Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

M Nurhadi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:52 WIB
KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana
ARSIP. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Keraguan investor terhadap monetisasi kecerdasan buatan memicu aksi jual masif di bursa saham global pada 23 Juni 2026.
  • Indeks KOSPI Korea Selatan jatuh tajam hingga 10 persen akibat aksi jual bersih oleh investor asing dan institusi.
  • IHSG Indonesia melemah 0,72 persen seiring sikap investor yang menanti pengumuman klasifikasi pasar dari Morgan Stanley Capital International.

Suara.com - Gelombang kecemasan melanda pasar keuangan global seiring munculnya keraguan investor terhadap kemampuan perusahaan teknologi raksasa di Amerika Serikat dalam memonetisasi investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Kondisi ini memicu aksi jual masif yang membuat bursa saham Asia bertumbangan pada perdagangan Senin (23/6/2026), termasuk bursa saham Korea Selatan dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia.

Di Seoul, indeks acuan KOSPI yang sebelumnya sempat menikmati tren reli kuat, dipaksa menyerah dan terlempar jatuh dari level psikologis 9.000 poin. Berdasarkan data resmi dari Korea Exchange (KRX), indeks KOSPI dibuka melemah di level 9.083,54 atau terkoreksi 31,01 poin (0,34%) dari penutupan sebelumnya di 9.114,55.

Tekanan jual yang agresif sejak menit awal membuat indeks terus longsor hingga menyentuh posisi 8.203, atau mencatatkan kejatuhan tajam hingga 10 persen.

Kondisi serupa terjadi di dalam negeri. Pada pembukaan perdagangan, IHSG sebenarnya sempat bergerak optimistis di level 6.096,49 dan merangkak naik hingga mencetak level tertinggi harian di 6.121,77.

Namun, memasuki sesi kedua, indeks memangkas seluruh keuntungan tersebut dan berbalik arah hingga sempat tertekan ke bawah level 6.000, melanjutkan tren koreksi dari hari sebelumnya.

Menjelang penutupan sesi kedua, IHSG terpantau bertahan di level 6.072, atau melemah 0,72 persen dibandingkan posisi pembukaan pasar.

Pelemahan pada sektor perbankan tanah air tidak dipicu oleh aksi korporasi spesifik, melainkan karena sikap pelaku pasar yang menahan diri.

Para investor cenderung menunda keputusan investasi baru demi menantikan pengumuman krusial dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan merilis Annual Market Classification Review pada dini hari Waktu Indonesia Barat (WIB).

baca juga

Laporan ini sangat dinanti untuk menentukan apakah posisi pasar modal Indonesia tetap bertahan di dalam kelompok Emerging Market (Pasar Berkembang) atau justru diturunkan. 

Modal Asing Kabur dari Korea, Investor Ritel Berjuang Sendiri

Mengutip laporan Business Korea, penurunan tajam tidak hanya melanda KOSPI, tetapi juga berimbas pada indeks KOSDAQ yang padat saham pertumbuhan teknologi. Melemahnya sentimen ini merupakan efek domino dari kejatuhan indeks Nasdaq di Wall Street.

Arah pergerakan pasar sepenuhnya dikendalikan oleh aksi jual bersih secara agresif oleh penanam modal internasional dan institusi, yang bergegas mengamankan keuntungan (profit taking) dan mengurangi porsi aset berisiko domestik . Investor asing menjadi motor pelemahan dengan membukukan nilai net sell sebesar 1,18 triliun won hingga 1,8 triliun won di awal sesi .

Langkah ini diikuti oleh investor institusi yang melepas kepemilikan saham senilai 65 miliar won hingga 205 miliar won. Aktivitas perdagangan berbasis algoritma program juga mencatatkan nilai jual masif di atas 1,67 triliun won.

Di tengah gempuran aksi jual tersebut, investor ritel domestik menjadi satu-satunya kelompok yang gigih melakukan aksi beli. Investor individu memanfaatkan momentum koreksi ini dengan melakukan akumulasi saham secara bersih berkisar antara 1,24 triliun won hingga 1,97 triliun won. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp393 Miliar dari Pasar Saham di Sesi I

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp393 Miliar dari Pasar Saham di Sesi I

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:09 WIB

Profil INACO (PT Niramas Utama Tbk): Saham IPO, Kondisi Keuangan, dan Pemegang Saham

Profil INACO (PT Niramas Utama Tbk): Saham IPO, Kondisi Keuangan, dan Pemegang Saham

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:39 WIB

Finex: Kepatuhan dan Edukasi Lebih Penting daripada Janji Untung Trading

Finex: Kepatuhan dan Edukasi Lebih Penting daripada Janji Untung Trading

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:23 WIB

IHSG Kembali Terperosok 1,29% di Sesi I, ANTM hingga INCO Jadi Pemberat

IHSG Kembali Terperosok 1,29% di Sesi I, ANTM hingga INCO Jadi Pemberat

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:41 WIB

Daftar Pemegang Saham RANS Entertainmen, Ini Gurita Bisnis yang Mau IPO

Daftar Pemegang Saham RANS Entertainmen, Ini Gurita Bisnis yang Mau IPO

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:28 WIB

DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas

DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:27 WIB

Terkini

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:42 WIB

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:34 WIB

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:59 WIB

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:46 WIB

Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara

Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:36 WIB

Teknologi AI Bikin Purbaya Lebih Cepat Endus Pakaian Bekas Impor Ilegal

Teknologi AI Bikin Purbaya Lebih Cepat Endus Pakaian Bekas Impor Ilegal

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:36 WIB

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp393 Miliar dari Pasar Saham di Sesi I

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp393 Miliar dari Pasar Saham di Sesi I

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:09 WIB

BUMI Resmi Tak Bagikan Dividen, Ke Mana Larinya Laba Bersih Tahun 2025?

BUMI Resmi Tak Bagikan Dividen, Ke Mana Larinya Laba Bersih Tahun 2025?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB