHNO (Teknologi): Turun minor -0,04%.

Satu-satunya sektor yang berhasil melawan arus perlemahan pasar dan parkir di zona hijau adalah sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) yang mampu merangkak naik tipis sebesar 0,02%.

Indeks Saham Unggulan Kompak Berguguran

Langkah mundur IHSG juga diikuti oleh melorotnya berbagai indeks saham acuan dan indeks saham unggulan lainnya di bursa domestik. Indeks LQ45 yang diisi oleh saham-saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi besar tergelincir 1,27% menuju level 601,671.

Kondisi serupa dialami oleh Jakarta Islamic Index (JII) yang merepresentasikan saham-saham syariah, di mana indeks ini melemah sebesar 1,67% ke posisi 362,270.

Selanjutnya, indeks IDX30 ditutup terkoreksi 1,34% ke level 340,135, serta indeks MNC36 terpantau ikut menukik 1,59% dan tertahan di level 265,825 pada penutupan perdagangan siang ini.

Disclaimer: Artikel berita keuangan ini dirangkum berdasarkan data seketika (real-time) hasil penutupan pasar Sesi I Bursa Efek Indonesia tanggal 22 Juni 2026. Tulisan ini bersifat informatif untuk publikasi pers dan bukan merupakan rekomendasi, perintah, atau saran mutlak untuk melakukan eksekusi jual-beli instrumen investasi tertentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Loyo Nyaris ke Level 5.900, 501 Saham Kebakaran

IHSG Loyo Nyaris ke Level 5.900, 501 Saham Kebakaran

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 12:54 WIB

IHSG Menghijau di Senin Pagi, Cek Saham yang Cuan

IHSG Menghijau di Senin Pagi, Cek Saham yang Cuan

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 09:16 WIB

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:01 WIB

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:54 WIB

Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket

Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

Terkini

Apakah Krim Malam Boleh Dipakai Saat Tidur Siang atau Kerja Shift Malam? Ini Penjelasan Dokter

Apakah Krim Malam Boleh Dipakai Saat Tidur Siang atau Kerja Shift Malam? Ini Penjelasan Dokter

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:41 WIB

Buntut Kasus Jatah Makan Bolosego di Alun-Alun Kidul, Oknum Polisi Polsek Kraton Dipatsus

Buntut Kasus Jatah Makan Bolosego di Alun-Alun Kidul, Oknum Polisi Polsek Kraton Dipatsus

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:39 WIB

Kebakaran di Kota Bogor Hanguskan 5 Bangunan dan 1 Mobil

Kebakaran di Kota Bogor Hanguskan 5 Bangunan dan 1 Mobil

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 13:38 WIB

Italia Mau Batasi Pelajar Asing, Pemilu Memanas

Italia Mau Batasi Pelajar Asing, Pemilu Memanas

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:38 WIB

Kala Ceri dan Tomat Jadi Inspirasi Karya Fesyen, Instalasi, hingga Kuliner

Kala Ceri dan Tomat Jadi Inspirasi Karya Fesyen, Instalasi, hingga Kuliner

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:36 WIB

Epson Hadirkan Proyektor 4K Ultra-Short-Throw EH-LS970B untuk Hiburan Layar Besar di Rumah

Epson Hadirkan Proyektor 4K Ultra-Short-Throw EH-LS970B untuk Hiburan Layar Besar di Rumah

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 13:35 WIB

Kenapa Setrika Lengket di Baju? Ini Cara Mengatasinya agar Baju Tak Rusak

Kenapa Setrika Lengket di Baju? Ini Cara Mengatasinya agar Baju Tak Rusak

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:32 WIB

Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Tak Diperkuat Sergio Aguero

Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Tak Diperkuat Sergio Aguero

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 13:32 WIB

Studi Ungkap Emosi soal Perubahan Iklim Tak Otomatis Ubah Perilaku, Mengapa?

Studi Ungkap Emosi soal Perubahan Iklim Tak Otomatis Ubah Perilaku, Mengapa?

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:30 WIB

Kenapa Harus Melihat Orang Lain Menderita Dulu untuk Belajar Bersyukur?

Kenapa Harus Melihat Orang Lain Menderita Dulu untuk Belajar Bersyukur?

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 13:30 WIB

×