- Arus peti kemas Panjang naik 7,4% jadi 50.287 TEUs hingga Mei 2026.
- Ekspor tapioka melonjak 267%, jadi motor utama pertumbuhan terminal.
- Nilai ekspor Lampung tembus US$504,59 juta, naik 43,29% yoy.
Suara.com - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat arus peti kemas atau throughput di Terminal Petikemas Panjang tumbuh 7,40% secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga Mei 2026.
Berdasarkan data perusahaan, volume peti kemas sepanjang Januari-Mei 2026 mencapai 50.287 TEUs, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 46.824 TEUs.
Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK Daniel Setiawan mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas distribusi barang dan perdagangan yang dilayani melalui Terminal Petikemas Panjang.
"Pertumbuhan throughput di Area Panjang yang berada di atas rata-rata pertumbuhan IPC TPK secara nasional menunjukkan peran strategis terminal dalam mendukung kelancaran arus logistik dan perdagangan di wilayah Lampung. Kami akan terus menjaga keandalan layanan untuk memastikan kebutuhan pengguna jasa dapat terpenuhi secara optimal," ujar Daniel dalam keterangannya.
Kinerja positif tersebut ditopang oleh lonjakan ekspor sejumlah komoditas unggulan dari Lampung. Produk tapioca starch menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan kenaikan mencapai 267,37%. Disusul komoditas frozen shrimp atau udang beku yang tumbuh 28,90%, nanas naik 22,93%, serta refined glycerine meningkat 21,90%.
Tak hanya sektor ekspor, arus peti kemas domestik dan internasional juga sama-sama menunjukkan tren penguatan.
Hingga Mei 2026, throughput domestik mencapai 28.163 TEUs atau tumbuh 10,04% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara throughput internasional tercatat 22.124 TEUs atau meningkat 4,21% secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut sejalan dengan membaiknya aktivitas perdagangan di Lampung. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menunjukkan nilai ekspor daerah tersebut pada April 2026 mencapai US$ 504,59 juta, melonjak 43,29% dibandingkan April tahun lalu.
Di sisi lain, nilai impor Lampung juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 51,56% menjadi US$ 172,40 juta. Meningkatnya aktivitas ekspor-impor itu turut mendorong kebutuhan layanan logistik dan pergerakan peti kemas melalui Pelabuhan Panjang.
Secara nasional, kontribusi Area Panjang juga ikut mendongkrak performa IPC TPK. Hingga Mei 2026, perusahaan membukukan throughput sebesar 1,49 juta TEUs atau tumbuh 6,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dengan pertumbuhan 7,40%, Area Panjang tercatat sebagai wilayah dengan pertumbuhan throughput tertinggi kedua di lingkungan IPC TPK sepanjang lima bulan pertama tahun ini.
Sebagai terminal peti kemas utama di Lampung, IPC TPK Panjang terus memperkuat layanan operasional melalui peningkatan koordinasi dengan perusahaan pelayaran, pemilik barang, hingga pengguna jasa lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran layanan di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan dan distribusi barang.
Tren pertumbuhan ini sekaligus mempertegas posisi Terminal Petikemas Panjang sebagai salah satu gerbang logistik strategis yang menopang arus perdagangan domestik maupun internasional dari wilayah Lampung.