Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?

M Nurhadi

Selasa, 30 Juni 2026 | 20:11 WIB
Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?
Sejumlah pekerja mengangkat buah kelapa sawit di Kabupaten Siak, Selasa (26/5/2026). [Ist]
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan program B50 pada 30 Juni 2026 untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui biodiesel.
  • Implementasi B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun dengan menghentikan ketergantungan pada impor bahan bakar solar.
  • Program ini menghadapi tantangan pendanaan subsidi akibat selisih harga tinggi antara minyak kelapa sawit dan minyak bumi.

Suara.com - Pemerintah  resmi meluncurkan program mandatori pemanfaatan bahan bakar B50 (bauran 50% biodiesel berbasis minyak kelapa sawit dan 50% minyak solar konvensional). 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan optimismenya bahwa kebijakan ini akan membawa dampak besar bagi ketahanan energi nasional.

Berdasarkan kalkulasi kementerian, implementasi penuh B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara dari pos impor bahan bakar hingga mencapai Rp 157,28 triliun (setara USD 8,78 miliar) pada tahun ini.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan estimasi penghematan program B40 sebelumnya yang berada di kisaran Rp 139,8 triliun.

"Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor solar mulai tahun ini," ujar Bahlil dalam pernyataan resminya, Selasa (30/6/2026).

Meskipun pasokan energi global dilaporkan mulai membaik pasca-kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran, pemerintah memilih untuk tetap waspada.

Bahlil menegaskan bahwa strategi energi nasional akan tetap mengacu pada skenario terburuk guna mengantisipasi potensi volatilitas pasar yang bisa terjadi hingga akhir tahun.

Pada tahap awal, bahan bakar ramah lingkungan B50 ini akan dialokasikan secara masif untuk sektor transportasi publik seperti bus dan truk, armada mesin operasional berat, sektor pertanian, moda transportasi laut, serta pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Hitung-hitungan Subsidi dan Risiko Anggaran

baca juga

Kendati menawarkan potensi penghematan impor yang masif, keberlanjutan program B50 saat ini tengah dibayangi oleh tantangan ekonomi yang cukup pelik.

Dilansir dari Reuters, analis menyoroti adanya jurang harga (price gap) yang melebar antara minyak sawit mentah (CPO) dan minyak bumi global.

Tren penurunan harga minyak mentah dunia—di mana jenis Brent merosot hingga 21 persen ke level USD 73 per barel akibat melimpahnya pasokan global—berbanding terbalik dengan harga CPO dalam negeri yang justru tetap bertengger di level tinggi karena ekspektasi lonjakan permintaan domestik.

Per Juni, harga komoditas kelapa sawit tercatat lebih mahal hingga USD 260 per metrik ton dibandingkan dengan solar konvensional.

Secara historis, pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) selalu menambal selisih harga ini menggunakan dana dari pungutan ekspor sawit agar harga biodiesel di tingkat konsumen tetap terjangkau.

  • Skenario Ideal: Berdasarkan analisis Institute for Essential Services Reform (IESR), subsidi tidak diperlukan apabila rasio harga satu ton CPO di bawah 10 kali lipat harga satu barel minyak mentah dunia.
  • Kondisi Riil Saat Ini: Saat ini harga minyak bumi berada di kisaran USD 72 per barel, sementara harga kelapa sawit melonjak di atas USD 1.100 per ton. Artinya, rasio harga sudah menembus lebih dari 15 kali lipat, sehingga intervensi subsidi menjadi mutlak diperlukan.

Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa, mengingatkan bahwa skema ini aman selama kas BPDPKS mencukupi. Namun, jika dana pungutan tersebut terkuras, anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) berisiko turun tangan untuk menutup defisitnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Sentil BPKP soal Audit 10 Perusahaan Sawit Diduga Manipulasi Ekspor CPO

Purbaya Sentil BPKP soal Audit 10 Perusahaan Sawit Diduga Manipulasi Ekspor CPO

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 17:06 WIB

Solar B50 Dijual Besok, Aman untuk Mobil dan Genset? Pakar Jelaskan Faktanya

Solar B50 Dijual Besok, Aman untuk Mobil dan Genset? Pakar Jelaskan Faktanya

Otomotif | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:34 WIB

B50 untuk Mobil Apa Saja? BBM Baru yang Katanya Akan Dirilis 1 Juli 2026

B50 untuk Mobil Apa Saja? BBM Baru yang Katanya Akan Dirilis 1 Juli 2026

Otomotif | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:08 WIB

Program Pemerintah B50 Diyakini Tak Terhambat Pasokan CPO

Program Pemerintah B50 Diyakini Tak Terhambat Pasokan CPO

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 17:15 WIB

Dibalik Mandatori Biodiesel Sawit B50, Potensi Deforestasi Setara 22 Kali Luas Jakarta Mengintai

Dibalik Mandatori Biodiesel Sawit B50, Potensi Deforestasi Setara 22 Kali Luas Jakarta Mengintai

News | Senin, 29 Juni 2026 | 14:06 WIB

B50 Dijual Mulai 1 Juli 2026, Apakah Biodiesel Sawit Aman untuk Mobil Diesel Lama ?

B50 Dijual Mulai 1 Juli 2026, Apakah Biodiesel Sawit Aman untuk Mobil Diesel Lama ?

Otomotif | Senin, 29 Juni 2026 | 13:19 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×