Purbaya Sentil BPKP soal Audit 10 Perusahaan Sawit Diduga Manipulasi Ekspor CPO

Dicky Prastya

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:06 WIB
Purbaya Sentil BPKP soal Audit 10 Perusahaan Sawit Diduga Manipulasi Ekspor CPO
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya mempertanyakan kelanjutan proses audit BPKP terhadap sepuluh perusahaan sawit yang diduga memanipulasi ekspor CPO.
  • Purbaya menegaskan akan segera melengkapi data tambahan kepada BPKP agar audit atas dugaan manipulasi harga ekspor segera selesai.
  • Manipulasi harga ekspor CPO tersebut dilakukan dengan melaporkan nilai barang jauh lebih rendah sehingga negara mengalami kerugian signifikan.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempertanyakan hasil proses audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait 10 perusahaan sawit yang diduga melakukan manipulasi ekspor Crude Palm Oil (CPO).

Hal ini diungkap Menkeu Purbaya saat menghadiri Penandatanganan Komitmen Penyerahan Hibah Tanah seluas 30 hektare oleh PT Lippo Cikarang Tbk kepada Pemerintah di Wisma Danantara, Jakarta, pada Senin (29/6/2026). Diketahui acara itu juga dihadiri Kepala BPKP, Muhammad Yusuf Ateh.

"Pak Ateh masih bisa kerja Pak? Yang kemarin belum selesai tuh, yang 10 perusahaan itu," sindir Purbaya dalam acara tersebut yang disiarkan virtual, dikutip Selasa (30/6/2026).

Dalam percakapan tersebut, Purbaya baru mengetahui bahwa ada data yang masih kurang. Namun ia siap untuk kembali menyerahkan data tambahan untuk keperluan audit BPKP.

"Data kurang? Oh enggak pernah kasih tau. Oh gitu ya, nanti saya follow up Pak. Nanti saya ke kantor besok deh biar diberesin. Biar kalau ada ini jadi, nanti jangan sampai terbebani sampai enggak bisa selesai yang itu. Aman kan ya?" timpal dia.

Diketahui 10 perusahaan sawit yang diduga manipulasi ekspor CPO ini diungkap Purbaya ketika mendatangi Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, bulan lalu.

Sejumlah pekerja memasukkan kelapa sawit ke dalam truk pengangkut di Kabupaten Siak, Selasa (26/5/2026). [Ist]
Ilustrasi sawit. Foto: Sejumlah pekerja memasukkan kelapa sawit ke dalam truk pengangkut di Kabupaten Siak, Selasa (26/5/2026). [Ist]

Meski mengaku kedatangannya atas undangan makan siang, Purbaya terlihat membawa banyak map. Map-map tersebut berisikan berkas mengenai sejumlah daftar perusahaan minyak sawit mentah (CPO) yang melakukan manipulasi harga ekspor.

Purbaya sengaja membawanya untuk berjaga-jaga semisal Presiden Prabowo Subianto bertanya dan meminta laporan.

"Ini jaga jaga aja kalau biar kalau ditanya bisa jawab. Ini ada beberapa catatan perusahaan CPO yang mana yang lakukan manipulasi harga. Jadi kalau ditanya saya akan jawab," kata Purbaya di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (21/5/2026).

baca juga

Bendahara negara ini bahkan berhenti sejenak meladeni pertanyaan awak media terkait kehadirannya di Istana. Ia menunjukkan lembaran berkas di map yang berisi sejumlah grafik.

"Jadi ini ada 10 perusahaan besar, 3 pengapalan, masing masing perusahaan saya random pilih. Mereka kelihatan sekali melakukan manipulasi harga, ekspor ke Amerika misalnya," kata Purbaya sembari melihat berkas yang ia tenteng.

Purbaya menjelaskan gegara kelakuan perusahan memanipulasi harga ekspor, negara mengalami kerugian.

"Jadi harganya di sini berapa itu cuma seperempat atau sepertiga apa yg ada di AS. Jadi income-nya rendah kan di sini jadi saya rugi banyak. Ada contohnya, nggak mau sebut perusahaannya ya saya," kata Purbaya.

Purbaya memberikan contoh bagaimana manipulasi harga tersebut dilakukan oleh sejumlah perusahaan.

"Jadi ada dari Indonesia dikirim harganya US$ 2,6 juta impornya di sana US$ 4,2 juta jadi 57 persen bedanya. Ada yang lebih gila lagi ada satu perusahaan lagi di sini ekspornya US$ 1,44 juta di sana US$ 4 jutaan berubah harga 200 persen," kata Purbaya.

"Kita mau detensi kapal per kapal jadi itu yang saya laporin kalau ditanya, kalau nggak ya nggak usah. Ini 10 besar. Ini baru CPO nanti ada batu bara juga," lanjutnya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Jamin Lahan Hibah Meikarta 30 Hektare Tak Bebani APBN Saat Dikelola Danantara

Purbaya Jamin Lahan Hibah Meikarta 30 Hektare Tak Bebani APBN Saat Dikelola Danantara

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:40 WIB

Purbaya Akhirnya Bebaskan Pajak JHT ke 1,64 Juta Pensiunan Usai Diprotes

Purbaya Akhirnya Bebaskan Pajak JHT ke 1,64 Juta Pensiunan Usai Diprotes

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:17 WIB

Lahan Meikarta Dibebaskan dari Pajak, Purbaya: Yang Melawan, Saya Pecat

Lahan Meikarta Dibebaskan dari Pajak, Purbaya: Yang Melawan, Saya Pecat

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:04 WIB

Siap-siap! Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce 1 Juli 2026

Siap-siap! Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce 1 Juli 2026

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:40 WIB

Purbaya Akui Belum Terima Usulan Kemenhub soal Anggaran Flyover Kereta Api Rp 4 Triliun

Purbaya Akui Belum Terima Usulan Kemenhub soal Anggaran Flyover Kereta Api Rp 4 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:15 WIB

Program Pemerintah B50 Diyakini Tak Terhambat Pasokan CPO

Program Pemerintah B50 Diyakini Tak Terhambat Pasokan CPO

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 17:15 WIB

Terkini

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:43 WIB

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

News | Senin, 28 September 2026 | 20:39 WIB

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Bri | Senin, 28 September 2026 | 20:37 WIB

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

News | Senin, 28 September 2026 | 20:32 WIB

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Bola | Senin, 28 September 2026 | 20:26 WIB

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

News | Senin, 28 September 2026 | 20:20 WIB

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:10 WIB

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Riau | Senin, 28 September 2026 | 20:07 WIB

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 20:05 WIB

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:58 WIB

×