Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 22 Juni 2026 | 18:56 WIB
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. Foto Antara.
baca 10 detik
  • Gaji dan bonus direksi PLN mencapai puluhan miliar rupiah per tahun.
  • Penghasilan jumbo disorot di tengah pemadaman listrik di berbagai daerah.
  • Laba PLN 2025 turun tajam, namun pendapatan masih tumbuh positif.

Suara.com - Di saat masyarakat di sejumlah daerah mengeluhkan gangguan pasokan listrik dan pemadaman yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, sorotan publik juga mengarah pada besaran penghasilan jajaran direksi PT PLN (Persero).

Laporan keuangan PLN tahun buku 2025 menunjukkan perusahaan listrik pelat merah tersebut masih mengelola bisnis dengan skala raksasa. Pendapatan PLN sepanjang 2025 mencapai Rp582,68 triliun atau naik 6,83% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun di sisi lain, laba bersih perusahaan merosot tajam 66,86% menjadi Rp7,01 triliun dari Rp21,17 triliun pada 2024.

Meski laporan keuangan 2025 tidak mengungkapkan secara rinci gaji masing-masing direktur, besaran remunerasi direksi PLN dapat diperkirakan dari laporan tahunan dan pola penghasilan direksi BUMN sebelumnya.

Berdasarkan data yang pernah dipublikasikan dalam Laporan Tahunan PLN 2023, total gaji untuk 10 direksi mencapai Rp45,24 miliar dalam setahun atau rata-rata Rp4,52 miliar per direktur per tahun. Dengan demikian, rata-rata gaji yang diterima seorang direktur PLN berada di kisaran Rp377 juta per bulan, belum termasuk fasilitas, tunjangan, dan insentif berbasis kinerja.

Berdasarkan dokumen remunerasi PLN yang dipublikasikan perusahaan, struktur penghasilan direksi terdiri dari gaji, tunjangan, fasilitas, serta tantiem atau bonus kinerja tahunan. Dalam laporan tahunan PLN sebelumnya, total remunerasi direksi tercatat mencapai ratusan miliar rupiah dalam satu tahun.

Pada saat yang sama, PLN justru mencatat kenaikan beban kepegawaian pada 2025. Dalam laporan keuangan yang telah diaudit, beban kepegawaian PLN meningkat menjadi Rp36,01 triliun dari Rp30,70 triliun pada tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terjadi bersamaan dengan melonjaknya berbagai biaya operasional perusahaan.

Sorotan terhadap remunerasi manajemen muncul karena berbarengan dengan berbagai keluhan masyarakat terkait gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah. Publik mempertanyakan apakah peningkatan biaya pegawai dan besarnya kompensasi manajemen telah sejalan dengan kualitas layanan yang diterima pelanggan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa gangguan terjadi setelah dua pembangkit listrik milik perusahaan swasta atau Independent Power Producer (IPP) mengalami masalah teknis dan keluar dari sistem kelistrikan Jawa. Akibatnya, pasokan listrik berkurang dan mempengaruhi keandalan sistem.

Setelah gangguan terjadi, PLN bersama pengelola pembangkit melakukan perbaikan untuk memulihkan pasokan listrik. Salah satu pembangkit bahkan telah kembali sinkron dengan sistem kelistrikan Jawa pada Minggu petang.

baca juga

Menurut Darmawan, kondisi sistem kelistrikan Jawa kini berangsur membaik dan pemadaman bergilir berhasil diminimalkan. PLN juga mengaku melakukan pemantauan sistem selama 24 jam penuh untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.

"Kami juga ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan masyarakat karena terjadi pemadaman bergilir di minggu lalu," ujar Darmawan, Senin (22/6/2026).

Dari sisi struktur organisasi, PLN saat ini memiliki 12 direktur setelah RUPS Juni 2026 dengan menambah satu posisi baru yakni Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan. Dengan bertambahnya jumlah direksi, total biaya remunerasi manajemen berpotensi meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

Meski demikian, penghasilan direksi BUMN pada prinsipnya ditetapkan melalui mekanisme pemegang saham dan mengacu pada ketentuan Danantara. Selain gaji tetap, direksi juga dapat memperoleh insentif kinerja atau tantiem apabila target tertentu tercapai.

