- Saham PT Bumi Resources Tbk turun menjadi Rp135 per lembar pada Selasa, 30 Juni 2026, setelah melemah 3,55 persen.
- Data menunjukkan harga saham BUMI terkoreksi 61,4 persen secara tahun berjalan meski terdapat potensi pembalikan arah teknikal mendatang.
- BUMI mendivestasikan 3,03 persen saham PT Citra Palu Mineral senilai Rp151,99 miliar kepada anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk.
Suara.com - Pergerakan saham emiten produsen batu bara termal raksasa, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), kembali mengalami tekanan pada paruh pertama perdagangan tengah pekan.
Pada penutupan sesi I hari ini, Selasa (30/6/2026), saham BUMI bertengger di level Rp135 per lembar, atau mencatatkan pelemahan sebesar 3,55 persen jika dikomparasikan dengan posisi pada saat pembukaan pasar pagi tadi.
Koreksi ini memperpanjang tren minor yang dialami perseroan. Pada perdagangan sehari sebelumnya, Senin (29/6/2026), saham BUMI bergerak stagnan dan ditutup di level Rp141 per lembar.
Jika diakumulasikan, dalam kurun waktu sepekan terakhir harga saham BUMI telah menyusut 12,9 persen, sementara dalam sebulan ke belakang melorot 15 persen. Bahkan secara berjalan sepanjang tahun (year to date/ytd), performa harga sahamnya telah terkoreksi hingga 61,4 persen.
Kendati tengah berada dalam fase penurunan jangka pendek, tim riset CGS International Sekuritas Indonesia melihat adanya potensi pembalikan arah bagi pergerakan saham BUMI untuk menguji area batas atas (resistance).
Struktur teknis ini dapat dimanfaatkan oleh para pemodal untuk memetakan strategi pencarian keuntungan (cuan) yang terukur.
Dalam catatan riset harian untuk perdagangan Selasa (30/6/2026), CGS International Sekuritas mengidentifikasi bahwa saham BUMI saat ini sedang menguji area batas bawah (support) di kisaran Rp136 hingga Rp138.
Apabila pergerakan harga mampu bertahan dan memantul dari area tersebut, indeks saham BUMI berpeluang menuju target penguatan terdekat di level Rp144 sampai Rp148 per lembar saham.
Di sisi lain, minat pemodal global terhadap emiten ini tampaknya mulai kembali terbentuk. Berdasarkan data dari platform Stockbit, aliran dana investor luar negeri mencatatkan aksi beli bersih (net foreign buy) dengan akumulasi nilai mencapai Rp13 miliar pada perdagangan awal pekan kemarin.
Divestasi Saham PT Citra Palu Mineral
Dari sisi aksi korporasi, PT Bumi Resources Tbk baru-baru ini merealisasikan langkah restrukturisasi portofolio dengan melepas sebagian kepemilikan saham pada anak usahanya, PT Citra Palu Mineral (CPM).
Emiten batu bara ini mendivestasikan seluruh kepemilikan langsungnya di CPM yang tercatat sebesar 3,03 persen.
Transaksi pelepasan aset tersebut disepakati dengan nilai investasi mencapai US$9.056.800 atau setara dengan kurang lebih Rp151,99 miliar.
Seluruh portofolio yang terdiri atas 24.999 saham Seri A dan 927.236 saham Seri C tersebut dialihkan kepada anak usaha perseroan lainnya, yaitu PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Manajemen BUMI menegaskan bahwa pelepasan saham ini merupakan bagian integral dari peta jalan transisi jangka panjang serta agenda diversifikasi bisnis perseroan.
Melalui kebijakan ini, kendali modal akan difokuskan pada pengelolaan aset-aset yang memiliki potensi imbal hasil jangka pendek dengan posisi kepemilikan pengendali yang kuat.
"Melalui divestasi ini, Perseroan dapat mengalokasikan kembali modalnya untuk mendukung inisiatif pertumbuhan yang terus dijalankan sejalan dengan agenda diversifikasi Perseroan," ungkap manajemen dalam rilis dokumen resminya.
Melalui skema kepemilikan bertingkat ini, manajemen memastikan bahwa struktur pendapatan korporasi tidak akan kehilangan momentum secara penuh.
Meskipun BUMI tidak lagi memegang kendali saham CPM secara langsung, perseroan dipastikan tetap memiliki eksposur ekonomi tidak langsung atas pertumbuhan kinerja CPM melalui kepemilikan saham utama yang mereka kuasai di dalam BRMS.
Disclaimer: Konten ini dirancang sebagai sarana diseminasi informasi kinerja korporasi dan edukasi pasar modal, bukan merupakan bentuk rekomendasi resmi untuk mentransaksikan aset tertentu. Perubahan harga saham dipengaruhi oleh dinamika pasar dan kinerja keuangan perusahaan secara dinamis; investor diharapkan melakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan finansial.