Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.555.000
Beli Rp2.430.000
IHSG 6.175,535
LQ45 621,910
Srikehati 307,227
JII 366,948
USD/IDR 17.939

Rupiah Menguat dan IHSG Terbang, Apakah Damai AS-Iran Jadi Titik Balik Ekonomi RI?

Achmad Fauzi

Senin, 15 Juni 2026 | 18:11 WIB
Rupiah Menguat dan IHSG Terbang, Apakah Damai AS-Iran Jadi Titik Balik Ekonomi RI?
Ilustrasi, perdamaian perang antara Amerika Serikat dengan Iran. [Gemini AI].
baca 10 detik
  • Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai yang mengakhiri konflik serta membuka kembali jalur perdagangan Selat Hormuz.
  • Penurunan harga minyak dunia di bawah 90 dolar AS per barel memicu penguatan rupiah serta kenaikan IHSG.
  • Pemerintah Indonesia berpotensi menekan beban subsidi energi, namun ketidakpastian kebijakan ekonomi Amerika Serikat tetap diwaspadai pelaku pasar.

Suara.com - Ketegangan geopolitik yang selama beberapa bulan terakhir memanas akhirnya mulai mereda. Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan mencapai kesepakatan damai yang menandai berakhirnya konflik yang sempat mengguncang pasar global.

Kabar tersebut langsung disambut positif oleh pelaku pasar. Selain meredakan kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia, perdamaian ini juga membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang selama ini menjadi salah satu urat nadi perdagangan minyak global.

Harga Minyak Dunia Anjlok

Pembukaan kembali Selat Hormuz langsung berdampak pada harga minyak dunia. Setelah selama tiga bulan terakhir bertahan di atas level 100 dolar AS per barel, harga minyak kini merosot ke bawah 90 dolar AS.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun 3,58 dolar AS atau 4,10 persen menjadi 83,75 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS anjlok 4,01 dolar AS atau 4,72 persen ke level 80,87 dolar AS per barel.

Rupiah Ikut Perkasa

Infografis Damainya perang AS-Iran berdampak pada ekonomi Indonesia. [Gemini AI]
Infografis Damainya perang AS-Iran berdampak pada ekonomi Indonesia. [Gemini AI]

Tak hanya pasar komoditas yang merespons positif. Nilai tukar rupiah juga menunjukkan penguatan signifikan dan menjadi salah satu mata uang dengan performa terbaik di Asia.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan meredanya konflik membuat investor kembali optimistis terhadap aset-aset negara berkembang, termasuk Indonesia. Menurutnya, berkurangnya risiko geopolitik mendorong arus modal kembali masuk ke pasar negara berkembang sehingga menopang penguatan mata uang lokal.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp17.708 per dolar AS atau menguat 152 poin setara 0,85 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

baca juga

IHSG Terbang Lebih dari 4 Persen

Sentimen positif juga terasa di pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 4,12 persen pada perdagangan Senin (15/6/2026) ke level 6.254.

Riset RHB Indonesia Sekuritas menyebut meredanya konflik AS-Iran menjadi sentimen positif jangka pendek bagi pasar keuangan global.

Penurunan harga energi berpotensi mengurangi tekanan inflasi sehingga risiko kenaikan suku bunga juga ikut menurun. Kondisi tersebut menjadi katalis positif bagi pasar saham. Meski demikian, RHB mengingatkan risiko geopolitik global belum sepenuhnya hilang karena fokus kebijakan luar negeri AS bisa bergeser ke kawasan lain.

Dampak Positif untuk Ekonomi Indonesia?

Selain pasar keuangan, ekonomi Indonesia secara keseluruhan juga berpotensi memperoleh manfaat dari turunnya harga minyak dunia.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto menilai penurunan harga minyak berpotensi mengurangi beban fiskal pemerintah.

Menurutnya, anggaran untuk subsidi dan kompensasi energi dapat ditekan jika harga minyak bertahan rendah dalam jangka waktu yang cukup lama. Dengan begitu, ruang fiskal pemerintah menjadi lebih longgar dan dapat dialihkan untuk belanja produktif lainnya yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

Risiko Ketidakpastian Masih Mengintai

Meski begitu, Eko mengingatkan bahwa ketidakpastian global belum sepenuhnya berakhir. Ia menilai AS masih berpotensi mengeluarkan kebijakan ekonomi yang dapat memicu gejolak baru, termasuk kebijakan tarif perdagangan yang lebih agresif terhadap negara-negara mitra dagang.

