KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

M Nurhadi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:52 WIB
KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana
ARSIP. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Keraguan investor terhadap monetisasi kecerdasan buatan memicu aksi jual masif di bursa saham global pada 23 Juni 2026.
  • Indeks KOSPI Korea Selatan jatuh tajam hingga 10 persen akibat aksi jual bersih oleh investor asing dan institusi.
  • IHSG Indonesia melemah 0,72 persen seiring sikap investor yang menanti pengumuman klasifikasi pasar dari Morgan Stanley Capital International.

Suara.com - Gelombang kecemasan melanda pasar keuangan global seiring munculnya keraguan investor terhadap kemampuan perusahaan teknologi raksasa di Amerika Serikat dalam memonetisasi investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Kondisi ini memicu aksi jual masif yang membuat bursa saham Asia bertumbangan pada perdagangan Senin (23/6/2026), termasuk bursa saham Korea Selatan dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia.

Di Seoul, indeks acuan KOSPI yang sebelumnya sempat menikmati tren reli kuat, dipaksa menyerah dan terlempar jatuh dari level psikologis 9.000 poin. Berdasarkan data resmi dari Korea Exchange (KRX), indeks KOSPI dibuka melemah di level 9.083,54 atau terkoreksi 31,01 poin (0,34%) dari penutupan sebelumnya di 9.114,55.

Tekanan jual yang agresif sejak menit awal membuat indeks terus longsor hingga menyentuh posisi 8.203, atau mencatatkan kejatuhan tajam hingga 10 persen.

Kondisi serupa terjadi di dalam negeri. Pada pembukaan perdagangan, IHSG sebenarnya sempat bergerak optimistis di level 6.096,49 dan merangkak naik hingga mencetak level tertinggi harian di 6.121,77.

Namun, memasuki sesi kedua, indeks memangkas seluruh keuntungan tersebut dan berbalik arah hingga sempat tertekan ke bawah level 6.000, melanjutkan tren koreksi dari hari sebelumnya.

Menjelang penutupan sesi kedua, IHSG terpantau bertahan di level 6.072, atau melemah 0,72 persen dibandingkan posisi pembukaan pasar.

Pelemahan pada sektor perbankan tanah air tidak dipicu oleh aksi korporasi spesifik, melainkan karena sikap pelaku pasar yang menahan diri.

Para investor cenderung menunda keputusan investasi baru demi menantikan pengumuman krusial dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan merilis Annual Market Classification Review pada dini hari Waktu Indonesia Barat (WIB).

baca juga

Laporan ini sangat dinanti untuk menentukan apakah posisi pasar modal Indonesia tetap bertahan di dalam kelompok Emerging Market (Pasar Berkembang) atau justru diturunkan. 

Modal Asing Kabur dari Korea, Investor Ritel Berjuang Sendiri

Mengutip laporan Business Korea, penurunan tajam tidak hanya melanda KOSPI, tetapi juga berimbas pada indeks KOSDAQ yang padat saham pertumbuhan teknologi. Melemahnya sentimen ini merupakan efek domino dari kejatuhan indeks Nasdaq di Wall Street.

Arah pergerakan pasar sepenuhnya dikendalikan oleh aksi jual bersih secara agresif oleh penanam modal internasional dan institusi, yang bergegas mengamankan keuntungan (profit taking) dan mengurangi porsi aset berisiko domestik . Investor asing menjadi motor pelemahan dengan membukukan nilai net sell sebesar 1,18 triliun won hingga 1,8 triliun won di awal sesi .

Langkah ini diikuti oleh investor institusi yang melepas kepemilikan saham senilai 65 miliar won hingga 205 miliar won. Aktivitas perdagangan berbasis algoritma program juga mencatatkan nilai jual masif di atas 1,67 triliun won.

Di tengah gempuran aksi jual tersebut, investor ritel domestik menjadi satu-satunya kelompok yang gigih melakukan aksi beli. Investor individu memanfaatkan momentum koreksi ini dengan melakukan akumulasi saham secara bersih berkisar antara 1,24 triliun won hingga 1,97 triliun won. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp393 Miliar dari Pasar Saham di Sesi I

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp393 Miliar dari Pasar Saham di Sesi I

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:09 WIB

Profil INACO (PT Niramas Utama Tbk): Saham IPO, Kondisi Keuangan, dan Pemegang Saham

Profil INACO (PT Niramas Utama Tbk): Saham IPO, Kondisi Keuangan, dan Pemegang Saham

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:39 WIB

Finex: Kepatuhan dan Edukasi Lebih Penting daripada Janji Untung Trading

Finex: Kepatuhan dan Edukasi Lebih Penting daripada Janji Untung Trading

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:23 WIB

IHSG Kembali Terperosok 1,29% di Sesi I, ANTM hingga INCO Jadi Pemberat

IHSG Kembali Terperosok 1,29% di Sesi I, ANTM hingga INCO Jadi Pemberat

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:41 WIB

Daftar Pemegang Saham RANS Entertainmen, Ini Gurita Bisnis yang Mau IPO

Daftar Pemegang Saham RANS Entertainmen, Ini Gurita Bisnis yang Mau IPO

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:28 WIB

DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas

DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:27 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×