Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 6.108,209
LQ45 608,577
Srikehati 300,350
JII 364,879
USD/IDR 18.036

RI Absen di Pemakaman Ali Khamenei, Politik Luar Negeri Dikritik: Indonesia Penakut

M Nurhadi

Senin, 06 Juli 2026 | 08:39 WIB
RI Absen di Pemakaman Ali Khamenei, Politik Luar Negeri Dikritik: Indonesia Penakut
Di Balik Pemakaman Khamenei: Simbol Agama dan Pesan Politik yang Menggema ke Dunia [Tangkap layar X]
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia dikritik karena hanya mengutus Duta Besar untuk menghadiri pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran pada Juli 2026.
  • Absennya delegasi setingkat menteri dinilai sebagai anomali kebijakan luar negeri dibanding negara Muslim lain yang mengirimkan perwakilan tinggi.
  • Kementerian Luar Negeri menegaskan kehadiran Duta Besar RI di Teheran merupakan representasi resmi untuk menghormati undangan pihak Pemerintah Iran.

Suara.com - Ketidakhadiran delegasi resmi tingkat tinggi dari Pemerintah Indonesia dalam upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuai kritik tajam. Keputusan Jakarta yang dinilai pasif tersebut memicu keraguan publik atas keteguhan korporasi diplomasi Indonesia dalam menjalankan prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif.

Kritik pedas salah satunya datang dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri sekaligus Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal.

Ia mengaku heran terhadap sikap dingin pemerintah yang tidak menyambut baik undangan resmi dari Teheran, padahal Ayatollah Khamenei wafat akibat aksi serangan militer yang dinilai melanggar hukum internasional.

Dino mengungkapkan bahwa otoritas Iran sebenarnya telah berupaya keras melobi Jakarta agar bersedia mengirimkan utusan khusus. Namun, respons yang diberikan dinilai sangat minim hingga akhirnya Indonesia hanya diwakili oleh perwakilan diplomatik setempat.

"Akhirnya, yang hadir hanya Dubes RI di Teheran—yang dianggap oleh Teheran sebagai sikap menyepelekan undangan ini," ungkap Dino dalam keterangannya di media sosial, Minggu (5/7/2026).

Dianggap Kontras dengan Negara Lain

Absennya perwakilan setingkat menteri atau kepala negara dari Indonesia dirasa sangat ironis. Pasalnya, sejumlah kekuatan regional dan global—termasuk negara-negara berpenduduk Muslim seperti Arab Saudi, Turki, Qatar, Malaysia, Oman, Pakistan, hingga Bangladesh—tetap mengirimkan delegasi resmi mereka. Bahkan, Pakistan mengutus langsung presidennya ke Teheran.

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, sikap pasif Indonesia ini dinilai sebagai anomali. Dino mempertanyakan apakah arah kebijakan luar negeri Jakarta saat ini mulai didera rasa takut dan enggan berhadapan dengan tekanan politik dari Amerika Serikat.

Secara eksplisit, ia mengkritisi sikap Indonesia yang belakangan ini seakan makin takut dan tunduk dengan negara yang dipimpin Donald Trump.

baca juga

"Apakah ini berarti polugri 'bebas aktif' kita mulai luntur karena Indonesia takut atau sungkan terhadap Amerika? Has 'Fear' become a factor in Indonesian foreign policy?" cetus Dino.

Di samping faktor geopolitik global, kolapsnya respons diplomasi ini ditengarai akibat buruknya manajemen birokrasi dan pengambilan keputusan di internal pemerintah.

Menurut Dino, kemacetan administratif di meja-meja birokrasi membuat tidak ada pejabat yang berani mengambil keputusan cepat dalam situasi darurat.

Ia menyayangkan mengapa pemerintah tidak mengutus pejabat setingkat Wakil Menteri Luar Negeri bidang Dunia Islam, seperti Anis Matta, yang alih-alih ke Iran justru sedang melakukan agenda rutin di kawasan Asia Tengah.

Kehadiran utusan resmi di Teheran dianggap krusial sebagai pembuktian bahwa Indonesia berani menyuarakan hukum internasional dan menjaga hubungan persahabatan tanpa harus bersembunyi saat situasi sensitif terjadi.

Dino Patti Djalal (dok. Universitas Katolik Parahyangan)
Dino Patti Djalal (dok. Universitas Katolik Parahyangan)

Pembelaan Kementerian Luar Negeri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Folarin Balogun Lolos dari Skorsing, Gedung Putih Disebut Intervensi FIFA

Folarin Balogun Lolos dari Skorsing, Gedung Putih Disebut Intervensi FIFA

Bola | Senin, 06 Juli 2026 | 02:06 WIB

Kontroversial! FIFA Batalkan Skorsing Folarin Balogun, Trump Ucap Terima Kasih

Kontroversial! FIFA Batalkan Skorsing Folarin Balogun, Trump Ucap Terima Kasih

Bola | Senin, 06 Juli 2026 | 01:44 WIB

Di Balik Pemakaman Ali Khamenei: Simbol Agama dan Pesan Politik yang Menggema ke Dunia

Di Balik Pemakaman Ali Khamenei: Simbol Agama dan Pesan Politik yang Menggema ke Dunia

News | Senin, 06 Juli 2026 | 07:05 WIB

Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam

Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam

News | Senin, 06 Juli 2026 | 00:59 WIB

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 18:03 WIB

Pelayat Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Ingin Donald Trump Meninggal Dunia

Pelayat Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Ingin Donald Trump Meninggal Dunia

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:44 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Makin Horor Sepekan Perang AS - Iran, Pasar Saham Asia Anjlok

Harga Minyak Dunia Makin Horor Sepekan Perang AS - Iran, Pasar Saham Asia Anjlok

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:19 WIB

Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!

Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:17 WIB

Tantang Merek Elektronik Jepang dan China, Acerpure Siap Bangun Anak Perusahaan di Indonesia

Tantang Merek Elektronik Jepang dan China, Acerpure Siap Bangun Anak Perusahaan di Indonesia

Tekno | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:16 WIB

IHSG Meloyo Pada Jumat Pagi, Tapi Masih di Level 6.000

IHSG Meloyo Pada Jumat Pagi, Tapi Masih di Level 6.000

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:16 WIB

Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi

Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:15 WIB

Donald Trump: Amerika Serikat Menang Lawan Iran

Donald Trump: Amerika Serikat Menang Lawan Iran

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:06 WIB

Hartanya Terkuras, Putra Pengetik Naskah Proklamasi Hidup Sulit di Bekasi

Hartanya Terkuras, Putra Pengetik Naskah Proklamasi Hidup Sulit di Bekasi

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:06 WIB

Cara Mudah Punya Mobil Listrik Lewat Skema Pembiayaan Terbaru

Cara Mudah Punya Mobil Listrik Lewat Skema Pembiayaan Terbaru

Otomotif | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:00 WIB

Cinta yang Dibatasi atau Dijaga? Memahami Konsep Taaruf di Era Modern

Cinta yang Dibatasi atau Dijaga? Memahami Konsep Taaruf di Era Modern

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:00 WIB

Siapa Wasit Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol?

Siapa Wasit Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol?

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:58 WIB

×