- PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga BBM non-subsidi dan Avtur di seluruh Indonesia mulai 1 Juli 2026.
- Penurunan harga mencakup produk Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite, dan Avtur berdasarkan evaluasi harga pasar minyak dunia.
- Kebijakan penyesuaian harga ini bertujuan menjaga stabilitas ekonomi nasional serta daya beli masyarakat dengan tetap menjaga kualitas.
Suara.com - PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi dan Avtur. Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada Rabu, 1 Juli 2026, tepat pukul 00.00 WIB.
Melalui perubahan terbaru ini, sejumlah produk unggulan seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite, hingga bahan bakar pesawat (Avtur) mengalami penurunan harga yang cukup signifikan.
Di sisi lain, untuk produk Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 diputuskan tidak mengalami perubahan, alias tetap mempertahankan harga yang berlaku sejak 10 Juni lalu.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa langkah penurunan harga ini merupakan bagian dari evaluasi berkala.
Proses penentuannya mengacu langsung pada pergerakan harga pasar minyak dunia dengan tetap mempertimbangkan kondisi dalam negeri.
"Penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah," kata Kitty lewat keterangan resmi, Rabu (1/7/2026).
Selain faktor global, Kitty menambahkan bahwa kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan aspek fiskal, daya beli masyarakat, serta stabilitas perekonomian nasional.
Harga BBM Pertamina per 1 Juli 2026
Berikut adalah rincian lengkap perubahan harga BBM non-subsidi, avtur, serta harga BBM subsidi yang berlaku mulai hari ini:
1. Jenis BBM Turun Harga:
Pertamax Turbo: Turun menjadi Rp 19.300 per liter (sebelumnya Rp 20.750 / berkurang Rp 1.450 atau sekitar 7%).
Pertamina Dex: Turun menjadi Rp 21.150 per liter (sebelumnya Rp 24.800 / berkurang Rp 3.650 atau sekitar 15%).
Dexlite: Turun menjadi Rp 19.700 per liter (sebelumnya Rp 23.000 / berkurang Rp 3.300 atau sekitar 14%).
Avtur Penerbangan Domestik (Sebelum pajak di Bandara Soekarno-Hatta): Turun menjadi Rp 19.190 per liter (sebelumnya Rp 22.190 / berkurang Rp 3.000 atau sekitar 14%).
2. BBM Non-Subsidi yang Harganya Tetap:
Pertamax: Tetap di harga Rp 16.250 per liter.
Pertamax Green 95: Tetap di harga Rp 17.000 per liter.
3. BBM Bersubsidi (Tidak Ada Perubahan):
Pertalite (RON 90): Tetap di harga Rp 10.000 per liter.
Biosolar: Tetap di harga Rp 6.800 per liter.
Melalui penyesuaian ini, Pertamina berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada banderol harga yang bersaing di pasar, melainkan tetap menjaga kualitas pelayanan bagi para konsumen.
"Selain menghadirkan harga yang kompetitif, kami juga terus memastikan kualitas produk sesuai spesifikasi sehingga masyarakat memperoleh manfaat optimal, baik dari sisi performa kendaraan maupun efisiensi penggunaan bahan bakar,” pungkas Kitty.