Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

M Nurhadi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 15 Juni 2026 | 20:15 WIB
Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak
Menteri EDM Bahlil Lahadalia [Suara.com/Yaumal]
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia tetap menjalankan kontrak impor minyak mentah jangka panjang dengan mitra negara saat ini.
  • Menteri ESDM menegaskan bahwa stabilitas pasokan energi domestik menjadi prioritas utama meski ketegangan geopolitik mulai mereda.
  • Indonesia berpotensi kembali mengimpor minyak dari Timur Tengah jika harga pasar dinilai lebih kompetitif dan rasional.

Suara.com - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk tetap konsisten menjalankan kontrak jangka panjang terkait impor minyak mentah (crude oil) dari sejumlah negara mitra.

Kebijakan ini akan terus berjalan sesuai kesepakatan awal, tanpa terpengaruh oleh draf rencana pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz pasca-meredanya ketegangan geopolitik global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa stabilitas pasokan energi dalam negeri merupakan prioritas utama. 

Dengan demikian, jaminan pasokan yang telah diamankan lewat perjanjian kerja sama sebelumnya tidak akan serta-merta diubah secara mendadak.

"Kalau persilat impor crude (minyak mentah), sekalipun Selat Hormuz-nya sudah dibuka, tetap kita sudah melakukan kontrak jangka panjang dengan negara-negara lain," tegas Bahlil saat memberikan keterangan kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6).

Sebagaimana diketahui, meletusnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran beberapa waktu lalu sempat melumpuhkan aktivitas maritim dengan ditutupnya Selat Hormuz.

Mengingat kawasan tersebut merupakan urat nadi logistik minyak dunia, blokade tersebut memaksa Indonesia melakukan langkah draf mitigasi cepat dengan mengalihkan sumber pasokan minyak dari Timur Tengah ke beberapa negara alternatif seperti Rusia, Angola, Amerika Serikat, hingga Australia.

Meskipun saat ini Indonesia telah mengamankan rantai pasok baru, Bahlil tidak menampik adanya kemungkinan bagi Indonesia untuk kembali mendatangkan komoditas minyak mentah dari kawasan Timur Tengah di masa mendatang.

Pengaktifan kembali jalur perdagangan tersebut sangat bergantung pada kalkulasi nilai keekonomian yang rasional.

baca juga

"Tapi kalau harganya lebih kompetitif, maka tidak menutup kemungkinan juga untuk kita mencoba untuk membuka akses pasar di Middle East (Timur Tengah)," urai Mantan Kepala BKPM tersebut.

Sinyal berakhirnya ketegangan militer antara Washington dan Teheran mengemuka menyusul adanya pernyataan resmi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump beserta Wakil Menteri Luar Negeri Iran.

Kedua belah pihak mengonfirmasi telah tercapainya draf kesepakatan awal demi menyudahi perselisihan, yang dibarengi dengan rencana normalisasi akses pelayaran di Selat Hormuz.

Perdana Menteri Pakistan, yang bertindak sebagai mediator utama dalam konflik ini, mengumumkan bahwa draf penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan bakal melangsungkan prosesi resmi di Swiss pada hari Jumat mendatang.

Dalam keterangannya, Presiden Trump memastikan bahwa Selat Hormuz nantinya dapat diakses kembali secara bebas tanpa dikenakan biaya retribusi tambahan. Kebijakan ini berjalan simultan dengan draf instruksi penarikan mundur blokade angkatan laut AS yang sebelumnya mengisolasi sejumlah pelabuhan dagang milik Iran.

Di sisi lain, sebagaimana dilansir oleh kantor berita resmi Iran, Mehr, draf kesepakatan bilateral tersebut mengamanatkan bahwa proses pemulihan operasional penuh di Selat Hormuz ditargetkan rampung dalam kurun waktu 30 hari ke depan, di mana kendali pengawasan navigasi tetap berada di bawah otoritas kedaulatan pemerintah Iran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?

Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:06 WIB

Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel

Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:36 WIB

Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M

Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:22 WIB

Rupiah Menguat dan IHSG Terbang, Apakah Damai AS-Iran Jadi Titik Balik Ekonomi RI?

Rupiah Menguat dan IHSG Terbang, Apakah Damai AS-Iran Jadi Titik Balik Ekonomi RI?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 18:11 WIB

Apakah Harga Minyak Dunia Kembali Normal Setelah AS - Iran Damai?

Apakah Harga Minyak Dunia Kembali Normal Setelah AS - Iran Damai?

News | Senin, 15 Juni 2026 | 17:35 WIB

Mendagri Apresiasi Stabilitas Inflasi Mei 2026, Minta Daerah Waspadai Kenaikan Minyak Goreng

Mendagri Apresiasi Stabilitas Inflasi Mei 2026, Minta Daerah Waspadai Kenaikan Minyak Goreng

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:58 WIB

Terkini

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:59 WIB

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:44 WIB

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

×