Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

Vania Rossa

Rabu, 24 Juni 2026 | 23:01 WIB
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
Diskusi bertajuk "Ekspor Satu Pintu dan Masa Depan Industri Sawit dan Tambang Nasional". (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Pemerintah dan pelaku industri membahas rencana kebijakan ekspor satu pintu komoditas strategis pada diskusi.
  • Kebijakan ini bertujuan meningkatkan tata kelola perdagangan, daya saing nasional, serta memperkuat posisi tawar harga komoditas global.
  • Keberhasilan kebijakan bergantung pada sinergi pemerintah, pelaku usaha, serta regulasi yang mendukung hilirisasi dan iklim investasi sehat.

Suara.com - Wacana penerapan kebijakan ekspor satu pintu untuk komoditas strategis seperti kelapa sawit dan hasil tambang mendapat beragam respons dari pemerintah, pelaku industri, hingga kalangan ekonom. Selain dinilai berpotensi memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global, kebijakan tersebut juga perlu dirancang secara matang agar tidak mengganggu kepastian usaha dan iklim investasi.

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, mengingatkan bahwa setiap kebijakan yang menyangkut tata kelola perdagangan komoditas harus mempertimbangkan berbagai dampak yang mungkin muncul.

"Setiap kebijakan perlu dirancang secara hati-hati agar mampu menjaga keseimbangan antara peningkatan daya saing nasional, kepastian usaha, dan iklim investasi yang sehat," kata Huda dalam diskusi bertajuk "Ekspor Satu Pintu dan Masa Depan Industri Sawit dan Tambang Nasional" yang ditayangkan TV Tempo, Rabu (24/6/2026).

Menurut Huda, Indonesia memang memiliki peluang besar untuk memperkuat perannya dalam perdagangan komoditas dunia. Namun, ia menilai keberhasilan kebijakan akan sangat bergantung pada kesiapan regulasi serta koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha.

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah, industri, dan lembaga kajian, yakni Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan, Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung, Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) Arif Perdana Kusumah, serta Nailul Huda dari CELIOS.

Dalam kesempatan itu, Ferry Irawan menjelaskan bahwa penguatan tata kelola ekspor merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun sistem perdagangan yang lebih baik dan memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian nasional.

"Penguatan tata kelola ekspor merupakan bagian dari upaya menciptakan sistem perdagangan yang lebih efisien, transparan, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional," ujar Ferry.

Menurutnya, reformasi tata kelola ekspor menjadi penting mengingat Indonesia merupakan salah satu negara penghasil berbagai komoditas strategis dunia, mulai dari minyak kelapa sawit, batu bara, hingga produk logam.

Sementara itu, Direktur Eksekutif PASPI Tungkot Sipayung menyoroti posisi Indonesia sebagai produsen sawit terbesar di dunia yang dinilai belum memiliki pengaruh sebanding dalam pembentukan harga komoditas global.

baca juga

Ia menyebut harga sawit internasional hingga kini masih banyak dipengaruhi oleh pusat perdagangan dan bursa komoditas yang berada di luar negeri. Karena itu, model ekspor yang lebih terintegrasi dinilai berpotensi memperkuat posisi tawar Indonesia.

"Dengan konsolidasi ekspor yang lebih baik, Indonesia tidak hanya menjadi produsen terbesar, tetapi juga berpeluang meningkatkan pengaruh terhadap mekanisme pembentukan harga komoditas global," kata Tungkot.

Menurut dia, penguatan posisi Indonesia dalam rantai perdagangan internasional dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan manfaat ekonomi dari sektor sawit yang selama ini menjadi andalan ekspor nasional.

Pandangan lain disampaikan Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Arif Perdana Kusumah. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan ekspor harus tetap mendukung agenda hilirisasi yang tengah dijalankan pemerintah.

"Penguatan kendali terhadap rantai pasok dan perdagangan komoditas strategis akan meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global," ujar Arif.

Ia menilai pengelolaan perdagangan komoditas yang lebih terintegrasi dapat membantu memperkuat industri dalam negeri sekaligus mendukung upaya peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi.

Meski memiliki sudut pandang yang berbeda, para narasumber sepakat bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan posisi strategisnya dalam perdagangan komoditas dunia. Namun, mereka menilai keberhasilan kebijakan ekspor satu pintu akan bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan dukungan regulasi yang jelas.

Dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, Indonesia dinilai tidak hanya berpotensi menjadi produsen utama komoditas strategis dunia, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk memperkuat pengaruh dalam perdagangan global dan meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Ekspor Mobil Buatan Indonesia Tancap Gas, Naik 31,4 Persen

Ekspor Mobil Buatan Indonesia Tancap Gas, Naik 31,4 Persen

Foto | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB