Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Senin, 29 Juni 2026 | 08:56 WIB
OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar
Ilustrasi PHK. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • OJK mengimbau bank mewaspadai penurunan daya beli dan ancaman PHK akibat volatilitas ekonomi global serta domestik saat ini.
  • Penurunan daya beli berpotensi meningkatkan risiko kredit pada segmen UMKM dan konsumsi yang sensitif terhadap perubahan ekonomi.
  • OJK melakukan pengawasan ketat dan uji ketahanan berkala guna memastikan permodalan serta likuiditas bank tetap terjaga stabil.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan industri perbankan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penurunan daya beli masyarakat.

Hal ini terkait ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), serta risiko inflasi akibat volatilitas ekonomi global dan domestik.

Kondisi perbankan Indonesia, stabilitas sistem keuangan, dan pertumbuhan kredit dinilai perlu terus dijaga agar tetap mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan perlambatan daya beli masyarakat berpotensi meningkatkan risiko kredit, terutama pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kredit konsumsi yang lebih sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi.

OJK menilai, perbankan Indonesia masih memiliki ketahanan yang kuat, namun risiko ekonomi global dan domestik tetap perlu diantisipasi melalui penguatan manajemen risiko dan pengawasan.

"Bank perlu mewaspadai penurunan daya beli masyarakat dan ancaman PHK lebih lanjut serta risiko inflasi ke depan sebagai dampak volatilitas ekonomi global dan domestik yang dapat berdampak pada peningkatan risiko kredit pada segmen UMKM dan konsumsi yang memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap perubahan kondisi ekonomi,"ujar Dian Ediana Rae dalam jawaban tertulisnya, Senin (29/6/2026).

Menurut Dian, OJK menyadari dinamika ekonomi global dan domestik masih akan memengaruhi kinerja industri perbankan nasional.

Oleh karena itu, OJK secara rutin melaksanakan stress test bersama perbankan menggunakan berbagai skenario yang mencakup kondisi perekonomian, pasar keuangan, hingga perkembangan politik, baik di dalam maupun luar negeri.

"Kami menyadari bahwa dinamika perkembangan situasi global dan domestik diperkirakan akan tetap mewarnai kinerja perbankan Indonesia," katanya.

baca juga

Oleh karena itu, dia menambahkan, stress test dilakukan secara rutin, baik oleh OJK maupun oleh perbankan secara mandiri menggunakan berbagai skenario.

"Dengan demikian, OJK maupun bank dapat mengidentifikasi secara dini kondisi yang perlu menjadi perhatian serta menyiapkan mitigasi risiko yang tepat dan terukur, termasuk antisipasi dampaknya terhadap permodalan maupun likuiditas perbankan," jelas Dian.

Berdasarkan hasil stress test tersebut, permodalan industri perbankan dinilai masih berada pada level yang memadai untuk menghadapi berbagai risiko akibat perubahan signifikan kondisi makroekonomi.

Dari sisi likuiditas, OJK mencatat Loan to Deposit Ratio (LDR) per April 2026 berada pada level 86,88 persen.

Sementara itu, rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) mencapai 111,13 persen dan Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 25,39 persen.

Kedua rasio tersebut masih jauh di atas ambang batas masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

"Dalam kondisi tersebut, bank juga cenderung lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit sehingga dapat memengaruhi dinamika pertumbuhan kredit ke depan," jelasnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. [Suara.com/Rina Anggraeni]
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. [Suara.com/Rina Anggraeni]

Selain itu, Capital Adequacy Ratio (CAR) industri perbankan tercatat sebesar 23,97 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa perbankan masih memiliki bantalan modal yang kuat untuk menyerap berbagai potensi risiko yang mungkin muncul.

Di tengah gejolak pasar keuangan, kualitas kredit perbankan juga tetap terjaga. Hal itu tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) sebesar 2,17 persen dan Loan at Risk (LaR) sebesar 8,82 persen.

OJK menilai, belum terdapat peningkatan signifikan rasio NPL pada sektor-sektor produktif yang menjadi penopang utama penyaluran kredit perbankan.

Untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, OJK juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

"OJK senantiasa secara aktif berkoordinasi dengan Pemerintah serta pemangku kepentingan terkait, termasuk yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), guna memperkuat bauran kebijakan, monitoring, dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan secara sehat dan berkelanjutan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan," tutur Dian.

Melalui penguatan koordinasi, pengawasan, serta pelaksanaan stress test secara berkala, OJK optimistis industri perbankan Indonesia tetap memiliki ketahanan yang kuat dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Stabilitas sistem keuangan, likuiditas perbankan, serta kualitas kredit diharapkan tetap terjaga sehingga mampu mendukung pertumbuhan kredit dan pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja

Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:17 WIB

Ancaman PHK Meningkat, Pendaftaran Program Indonesia Pintar Ikut Melonjak

Ancaman PHK Meningkat, Pendaftaran Program Indonesia Pintar Ikut Melonjak

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:41 WIB

OJK Respons Kritik MSCI, Pasar Modal RI Dinilai Tetap Kompetitif

OJK Respons Kritik MSCI, Pasar Modal RI Dinilai Tetap Kompetitif

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:26 WIB

Tak Lagi Bebas, OJK Batasi Kepemilikan Asing dan Atur Ulang Bisnis BNPL

Tak Lagi Bebas, OJK Batasi Kepemilikan Asing dan Atur Ulang Bisnis BNPL

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:09 WIB

Sah! OJK Restui Jeffrey Hendrik Jadi Bos BEI 2026-2030, Ini Susunan Lengkap Direksinya

Sah! OJK Restui Jeffrey Hendrik Jadi Bos BEI 2026-2030, Ini Susunan Lengkap Direksinya

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:31 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×