Biodiesel B50 Segera Diterapkan, Pakar Ungkap Efeknya di Mobil Tua

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 22 Juni 2026 | 18:22 WIB
Biodiesel B50 Segera Diterapkan, Pakar Ungkap Efeknya di Mobil Tua
Ilustrasi bahan bakar B50 (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia akan menerapkan mandatori bahan bakar biodiesel B50 dengan campuran 50 persen minyak sawit pada 1 Juli 2026.
  • Implementasi B50 bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan di sektor transportasi secara berkelanjutan.
  • Kesiapan teknis kendaraan serta konsistensi kualitas biodiesel dari hulu ke hilir menjadi faktor krusial dalam keberhasilan penerapan program ini.

Suara.com - Pemerintah bakal segera menerapkan bahan bakar biodiesel B50 pada 1 Juli 2026 mendatang. Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari program mandatori biodiesel nasional yang sebelumnya telah melalui tahapan B5, B20, B30, hingga B40.

Sesuai namanya, bahan bakar B50 memiliki komposisi yang seimbang, yakni terdiri dari 50 persen minyak sawit yang dipadukan dengan 50 persen solar murni. Artinya, kandungan minyak nabatinya jauh lebih padat dibandingkan generasi sebelumnya.

Dosen Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Wahyudi, menilai peningkatan kandungan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong transisi energi yang lebih berkelanjutan.

"Peningkatan kandungan biodiesel ini menunjukkan semakin besarnya pemanfaatan energi terbarukan di sektor transportasi," kata Wahyudi, dikutip, Senin (22/6/2026).

Kendati memang berdampak positif, Wahyudi mengingatkan bahwa kesiapan teknologi kendaraan menjadi faktor penting dalam implementasi B50.

Menurutnya, kendaraan diesel keluaran terbaru umumnya telah dirancang untuk menggunakan campuran biodiesel yang lebih tinggi. Sementara itu, kendaraan yang berusia lebih tua masih dapat menggunakan B50 namun dengan beberapa catatan khusus.

Ia bilang kendaraan lama berpotensi mengalami penurunan performa dan membutuhkan perhatian lebih dalam perawatan.

Dipaparkan Wahyudi, biodiesel memiliki karakteristik berbeda dibandingkan solar murni. Mulai dari viskositas (kekentalan) yang lebih tinggi, densitas (kepadatan) yang lebih tinggi serta nilai kalor yang lebih rendah.

"Karakteristik biodiesel yang lebih kental dapat memengaruhi proses pembakaran. Pada kendaraan yang lebih lama, kondisi ini berpotensi menyebabkan penurunan performa dan tenaga dibandingkan ketika menggunakan solar murni," paparnya.

baca juga

Selain memengaruhi performa, penggunaan B50 berpotensi meningkatkan pembentukan endapan pada sistem bahan bakar. Hal ini rentan terjadi apabila kualitas biodiesel tidak terjaga dengan baik.

Oleh sebab itu, pemilik kendaraan diesel disarankan untuk lebih rutin memeriksa kondisi filter bahan bakar.

Menurut Wahyudi, dampak B50 terhadap ketahanan mesin secara umum tidak terlalu signifikan. Namun, pada kendaraan berusia tua, beberapa komponen seperti karet pada sistem bahan bakar berpotensi mengalami keausan lebih cepat.

Belum lagi soal konsumsi bahan bakar yang berpotensi sedikit meningkat. Hal ini terjadi karena mesin membutuhkan pasokan lebih untuk menghasilkan tenaga yang setara dengan solar murni.

Ia menilai tantangan terbesar dalam implementasi B50 bukan terletak pada pengguna kendaraan, melainkan pada konsistensi kualitas biodiesel yang diproduksi. Pemerintah dan produsen perlu memastikan mutu bahan bakar tetap terjaga dari hulu ke hilir.

