- Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp17.952 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026 pagi.
- Penguatan rupiah dipicu oleh data pekerjaan Amerika Serikat yang melemah sehingga menekan posisi mata uang dolar AS.
- Sentimen investor yang masih bersifat menunggu membuat potensi penguatan rupiah di pasar domestik menjadi sangat terbatas.
Suara.com - Rupiah mulai bangkit terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pagi ini. Mata uang Garuda pun akhirnya menguat usai empat hari mengalami pelemahan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah Jumat 3 Juli 2026 dibuka ke level Rp17.952 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menguat 43 poin atau 0,24 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp17.955 per dolar AS.
Dalam hal ini, Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah ini disebabkan faktor global.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolarr AS yg tertekan setelah data pekerjaan Amerika Serikat yang lebih elmah dari perkiraan," katanya saat dihubungi Suara.com.
Namun penguatan akan terbatas. Lantaran, investor masih wait and see dengan pergerakan pasar modal Indonesia.
" Saat ini sentimen investor asing masih wait and see terhadap pasar domestik masih belum pulih. Range 17900-18000," jelasnya.

Sementara itu, beberapa mata uang Asia juga menguat. Salah satunya, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,39 persen. Disusul, peso Filipina yang terkerek 0,24 persen.
Lalu ada ada baht Thailand terangkat 0,14 persen dan dolar Singapura menanjak 0,11 persen. Diikuti, yuan China naik 0,06 persen. Berikutnya, dolar Hong Kong menguat tipis 0,008 persen terhadap the greenback pada pagi ini.
Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,12 persen. Kemudian, yen Jepang turun 0,08 persen dan dolar Taiwan melemah tipis 0,05 persen.