Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan

Achmad Fauzi

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:20 WIB
Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan
Ilustrasi kapal tanker [Unsplash/Georg]
baca 10 detik
  • Tiga perusahaan pelayaran nasional Indonesia menghadapi masalah hukum di perairan Muar, Malaysia, selama kurun waktu satu tahun terakhir.
  • Kapal PIS Pioneer milik PIS saat ini masih ditahan pihak Malaysia akibat sengketa bisnis dengan mitra lokal setempat.
  • Pihak PIS menempuh jalur negosiasi serta koordinasi dengan pemerintah dan lembaga terkait untuk menyelesaikan sengketa komersial yang terjadi.

Suara.com - Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia (INSA) mengungkapkan sedikitnya tiga perusahaan pelayaran nasional tersandung persoalan hukum di perairan Muar, Malaysia, dalam satu tahun terakhir.

Salah satunya adalah PIS, yang hingga kini masih menjalani proses hukum terkait sengketa bisnis dengan mitra asal Malaysia.

Wakil Ketua Umum INSA Nova Yudhanto Mugijanto mengatakan kasus yang menimpa PIS menjadi perhatian serius karena diduga bermula dari pelanggaran perjanjian bisnis oleh perusahaan mitra di Malaysia.

"PIS menjalin kesepakatan bisnis seperti biasa, mengikuti praktik lazim bisnis shipping mancanegara. Namun dalam perjalanannya, perusahaan asal Malaysia ini justru melakukan tindakan wanprestasi, melemparkan tuduhan tak berdasar, hingga terindikasi melakukan tindakan abuse terhadap perjanjian bisnis," ujar Nova di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Sebanyak 189 kapal yang dioperasikan oleh PIS untuk distribusi energi nasional telah memanfaatkan biodiesel ini sebagai bahan bakar sejak Januari 2025.
Sebanyak 189 kapal yang dioperasikan oleh PIS untuk distribusi energi nasional telah memanfaatkan biodiesel ini sebagai bahan bakar sejak Januari 2025.

Saat ini, kapal PIS Pioneer yang merupakan Very Large Crude Carrier (VLCC) milik PIS masih ditahan di wilayah perairan Muar sambil menunggu proses hukum yang sedang berlangsung.

Sementara itu, Corporate Secretary PIS Vega Pita membenarkan bahwa PIS tengah menjalani proses hukum akibat sengketa dengan mitra bisnis asal Malaysia. Meski demikian, perusahaan tetap mengedepankan penyelesaian secara baik melalui negosiasi dan komunikasi yang konstruktif.

"Kami dalam penyelesaian sengketa ini selalu berkoordinasi intens dengan kementerian dan lebaga yang terkait termasuk kementerian luar negeri, KBRI di Kuala Lumpur, juga termasuk seperti TNI AL, Bakamla," ujar Vega.

Selain itu, PIS juga berkoordinasi dengan International Transport Workers Federation (ITF) untuk memastikan perlindungan terhadap aset strategis perusahaan dan awak kapal.

"Jadi saat ini betul bahwa PIS Pioneer kapal kami masih ditahan di Muar Port di Malaysia. Sudah ditahan selama 2 bulan. Tapi kami berkomitmen untuk terus menghormati proses hukum yang berlaku dan mengupayakan penyelesaian sengketa yang sesuai dengan Good Corporate Governance," jelas Vega.

baca juga

Menanggapi kasus tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno menjelaskan bahwa penanganan sengketa kapal sangat bergantung pada karakter persoalan yang dihadapi, apakah merupakan sengketa komersial, persoalan antarnegara, atau penegakan hukum.

"Kalau persoalan hukum itu kan macam-macam ya, varian jenisnya kan macam-macam. Apakah itu komersial issue, itu swasta dengan swasta, apakah itu antarnegara, apakah itu law enforcement, misalnya TNI, AL, patroli di Suwak Malacca, Suwak Singapura, baru ada Kapal Ikan, kita bisa tanggap," katanya.

Menurut Havas, apabila sengketa merupakan persoalan komersial, maka penyelesaiannya harus mengacu pada isi kontrak yang telah disepakati para pihak, termasuk forum penyelesaian sengketa yang dipilih.

"Jadi tergantung dari dimensi permasalahannya. Kalau permasalahannya adalah komersial, kita mesti kembali pada basis awalnya, yaitu kontraknya bagaimana, kontraknya apa, spesifiknya apa. Kalau komersial maksudnya kontranya apa. Maksudnya kalau kita sepakat untuk melakukan penyelesaian sengketanya, bagaimana basenya apakah di Jakarta, di Singapura, di London, jadi itu harus clear dari awal," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emiten UVCR Perluas Distribusi Voucher Digital, Sasar Mobile Banking

Emiten UVCR Perluas Distribusi Voucher Digital, Sasar Mobile Banking

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:09 WIB

Perempuan Tak Lagi Perlu Buktikan Mampu, Kini Tantangannya Akses Modal hingga Teknologi

Perempuan Tak Lagi Perlu Buktikan Mampu, Kini Tantangannya Akses Modal hingga Teknologi

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 07:34 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Terkini

Sabun Muka Viva untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat Mana? Cek Varian Ini

Sabun Muka Viva untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat Mana? Cek Varian Ini

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:08 WIB

8 Parfum Hijab Friendly yang Tahan Lama, Wanginya Menempel di Kain Tanpa Noda

8 Parfum Hijab Friendly yang Tahan Lama, Wanginya Menempel di Kain Tanpa Noda

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Usai Putusan MK, Karier Politik Gibran Dinilai Terancam hingga 2029

Usai Putusan MK, Karier Politik Gibran Dinilai Terancam hingga 2029

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Mental Petarung Kevin Diks Ditempa Cedera Berkepanjangan hingga Alami Frustasi

Mental Petarung Kevin Diks Ditempa Cedera Berkepanjangan hingga Alami Frustasi

Bola | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Idealnya, Gibran Mengundurkan Diri Sebagai Wakil Presiden

Idealnya, Gibran Mengundurkan Diri Sebagai Wakil Presiden

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:03 WIB

Literasi Asuransi Gen Z Turun, Ada Bahaya Risiko Finansial

Literasi Asuransi Gen Z Turun, Ada Bahaya Risiko Finansial

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Jebakan Judul Clickbait: Ketika Netizen Merasa Cukup Membaca Parateks

Jebakan Judul Clickbait: Ketika Netizen Merasa Cukup Membaca Parateks

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Didakwa Cuci Uang Lebih dari Rp350 Miliar

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Didakwa Cuci Uang Lebih dari Rp350 Miliar

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Bantah Bahas Putusan MK Soal Ijazah Gibran, Ajudan Ungkap Pertemuan Jokowi dan Prabowo Cuma...

Bantah Bahas Putusan MK Soal Ijazah Gibran, Ajudan Ungkap Pertemuan Jokowi dan Prabowo Cuma...

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:55 WIB

5 HP Murah Tahan Air Mulai Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking dan Aktivitas Outdoor

5 HP Murah Tahan Air Mulai Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking dan Aktivitas Outdoor

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:53 WIB

×