- IHSG melemah 1,41 persen ke level 5.738 pada pembukaan perdagangan Selasa, 30 Juni 2026 di Bursa Efek Indonesia.
- Sebanyak 405 saham mengalami penurunan harga di tengah volume transaksi mencapai 1,12 miliar lembar saham senilai Rp1,06 triliun.
- Investor asing mencatatkan aksi jual bersih pada saham berkapitalisasi besar, meskipun pasar diproyeksikan berpeluang mengalami pembalikan arah menguat.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah di zona merah ke level 5.801 pada pembukaan perdagangan, Selasa, 30 Juni 2026.
Berdasarkan data Stokbit, hingga pukul 09.05 WIB, IHSG justru masih melorot 1,41 persen atau 82.23 poin ke level 5.738
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 1,12 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp 1,06 triliun serta frekuensi sebesar 104.58 kali.
Di waktu itu, terdapat 131 saham menghijau, sedangkan, 405 saham merosot. Sisanya, 427 saham masih belum bergerak alias stagnan.
![IHSG merosot tajam pada perdagangan sesi I hari ini. [ANTARA].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/12/55285-ihsg.jpg)
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- AYLS
- MSKY
- BOBA
- DEPO
- ASPI
Top Loser
- UVCR
- PANS
- OILS
- GPSO
- KDTN
Sementara, berikut saham yang banyak dibeli dan dijual investor asing di waktu tersebut:
Net Foreign Buy
- DSSA - Rp55,87 miliar
- PGAS - Rp39,86 miliar
- ANTM - Rp36,54 miliar
- BREN - Rp15,32 miliar
- BUMI - Rp13,02 miliar
Net Foreign Sell
- BBCA - Rp423,63 miliar
- BMRI - Rp97,82 miliar
- TLKM - Rp71,29 miliar
- BBRI - Rp53,78 miliar
- AADI - Rp43,18 miliar
Proyeksi IHSG
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk perdagangan Selasa (30/6/2026) diperkirakan bakal bergerak di zona hijau.
Peluang pembalikan arah (rebound) ini terbuka lebar setelah pada penutupan perdagangan awal pekan kemarin, indeks domestik terpuruk cukup dalam dengan melemah 75,3 poin atau ambles 1,28 persen ke posisi 5.820,7.
Optimisme pasar hari ini didorong oleh angin segar dari bursa global dan regional yang kompak melesat. Sentimen positif tersebut diharapkan mampu meredam aksi lego saham oleh investor asing yang pada hari sebelumnya mencatatkan nilai jual bersih (net foreign sell) mencapai sekitar Rp854 miliar, dengan tekanan jual terbesar melanda saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BMRI, TLKM, BBRI, dan AADI.
Secara teknikal, tim riset BNI Sekuritas melihat adanya peluang bagi IHSG untuk melepaskan diri dari tekanan jangka pendek dan bergerak menguat menuju area batas atas terdekat. Level pengujian pergerakan indeks untuk hari ini diproyeksikan berada pada rentang berikut:
Support Teknis: 5.750 – 5.800
Resistance Teknis: 5.850 – 5.870
Disclaimer: Pergerakan harga instrumen pasar modal, termasuk saham dan reksa dana, memiliki risiko fluktuasi yang tinggi serta dipengaruhi oleh sentimen ekonomi makro dan global secara dinamis. Informasi dan proyeksi harian dari sekuritas ini disediakan semata-mata sebagai referensi edukasi pasar, bukan merupakan ajakan mutlak atau jaminan kepastian keuntungan atas aktivitas investasi atau trading pribadi Anda.