Susunan Lengkap Direksi PLN: 

  1. Direktur Utama: Darmawan Prasodjo
  2. Wakil Direktur Utama: Yusuf Didi Setiarto
  3. Direktur Legal dan Manajemen Human Capital: Nurlely Aman
  4. Direktur Keuangan: Sulistyo Biantoro
  5. Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis: Rakhmad Dewanto Haris J.
  6. Direktur Manajemen Proyek dan EBT: Suroso Isnandar
  7. Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan: Edwin Nugraha Putra
  8. Direktur Retail dan Niaga: M. Fahrur Rozy
  9. Direktur Manajemen Risiko: Denny Triyanto
  10. Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem: Daniel Karmel Fernando Tampubolon
  11. Direktur Manajemen Pembangkitan: Rizal Calvary Marimbo
  12. Direktur: Arsyadany G. Akmalaputri 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mati Lampu, Makanan Tahan Berapa Lama di Kulkas? Hindari 3 Kesalahan Ini agar Tetap Awet

Mati Lampu, Makanan Tahan Berapa Lama di Kulkas? Hindari 3 Kesalahan Ini agar Tetap Awet

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 16:40 WIB

Listrik Jawa Byar Pet, Bos PLN Minta Maaf Sebelum Menghadap Prabowo di Istana

Listrik Jawa Byar Pet, Bos PLN Minta Maaf Sebelum Menghadap Prabowo di Istana

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:18 WIB

Tak Mau Disalahkan, Bahlil Serahkan Urusan Mati Lampu ke PLN

Tak Mau Disalahkan, Bahlil Serahkan Urusan Mati Lampu ke PLN

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:13 WIB

Terkini

Tuntutan 8,5 Tahun Bikin Suasana Sidang Sudewo Memanas, Pendukung Ricuh

Tuntutan 8,5 Tahun Bikin Suasana Sidang Sudewo Memanas, Pendukung Ricuh

Jawa Tengah | Senin, 21 September 2026 | 21:03 WIB

vivo X500 Series Resmi Meluncur, Bawa Kamera 17EV dan Video 4K 240fps

vivo X500 Series Resmi Meluncur, Bawa Kamera 17EV dan Video 4K 240fps

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 21:02 WIB

Target E50 di Depan Mata, Impor Bensin Bakal Dihentikan?

Target E50 di Depan Mata, Impor Bensin Bakal Dihentikan?

Video | Senin, 21 September 2026 | 21:00 WIB

Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026

Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026

News | Senin, 21 September 2026 | 20:57 WIB

Dipicu Sengkarut U-Turn, 5 Pelaku Tawuran Bersenjata Stik Golf di Saharjo Diringkus Polisi

Dipicu Sengkarut U-Turn, 5 Pelaku Tawuran Bersenjata Stik Golf di Saharjo Diringkus Polisi

News | Senin, 21 September 2026 | 20:55 WIB

Viral Diklaim Bersama Istri Muda di Sukabumi, Polisi Tegaskan ASN Bogor Masih Hilang

Viral Diklaim Bersama Istri Muda di Sukabumi, Polisi Tegaskan ASN Bogor Masih Hilang

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 20:55 WIB

Humor yang Membunuh Sains: Menyoal Sentilan Prabowo dan Narasi Anti-Intelektual

Humor yang Membunuh Sains: Menyoal Sentilan Prabowo dan Narasi Anti-Intelektual

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 20:55 WIB

Pool Party Ngoetfest di Sukabumi Tuai Kecaman, Ada Penari Berpakaian Renang

Pool Party Ngoetfest di Sukabumi Tuai Kecaman, Ada Penari Berpakaian Renang

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 20:46 WIB

Nuansa Milan Hadir di Jakarta, Pameran Desain Ini Tampilkan 55 Karya Pilihan!

Nuansa Milan Hadir di Jakarta, Pameran Desain Ini Tampilkan 55 Karya Pilihan!

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 20:43 WIB

OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, KPK Sita Uang Tunai Ratusan Juta Rupiah

OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, KPK Sita Uang Tunai Ratusan Juta Rupiah

News | Senin, 21 September 2026 | 20:41 WIB

×