- PT Bank Jago meluncurkan pembaruan fitur Inspirasi Kantong pada Juli 2026 untuk membantu nasabah mengelola keuangan secara personal.
- Sistem fitur tersebut mengkategorikan pengguna ke dalam enam tipe karakter finansial guna memberikan rekomendasi alokasi dana yang relevan.
- Bank Jago juga menyesuaikan suku bunga simpanan menjadi 5 hingga 6 persen di tengah tekanan harga saham perusahaan.
Suara.com - PT Bank Jago Tbk terus mempermudah masyarakat mengelola perputaran uang. Memanfaatkan momentum kuartal ketiga tahun ini, bank digital tersebut resmi memperkenalkan pembaruan pada fitur "Inspirasi Kantong" di Aplikasi Jago untuk membantu pengguna mengalokasikan dana secara personal berdasarkan tujuan, prioritas, dan kebiasaan masing-masing.
Peluncuran ini didasari atas pemahaman bahwa setiap individu memiliki karakter serta kebutuhan finansial yang unik. Melalui fitur baru ini, nasabah akan mendapatkan rekomendasi langsung mengenai komposisi dana yang relevan dengan situasi keuangan mereka.
"Setiap orang memiliki tujuan dan cara mengelola uang yang berbeda, untuk itu kami menghadirkan Inspirasi Kantong untuk membantu pengguna menemukan ide komposisi Kantong yang sesuai dan relevan dengan situasi dan keuangan personal mereka di Aplikasi Jago," ujar Head of Retail Banking Brand & Marketing Bank Jago, Michael Hartawan, dalam siaran pers resmi, Minggu (5/7/2026).
Guna menentukan formula alokasi yang paling cocok, pengguna hanya perlu mengakses menu Kantong di Aplikasi Jago dan mengisi beberapa pertanyaan ringkas seputar kapasitas finansial, habit harian, hingga tingkat kepercayaan diri dalam memegang uang.
Sistem kemudian akan memetakan profil nasabah ke dalam salah satu dari enam tipe karakter keuangan yang telah disediakan, yaitu Perintis, Pejuang, Pembangun, Pelindung, Penjaga, dan Perancang.
Setelah tipe karakter terdeteksi, Aplikasi Jago akan memberikan deskripsi karakteristik keuangan beserta rekomendasi struktur kantong alokasi yang bisa langsung diterapkan atau dimodifikasi secara fleksibel (customized) oleh nasabah.
Sebelum melepas fitur ini secara massal, Bank Jago sempat menggelar program eksperimen bertajuk Reality Challenge: Seni Menempatkan Uang.
Program mandiri tanpa skenario ini melibatkan 10 peserta dari berbagai profesi yang masing-masing dibekali dana stimulan sebesar Rp10 juta untuk dikelola selama 30 hari penuh di bawah bimbingan Certified Financial Planner, Annisa Steviani.
Eksperimen ini menunjukkan hasil psikologis yang menarik. Pada awal tantangan, mayoritas peserta (8 dari 10 orang) mengaku lebih memilih memiliki nominal uang yang banyak ketimbang keahlian mengaturnya.
Namun, setelah melewati dinamika pengelolaan selama sebulan, perbandingannya berbalik: 8 dari 10 peserta kini menganggap kemampuan mengelola dana jauh lebih krusial dibandingkan sekadar memegang nominal besar.
"Ketika setiap orang menerima jumlah uang yang sama, yang lebih menentukan bukan nominal uangnya, tetapi cara mengelola uang sesuai tujuan, prioritas, dan kehidupan masing-masing orang," tambah Michael.
Di sisi lain, langkah inovasi fitur ini hadir di tengah ketatnya persaingan industri perbankan digital domestik. Menanggapi situasi makro, Bank Jago mengambil langkah penyesuaian dengan memangkas tingkat suku bunga simpanannya dari yang sebelumnya berada di kisaran 5% hingga 6,25% menjadi 5% hingga 6%.
Kebijakan ini diambil lantaran tren kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) belum mendorong bank-bank digital nasional untuk mengerek margin bunga deposito mereka.
Sementara itu dari lantai bursa, saham Bank Jago (ARTO) terpantau masih mengalami tekanan pasar yang cukup tinggi dalam setengah tahun terakhir.
Berdasarkan data pergerakan saham dari Stockbit, saham ARTO yang pada awal Januari 2026 sempat diperdagangkan di kisaran harga Rp1.900 per lembar, kini terkoreksi hingga berada di level Rp920 per lembar saham pada Juli 2026.