Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.447.000
IHSG 5.643,194
LQ45 553,105
Srikehati 276,229
JII 331,154
USD/IDR 17.957

Harga Tiket Pesawat Turun Setelah BBM Avtur Melemah?

M Nurhadi

Rabu, 01 Juli 2026 | 16:54 WIB
Harga Tiket Pesawat Turun Setelah BBM Avtur Melemah?
Pasokan Avtur untuk keberangatan Hajj Flight di Bandara Adi Sumarmo, Kabupaten Boyolali. [Dok Pertamina]
baca 10 detik
  • PT Pertamina Patra Niaga resmi memangkas harga avtur di seluruh bandara domestik sebesar 13% hingga 14% mulai Juli 2026.
  • Penyesuaian harga avtur dilakukan Pertamina berdasarkan pergerakan harga minyak mentah global serta koordinasi bersama pemerintah yang berlaku efektif.
  • Penurunan harga avtur belum berdampak langsung pada tarif tiket pesawat karena adanya jeda waktu penyesuaian biaya operasional maskapai.

Suara.com - Memasuki periode Juli 2026, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga resmi memangkas harga bahan bakar pesawat (avtur) di seluruh bandara domestik. Penurunan tarif jet fuel ini tercatat mencapai kisaran 13% hingga 14% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Merujuk data resmi Pertamina per Rabu (1/7/2026), kebijakan penurunan ini berlaku merata, baik untuk rute penerbangan dalam negeri maupun perjalanan internasional.

Sebagai contoh, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), harga avtur domestik menyusut dari Rp 24.697,47 per liter menjadi Rp 21.369,60 per liter.

Sementara itu, untuk pengisian avtur penerbangan internasional di bandara yang sama, tarifnya turun dari UScent 141,7 per liter menjadi UScent 121,5 per liter.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa langkah koreksi harga ini diambil dengan mempertimbangkan pergerakan harga minyak mentah global serta regulasi yang berlaku.

"Tentunya, langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah," ungkap Kitty pada Rabu (1/7/2026), dilansir dari Antara.

Mengapa Tarif Tiket Pesawat Belum Otomatis Turun?

Meski beban operasional maskapai dari sektor bahan bakar mereda, masyarakat tampaknya masih harus bersabar. Penurunan harga avtur tidak serta-merta langsung memicu penurunan harga tiket pesawat di agen perjalanan.

Ada beberapa alasan mendasar mengapa tarif penerbangan terkesan "lambat" merespons penurunan harga bahan bakar:

baca juga

Sistem Penjualan Tiket Advance: Mayoritas tiket penerbangan yang terjual saat ini sudah dipesan oleh konsumen sejak jauh hari. Struktur modal dan kalkulasi operasional yang digunakan maskapai masih mengacu pada biaya avtur yang tinggi pada bulan-bulan sebelumnya.

Efek Jeda Waktu (Time Lag): Berdasarkan analisis dari McKinsey & Company, penyesuaian tarif penerbangan akibat fluktuasi harga bahan bakar biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan sebelum efeknya benar-benar terasa di pasar.

Strategi Efisiensi Internal: Sebelum harga bahan bakar turun, maskapai biasanya sudah melakukan berbagai penghematan, seperti memaksimalkan keterisian kursi (load factor) dan mengandalkan armada yang hemat energi. Ketika avtur turun, ruang ini digunakan terlebih dahulu untuk menstabilkan neraca keuangan perusahaan.

Rumitnya Rantai Pasok dan Porsi Avtur pada Tiket

Studi dari McKinsey & Company menunjukkan bahwa komponen bahan bakar berkontribusi sekitar 30% dari total formula pembentukan harga tiket pesawat.

Namun, harga avtur memiliki dinamika tersendiri yang jauh lebih rumit daripada sekadar mengikuti pergerakan harga minyak mentah.

Stabilitas harga avtur sangat bergantung pada kapasitas kilang pengolahan, efisiensi jalur distribusi, hingga faktor geopolitik global—seperti ketegangan di Selat Hormuz yang kerap mengganggu lalu lintas kapal tanker energi dunia.

Kompleksitas inilah yang memicu fenomena psikologis di masyarakat; harga tiket pesawat dirasa sangat sensitif dan cepat meroket saat isu minyak dunia memanas, tetapi cenderung membutuhkan waktu lama untuk melandai kembali ketika harga komoditas tersebut mulai mendingin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minyak Dunia Sudah Murah, Kenapa Harga Pertamax Masih Rp16 Ribu?

Minyak Dunia Sudah Murah, Kenapa Harga Pertamax Masih Rp16 Ribu?

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:59 WIB

Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell

Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:28 WIB

Ada yang Turun, Ini Update Harga Terbaru BBM per 1 Juli 2026

Ada yang Turun, Ini Update Harga Terbaru BBM per 1 Juli 2026

Otomotif | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:25 WIB

Rincian Perubahan Harga BBM Pertamina Per Hari Ini

Rincian Perubahan Harga BBM Pertamina Per Hari Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 06:21 WIB

Harga BBM Turun per 1 Juli 2026: Pertamax Turbo dan Pertamina Dex Lebih Murah

Harga BBM Turun per 1 Juli 2026: Pertamax Turbo dan Pertamina Dex Lebih Murah

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 06:16 WIB

Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium

Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium

Otomotif | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:50 WIB

Terkini

B50 Resmi Berlaku, INDEF Beberkan Ancaman Kenaikan Harga Minyak Goreng

B50 Resmi Berlaku, INDEF Beberkan Ancaman Kenaikan Harga Minyak Goreng

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:44 WIB

BI Rate Naik, Kemenperin Sebut Kepercayaan Industri Melambat

BI Rate Naik, Kemenperin Sebut Kepercayaan Industri Melambat

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:21 WIB

Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini

Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:03 WIB

BPKH Pangkas Anggaran Operasional Rp100,31 Miliar

BPKH Pangkas Anggaran Operasional Rp100,31 Miliar

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:56 WIB

Neraca Perdagangan RI Tekor Pada Mei, Penyebabnya Impor Migas

Neraca Perdagangan RI Tekor Pada Mei, Penyebabnya Impor Migas

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:52 WIB

Peringatan dari Bappenas: SDM RI Kalah Jauh dari Tetangga, Kelas Menengah Banyak Turun Kasta

Peringatan dari Bappenas: SDM RI Kalah Jauh dari Tetangga, Kelas Menengah Banyak Turun Kasta

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:39 WIB

4 Marketplace Bakal Potong Pajak PPh Penjual Online Mulai 1 Agustus, Ini Daftarnya

4 Marketplace Bakal Potong Pajak PPh Penjual Online Mulai 1 Agustus, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:35 WIB

Pemerintah Didesak Rombak Kebijakan Ekonomi RI Berbasis Manusia

Pemerintah Didesak Rombak Kebijakan Ekonomi RI Berbasis Manusia

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:39 WIB

Penjual Marketplace Kena PPh Mulai 1 Agustus 2026, Ini Kelompok Seller yang Bebas Pajak

Penjual Marketplace Kena PPh Mulai 1 Agustus 2026, Ini Kelompok Seller yang Bebas Pajak

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:39 WIB

MMA Marketing Talk 2026 Siap Tetapkan Arah Industri Pemasaran dan Periklanan Indonesia

MMA Marketing Talk 2026 Siap Tetapkan Arah Industri Pemasaran dan Periklanan Indonesia

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:23 WIB

×