Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.301,765
LQ45 627,165
Srikehati 306,330
JII 376,355
USD/IDR 17.877

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Senin, 29 Juni 2026 | 07:24 WIB
IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?
Ilustrasi warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
baca 10 detik
  • IHSG melemah 4,55 persen ke level 5.896 pekan lalu akibat aksi jual bersih investor asing sebesar Rp3,4 triliun.
  • Perdagangan Senin, 29 Juni 2026, diprediksi bergerak terbatas dengan dukungan sentimen dana pemerintah dan rilis data inflasi domestik.
  • Faktor global seperti dinamika geopolitik Timur Tengah dan data ekonomi Amerika Serikat memengaruhi arah pergerakan pasar saham Indonesia.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak terbatas, pada awal perdagangan pekan ini setelah mencatat pelemahan tajam sepanjang pekan lalu.

Prospek IHSG, sentimen MSCI, arus dana asing, hingga sejumlah data ekonomi domestik dan global diperkirakan akan menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pergerakan pasar saham Indonesia.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, mengatakan IHSG sepanjang sepekan terakhir melemah sebesar 4,55 persen ke level 5.896.

Pelemahan tersebut dipicu oleh aksi jual bersih investor asing yang mencapai sekitar Rp3,4 triliun di seluruh pasar.

Menurutnya, IHSG sepekan terakhir bergerak tertekan sebesar 4,55 persen ke level 5.896 dengan didorong tekanan jual asing yang mencapai Rp3,4 triliun di seluruh perdagangan.

"Kami berpandangan faktor MSCI pascarelease masih menjadi perhatian. Meski tidak ada penurunan status ke frontier market, peringatan tersebut tetap ada apabila hingga November 2026 belum terdapat reformasi yang signifikan dari regulator," ujar Oktavianus dalam risetnya, Senin (29/6/2026).

Investor perlu mencari strategi investasi baru setelah Rebalancing MSCI. [Gemini AI]
Ilustrasi MSCI. [Gemini AI]

Ia melihat, pada perdagangan Senin (29/6), IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat secara terbatas.

Dirinya memperkirakan indeks akan bergerak pada area support 5.772 dan resistance 6.040, seiring indikator MACD yang mulai menunjukkan tren melandai.

Oktavianus menjelaskan, terdapat beberapa sentimen yang akan memengaruhi pasar. Pertama, perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah di tengah kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran.

baca juga

Menurutnya, apabila kembali terjadi eskalasi konflik, maka ketidakpastian pasar berpotensi meningkat. Namun, aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz yang mulai kembali normal memberikan dampak positif berupa penurunan harga minyak mentah dunia.

"Kedua, dari dalam negeri terdapat sentimen penempatan dana pemerintah hingga Rp400 triliun di bank-bank Himbara per 26 Juni 2026 yang berpotensi menjaga likuiditas perbankan dan mendukung penyaluran kredit," katanya.

Selain itu, pasar juga menantikan rilis data inflasi Indonesia periode Juni 2026 yang diperkirakan tumbuh 3,1 persensecara tahunan.

Meskipun lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya, angka tersebut dinilai masih berada dalam target Bank Indonesia, sehingga respons pasar diperkirakan tetap moderat.

Untuk strategi perdagangan, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan saham BBCA, BMRI, dan BBRI dengan pendekatan speculative buy.

BBCA memiliki level support di 5.800 dan resistance di 6.600, BMRI berada pada support 3.880 dan resistance 4.230, sedangkan BBRI memiliki support 2.770 dan resistance 3.050.

Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan ruang gerak IHSG pada awal pekan juga masih relatif terbatas.

Ilustrasi rupiah dengan dolar (Freepik/8photo)
Ilustrasi rupiah dengan dolar (Freepik/8photo)

"Untuk Senin, kami memperkirakan pergerakan IHSG akan cenderung terbatas dengan support berada di level 5.809 dan resistance di level 5.906," ujar Herditya.

Ia mengatakan, investor masih akan mencermati sejumlah sentimen eksternal maupun domestik, mulai dari pergerakan nilai tukar rupiah dan arus dana di pasar saham, data ketenagakerjaan Amerika Serikat termasuk Non-Farm Payrolls (NFP), hingga rencana efisiensi anggaran pemerintah.

"Dari sisi saham, investor dapat mencermati BULL pada kisaran 364–378, JSMR di kisaran 3.170–3.410, serta WIIM pada level 1.725–1.755," kata Herditya.

Dengan masih kuatnya pengaruh sentimen global dan domestik, IHSG, pasar saham Indonesia, serta pergerakan dana asing diperkirakan tetap menjadi perhatian utama investor dalam menentukan strategi investasi pada awal pekan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market

Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 06:08 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:52 WIB

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp393 Miliar dari Pasar Saham di Sesi I

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp393 Miliar dari Pasar Saham di Sesi I

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:09 WIB

Profil INACO (PT Niramas Utama Tbk): Saham IPO, Kondisi Keuangan, dan Pemegang Saham

Profil INACO (PT Niramas Utama Tbk): Saham IPO, Kondisi Keuangan, dan Pemegang Saham

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:39 WIB

Finex: Kepatuhan dan Edukasi Lebih Penting daripada Janji Untung Trading

Finex: Kepatuhan dan Edukasi Lebih Penting daripada Janji Untung Trading

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:23 WIB

Terkini

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

×