Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:30 WIB
Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah
ilustrasi Selat Hormuz. (Google Gemini)
baca 10 detik
  • Harga minyak dunia turun pada Jumat 26 Juni 2026 karena meredanya kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz.
  • Minyak Brent dan WTI mencatat penurunan tajam mingguan meski sempat terjadi insiden serangan kapal dekat Oman.
  • Gempa bumi di Venezuela memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi penurunan kapasitas produksi minyak akibat pemadaman listrik massal.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia bergerak turun pada perdagangan Jumat 26 Juni 2026, dan menjadi penurunan harga tertajam pekan ini.

Penurunan harga disebabkan meredanya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan, seiring mulai keluarnya sejumlah kapal tanker yang sempat tertahan di Selat Hormuz.

Kondisi ini terjadi meskipun sempat ada laporan mengenai kapal kargo yang terkena serangan di dekat Oman pada Kamis lalu.

Mengutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent turun 19 sen atau 0,25 persen ke level 75,07 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 13 sen atau 0,18 persen menjadi 71,79 dolar AS per barel.

Padahal pada perdagangan Kamis, kedua harga minyak acuan tersebut sempat melonjak lebih dari 2 persen setelah sebuah kapal kargo dihantam proyektil tak dikenal di perairan Oman.

Insiden tersebut sempat membuat badan pelayaran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membekukan program evakuasi sukarela mereka.

logo PBB (Bernd Dittrich/Unsplash)
logo PBB (Bernd Dittrich/Unsplash)

Dua pejabat Amerika Serikat (AS) kepada Reuters menyebutkan bahwa Iran melepaskan tembakan ke arah kapal kargo tersebut saat mencoba melintasi selat.

Sebaliknya, otoritas Iran menyatakan bahwa mereka tidak menjamin keamanan bagi kapal-kapal yang melintas di luar jalur resmi yang telah ditentukan di Selat Hormuz.

Analis IG, Tony Sycamore, menilai pelaku pasar saat ini akan mencermati kembali pergerakan lalu lintas kapal tanker akibat kembali munculnya premi risiko geopolitik ini.

baca juga

Pasar ingin melihat apakah aktivitas pengiriman akan berlanjut normal atau hambatan terbaru ini justru memaksa para produsen menahan rencana peningkatan produksi mereka.

Secara akumulatif, baik Brent maupun WTI diproyeksikan mencatat kerugian mingguan mendekati 7 persen. Meskipun ada insiden baru, data terbaru menunjukkan bahwa pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz pada minggu ini justru mencatat level tertinggi sejak pecahnya konflik antara AS-Israel dan Iran pada Februari lalu.

Peningkatan lalu lintas kapal ini didorong oleh adanya kesepakatan gencatan senjata yang membuka kembali jalur perairan strategis tersebut, di samping adanya aksi borong dari para pelaku dagang yang khawatir jalur tersebut akan kembali ditutup sewaktu-waktu.

Meski demikian, volume lalu lintas kapal saat ini dinilai masih jauh di bawah kondisi normal. Jumlah kapal yang melintas hanya sebagian kecil dari rata-rata harian sebelum konflik 28 Februari terjadi, yang kala itu bisa mencapai 125 kapal per hari.

Di sisi lain, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh bencana gempa bumi yang mengguncang Venezuela pada Kamis lalu.

Berdasarkan penilaian awal dari para pekerja industri setempat, kerusakan pada infrastruktur minyak, gas, dan kilang raksasa di Venezuela terpantau masih terbatas karena sebagian besar pusat produksi utama berada jauh dari pusat gempa.

Dua Gempa Besar Hantam Venezuela dalam 39 Detik: Mengapa Negara Itu Berisiko Tinggi Terhadap Gempa? [@ActualidadRT]
Dua Gempa Besar Hantam Venezuela dalam 39 Detik: Mengapa Negara Itu Berisiko Tinggi Terhadap Gempa? [@ActualidadRT]

Namun, sejumlah sumber menyebutkan bahwa pemadaman listrik massal pasca-gempa memicu keraguan pasar mengenai kemampuan Venezuela untuk mempertahankan kapasitas produksinya di level 1,2 juta barel per hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Pertamax Cs Berpotensi Turun, ESDM Beri Kabar Baik untuk Kantong Masyarakat

Harga Pertamax Cs Berpotensi Turun, ESDM Beri Kabar Baik untuk Kantong Masyarakat

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:51 WIB

Investor Ragu Komitmen Damai AS - Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Investor Ragu Komitmen Damai AS - Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 09:17 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:56 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:15 WIB

Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel

Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:36 WIB

Rupiah Menguat dan IHSG Terbang, Apakah Damai AS-Iran Jadi Titik Balik Ekonomi RI?

Rupiah Menguat dan IHSG Terbang, Apakah Damai AS-Iran Jadi Titik Balik Ekonomi RI?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 18:11 WIB

Terkini

Polusi Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk Dunia Pagi Ini

Polusi Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk Dunia Pagi Ini

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:21 WIB

Innalillahi, Guruh Soekarnoputra Berpulang

Innalillahi, Guruh Soekarnoputra Berpulang

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:18 WIB

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia Pagi Ini

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia Pagi Ini

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 07:13 WIB

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:04 WIB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:57 WIB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:48 WIB

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 06:40 WIB

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:31 WIB

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

×