Harga Tiket Pesawat Turun Setelah BBM Avtur Melemah?

M Nurhadi

Rabu, 01 Juli 2026 | 16:54 WIB
Harga Tiket Pesawat Turun Setelah BBM Avtur Melemah?
Pasokan Avtur untuk keberangatan Hajj Flight di Bandara Adi Sumarmo, Kabupaten Boyolali. [Dok Pertamina]
baca 10 detik
  • PT Pertamina Patra Niaga resmi memangkas harga avtur di seluruh bandara domestik sebesar 13% hingga 14% mulai Juli 2026.
  • Penyesuaian harga avtur dilakukan Pertamina berdasarkan pergerakan harga minyak mentah global serta koordinasi bersama pemerintah yang berlaku efektif.
  • Penurunan harga avtur belum berdampak langsung pada tarif tiket pesawat karena adanya jeda waktu penyesuaian biaya operasional maskapai.

Suara.com - Memasuki periode Juli 2026, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga resmi memangkas harga bahan bakar pesawat (avtur) di seluruh bandara domestik. Penurunan tarif jet fuel ini tercatat mencapai kisaran 13% hingga 14% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Merujuk data resmi Pertamina per Rabu (1/7/2026), kebijakan penurunan ini berlaku merata, baik untuk rute penerbangan dalam negeri maupun perjalanan internasional.

Sebagai contoh, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), harga avtur domestik menyusut dari Rp 24.697,47 per liter menjadi Rp 21.369,60 per liter.

Sementara itu, untuk pengisian avtur penerbangan internasional di bandara yang sama, tarifnya turun dari UScent 141,7 per liter menjadi UScent 121,5 per liter.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa langkah koreksi harga ini diambil dengan mempertimbangkan pergerakan harga minyak mentah global serta regulasi yang berlaku.

"Tentunya, langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah," ungkap Kitty pada Rabu (1/7/2026), dilansir dari Antara.

Mengapa Tarif Tiket Pesawat Belum Otomatis Turun?

Meski beban operasional maskapai dari sektor bahan bakar mereda, masyarakat tampaknya masih harus bersabar. Penurunan harga avtur tidak serta-merta langsung memicu penurunan harga tiket pesawat di agen perjalanan.

Ada beberapa alasan mendasar mengapa tarif penerbangan terkesan "lambat" merespons penurunan harga bahan bakar:

baca juga

Sistem Penjualan Tiket Advance: Mayoritas tiket penerbangan yang terjual saat ini sudah dipesan oleh konsumen sejak jauh hari. Struktur modal dan kalkulasi operasional yang digunakan maskapai masih mengacu pada biaya avtur yang tinggi pada bulan-bulan sebelumnya.

Efek Jeda Waktu (Time Lag): Berdasarkan analisis dari McKinsey & Company, penyesuaian tarif penerbangan akibat fluktuasi harga bahan bakar biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan sebelum efeknya benar-benar terasa di pasar.

Strategi Efisiensi Internal: Sebelum harga bahan bakar turun, maskapai biasanya sudah melakukan berbagai penghematan, seperti memaksimalkan keterisian kursi (load factor) dan mengandalkan armada yang hemat energi. Ketika avtur turun, ruang ini digunakan terlebih dahulu untuk menstabilkan neraca keuangan perusahaan.

Rumitnya Rantai Pasok dan Porsi Avtur pada Tiket

Studi dari McKinsey & Company menunjukkan bahwa komponen bahan bakar berkontribusi sekitar 30% dari total formula pembentukan harga tiket pesawat.

Namun, harga avtur memiliki dinamika tersendiri yang jauh lebih rumit daripada sekadar mengikuti pergerakan harga minyak mentah.

Stabilitas harga avtur sangat bergantung pada kapasitas kilang pengolahan, efisiensi jalur distribusi, hingga faktor geopolitik global—seperti ketegangan di Selat Hormuz yang kerap mengganggu lalu lintas kapal tanker energi dunia.

Kompleksitas inilah yang memicu fenomena psikologis di masyarakat; harga tiket pesawat dirasa sangat sensitif dan cepat meroket saat isu minyak dunia memanas, tetapi cenderung membutuhkan waktu lama untuk melandai kembali ketika harga komoditas tersebut mulai mendingin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minyak Dunia Sudah Murah, Kenapa Harga Pertamax Masih Rp16 Ribu?

Minyak Dunia Sudah Murah, Kenapa Harga Pertamax Masih Rp16 Ribu?

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:59 WIB

Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell

Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:28 WIB

Ada yang Turun, Ini Update Harga Terbaru BBM per 1 Juli 2026

Ada yang Turun, Ini Update Harga Terbaru BBM per 1 Juli 2026

Otomotif | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:25 WIB

Rincian Perubahan Harga BBM Pertamina Per Hari Ini

Rincian Perubahan Harga BBM Pertamina Per Hari Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 06:21 WIB

Harga BBM Turun per 1 Juli 2026: Pertamax Turbo dan Pertamina Dex Lebih Murah

Harga BBM Turun per 1 Juli 2026: Pertamax Turbo dan Pertamina Dex Lebih Murah

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 06:16 WIB

Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium

Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium

Otomotif | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:50 WIB

Terkini

KAI Tuntaskan Penutupan 172 Perlintasan Sebidang

KAI Tuntaskan Penutupan 172 Perlintasan Sebidang

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:50 WIB

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:24 WIB

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

×