Minyak Dunia Stabil, Ekspor Minyak Arab Saudi Pulih: Harga BBM Bakal Turun Lagi?

M Nurhadi

Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:28 WIB
Minyak Dunia Stabil, Ekspor Minyak Arab Saudi Pulih: Harga BBM Bakal Turun Lagi?
Ilustrasi (freepik)
baca 10 detik
  • Harga minyak mentah dunia stabil di angka US$ 68,50 per barel pada Jumat (3/7/2026) akibat pulihnya distribusi energi global.
  • Arab Saudi dan UEA berhasil memulihkan volume ekspor minyak setelah jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali beroperasi normal.
  • Data tenaga kerja AS yang lemah memicu pelemahan dolar, penguatan mata uang global, serta potensi pelonggaran suku bunga Fed.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia bergerak stabil di kisaran US$ 68,50 per barel pada perdagangan Jumat (3/7/2026). Pergerakan ini mencerminkan berkurangnya premi risiko geopolitik di pasar energi global, seiring pulihnya lalu lintas kapal komersial dan kembalinya volume ekspor minyak mentah regional ke tingkat normal.

Harga acuan minyak dunia saat ini telah kembali mendekati level sebelum konflik Timur Tengah pecah pada akhir Februari lalu. Kondisi ini memberikan sinyal kuat bahwa kekhawatiran pelaku pasar terhadap gangguan pasokan energi global mulai mereda.

Arab Saudi dilaporkan telah memulihkan volume ekspor minyak mentahnya hingga mencapai sekitar 90% dari kapasitas sebelum konflik.

Hal ini menyusul semakin banyaknya kapal tanker yang dapat melintasi Selat Hormuz—salah satu jalur pelayaran logistik energi paling strategis di dunia—dengan aman.

Langkah serupa juga dicatatkan oleh Uni Emirat Arab (UEA) yang berhasil mengembalikan performa ekspornya ke level sebelum perang.

Selain mulai mengalirkan kembali kapal tangkinya melewati Selat Hormuz secara senyap, UEA mengoptimalkan penggunaan jalur pipa alternatif yang melintasi daratan guna menghindari titik kemacetan maritim tersebut.

Pemulihan pasokan energi ini berjalan selaras dengan momentum diplomasi yang kembali terbangun antara Washington dan Teheran.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa proses negosiasi dengan Iran berjalan dengan baik. Pernyataan tersebut menyusul pertemuan terpisah yang dimediasi oleh Qatar dan Pakistan bersama pejabat Amerika dan Iran di Doha pada Rabu lalu, yang memperkuat harapan de-eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Dolar AS Melemah Imbas Data Tenaga Kerja, Mata Uang Global Menguat

baca juga

Meredanya tensi politik global turut memengaruhi dinamika di pasar valuta asing, di mana dolar AS terpantau melemah setelah rilis data ketenagakerjaan domestik yang mengecewakan. Kondisi ini dimanfaatkan oleh sejumlah mata uang utama dunia untuk menguat:

  • Euro (EUR): Menguat sekitar 0.5% terhadap dolar AS ke level 1,1430. Penguatan didukung oleh stabilitas pasar tenaga kerja Eropa. Data resmi Eurostat menunjukkan angka pengangguran di Zona Euro bertahan di level 6,2% pada Mei, sementara tingkat pengangguran Uni Eropa berada di angka 5,9% (turun dari 6,0% pada tahun lalu).
  • Poundsterling (GBP): Menguat dengan pasangan mata uang GBP/USD yang diperdagangkan di dekat level 1,3350, di tengah penyesuaian pasar terhadap ketidakpastian arah kebijakan moneter Bank of England (BoE).
  • Yen Jepang (JPY): Melesat signifikan dan menekan pasangan USD/JPY turun hampir 1% ke kisaran 161,10. Turunnya imbal hasil (yield) obligasi AS membuat tekanan terhadap Yen mereda, meski pasar tetap waspada terhadap potensi intervensi lanjutan dari otoritas moneter Jepang.
  • Dolar Australia (AUD): Ikut memanfaatkan pelemahan bursa saham dan mata uang AS, di mana pasangan AUD/USD merangkak naik mendekati level 0,6920.

Di pasar komoditas, harga emas mempertahankan posisinya di atas US$ 4.100 per ons setelah sempat melonjak lebih dari 2% pada sesi perdagangan sebelumnya.

Penguatan daya tarik logam mulia ini dipicu oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melonggarkan sikap agresifnya menyusul data pembukaan lapangan kerja AS yang jauh di bawah proyeksi.

Ekonomi AS tercatat hanya mampu mencetak 57.000 lapangan kerja baru pada bulan Juni. Angka ini menandai pertumbuhan bulanan terendah dalam empat bulan terakhir, sekaligus meleset jauh dari perkiraan konsensus pasar yang memproyeksikan perolehan 110.000 pekerjaan baru. Adapun tingkat pengangguran AS berada di level 4,2%.

Rentetan data tersebut memperkuat indikasi bahwa pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan momentum. Akibatnya, para pelaku pasar secara drastis memangkas estimasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed.

Kontrak berjangka Fed funds kini menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan September turun menjadi sekitar 50%, dibandingkan dengan angka 67% sebelum rilis data ketenagakerjaan keluar.

Menanggapi situasi makro tersebut, Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menyatakan minggu ini bahwa ekspektasi inflasi di tingkat masyarakat mulai melandai. Kendati demikian, ia menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk terus menjaga stabilitas harga jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Mengatakan Pemerintah Mulai Cabut Subsidi BBM Pekan Depan

Menkeu Mengatakan Pemerintah Mulai Cabut Subsidi BBM Pekan Depan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:00 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Selat Hormuz Sudah Dibuka, Kok Harga BBM Belum Turun? Ini Penjelasan Ekonom

Selat Hormuz Sudah Dibuka, Kok Harga BBM Belum Turun? Ini Penjelasan Ekonom

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:15 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08 WIB

Terkini

Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti

Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti

Riau | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Survei: 73,8 Persen Ojol Gabung Karena Tidak Punya Pilihan Lain

Survei: 73,8 Persen Ojol Gabung Karena Tidak Punya Pilihan Lain

Sulsel | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:33 WIB

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Mengenal Karakter Golongan Darah O: Benarkah Paling Pede dan Mudah Bergaul?

Mengenal Karakter Golongan Darah O: Benarkah Paling Pede dan Mudah Bergaul?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Transaksi Saham Makin Ramai, Tapi IHSG Malah Ambruk Pekan Ini

Transaksi Saham Makin Ramai, Tapi IHSG Malah Ambruk Pekan Ini

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:15 WIB

The Lost Horizon

The Lost Horizon

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Perlindungan Gig Worker Jangan Sampai Matikan Fleksibilitas

Perlindungan Gig Worker Jangan Sampai Matikan Fleksibilitas

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:09 WIB

Self Reward dan Budaya Boros yang Diam-diam Dinormalisasi Gen Z

Self Reward dan Budaya Boros yang Diam-diam Dinormalisasi Gen Z

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:50 WIB

Kualitas Udara Sekitar TPA Jatibarang Tak Memenuhi Syarat, SO Tembus 258,26 g/m

Kualitas Udara Sekitar TPA Jatibarang Tak Memenuhi Syarat, SO Tembus 258,26 g/m

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:31 WIB

×