"Pengguna kendaraan pada dasarnya tidak perlu melakukan penyesuaian khusus, yang lebih penting adalah memastikan kualitas biodiesel yang beredar tetap baik dan sesuai standar," ujarnya.

Ditekankan Wahyudi, hal yang perlu diwaspadai adalah mencegah terjadinya oksidasi. Proses oksidasi ini dapat menurunkan kualitas biodiesel selama masa penyimpanan dan distribusi.

"Jika kualitasnya terjaga, dampak negatif terhadap kendaraan dapat diminimalkan," tambahnya.

Kendati terdapat sejumlah tantangan teknis, Wahyudi menilai pengembangan B50 merupakan langkah strategis yang positif. Langkah ini disebut sangat baik dalam mendukung ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil demi masa depan energi Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uji Coba B50 di 6 Sektor Sekaligus: Amankah Sawit 50 Persen untuk Mesin Kendaraan?

Uji Coba B50 di 6 Sektor Sekaligus: Amankah Sawit 50 Persen untuk Mesin Kendaraan?

Your Say | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:25 WIB

BP Taskin Dinilai Cuma Bagi-Bagi Jabatan, Celios Usulkan Dilebur ke Kementerian

BP Taskin Dinilai Cuma Bagi-Bagi Jabatan, Celios Usulkan Dilebur ke Kementerian

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:58 WIB

Celios Desak Prabowo Evaluasi Budiman Sudjatmiko: Minim Kontribusi, Malah Ribut di Kampus

Celios Desak Prabowo Evaluasi Budiman Sudjatmiko: Minim Kontribusi, Malah Ribut di Kampus

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:33 WIB

KAI Siapkan Penerapan Biodiesel B50 pada Operasional Kereta Api

KAI Siapkan Penerapan Biodiesel B50 pada Operasional Kereta Api

Foto | Minggu, 14 Juni 2026 | 07:00 WIB

Efek Harga BBM Naik: Kelas Menengah Jadi Korban, Konsumsi Petralite Makin Tinggi

Efek Harga BBM Naik: Kelas Menengah Jadi Korban, Konsumsi Petralite Makin Tinggi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:54 WIB

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:04 WIB

Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi

Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:17 WIB

Terkini

4 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Banding, Amnesty Khawatir Barang Bukti Dimusnahkan

4 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Banding, Amnesty Khawatir Barang Bukti Dimusnahkan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:18 WIB

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi ITDC di Proyek Mandalika

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi ITDC di Proyek Mandalika

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:14 WIB

Kasus Ijazah Jokowi: Mengapa Roy Suryo dan dr Tifa Tak Pilih Damai?

Kasus Ijazah Jokowi: Mengapa Roy Suryo dan dr Tifa Tak Pilih Damai?

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:13 WIB

DPRD DKI Fokuskan Pemenuhan Infrastruktur Dasar Publik

DPRD DKI Fokuskan Pemenuhan Infrastruktur Dasar Publik

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:10 WIB

Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!

Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:02 WIB

Revisi Aturan Outsourcing, Wamenaker Jamin Tak Ganggu Iklim Investasi

Revisi Aturan Outsourcing, Wamenaker Jamin Tak Ganggu Iklim Investasi

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:53 WIB

Mahasiswa Kembali Geruduk DPR, Tuntut Evaluasi Total Kabinet Merah Putih

Mahasiswa Kembali Geruduk DPR, Tuntut Evaluasi Total Kabinet Merah Putih

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:41 WIB

Bantah Ada Operasi Politik Tekan PDIP, PKB: Kami Bukan Koordinator Koalisi!

Bantah Ada Operasi Politik Tekan PDIP, PKB: Kami Bukan Koordinator Koalisi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:41 WIB

Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan

Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:34 WIB

Respons PDIP, Waketum PKB Tegaskan Istilah Partai Penyeimbang Tak Dikenal Dalam Konstitusi

Respons PDIP, Waketum PKB Tegaskan Istilah Partai Penyeimbang Tak Dikenal Dalam Konstitusi

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:27 WIB