Jika hal tersebut terjadi, sentimen pasar dapat kembali berubah dan berisiko menekan pertumbuhan ekonomi global.

Masyarakat Perlu Wait and See

Dengan berbagai perkembangan tersebut, masyarakat dan pelaku pasar masih perlu bersikap wait and see.

Perdamaian AS-Iran memang membawa angin segar bagi pasar global, namun dinamika geopolitik dan kebijakan ekonomi AS di bawah Presiden Donald Trump masih berpotensi menciptakan kejutan baru yang dapat memengaruhi perekonomian dunia dalam beberapa bulan mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masih Perkasa, Nilai Tukar Rupiah Naik Paling Tinggi di Asia ke Level Rp17.708

Masih Perkasa, Nilai Tukar Rupiah Naik Paling Tinggi di Asia ke Level Rp17.708

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 16:27 WIB

IHSG Meroket 5 Persen: Transaksi Rp17 Triliun, Ini Saham-saham yang Diborong

IHSG Meroket 5 Persen: Transaksi Rp17 Triliun, Ini Saham-saham yang Diborong

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 13:58 WIB

Prajogo Pangestu Full Senyum, Saham TPIA Paling Diburu Investor Asing di Sesi I

Prajogo Pangestu Full Senyum, Saham TPIA Paling Diburu Investor Asing di Sesi I

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 13:48 WIB

Terkini

Fenomena HopeTok di Era Digital: Kenapa Konten Positif Semakin Dicari GenZ?

Fenomena HopeTok di Era Digital: Kenapa Konten Positif Semakin Dicari GenZ?

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 12:30 WIB

Iran: Perang Berakhir Jika Menang Lawan Amerika Serikat atau Lewat Negosiasi

Iran: Perang Berakhir Jika Menang Lawan Amerika Serikat atau Lewat Negosiasi

News | Senin, 20 Juli 2026 | 12:24 WIB

Pelantikan Jampidsus Baru Tinggal Menghitung Hari

Pelantikan Jampidsus Baru Tinggal Menghitung Hari

News | Senin, 20 Juli 2026 | 12:18 WIB

Bantah Klaim Hotman Paris, Mensesneg Tegaskan Pemeriksaan Pejabat Tak Butuh Izin Presiden

Bantah Klaim Hotman Paris, Mensesneg Tegaskan Pemeriksaan Pejabat Tak Butuh Izin Presiden

News | Senin, 20 Juli 2026 | 12:18 WIB

Transportasi Darat Sumbang 87 Persen emisi, Bagaimana Kemenhub Percepat Dekarbonisasi?

Transportasi Darat Sumbang 87 Persen emisi, Bagaimana Kemenhub Percepat Dekarbonisasi?

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 12:16 WIB

Reborn Rookie: Kisah Konglomerat yang Terlahir Kembali sebagai Karyawan Baru

Reborn Rookie: Kisah Konglomerat yang Terlahir Kembali sebagai Karyawan Baru

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 12:15 WIB

Berapa Hadiah Pemenang Piala Dunia 2026? Segini Uang yang Dibawa Pulang Spanyol

Berapa Hadiah Pemenang Piala Dunia 2026? Segini Uang yang Dibawa Pulang Spanyol

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 12:15 WIB

Tragedi Maut di Kuningan: Pria Tewas Terjun dari Lantai 46, Isu Kerabat Pengacara Kondang Diselidiki

Tragedi Maut di Kuningan: Pria Tewas Terjun dari Lantai 46, Isu Kerabat Pengacara Kondang Diselidiki

News | Senin, 20 Juli 2026 | 12:14 WIB

Tiga WNA Asal India Dideportasi, Ini Perkaranya

Tiga WNA Asal India Dideportasi, Ini Perkaranya

Sumut | Senin, 20 Juli 2026 | 12:13 WIB

Kopi Kiwa: Menyesap Sensasi Kopi Premium di Pinggir Jalan GOR Kota Jambi

Kopi Kiwa: Menyesap Sensasi Kopi Premium di Pinggir Jalan GOR Kota Jambi

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 12:05 WIB

×