Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Transaksi Olein Tembus Rp7,3 Triliun dan Timah Rp2,6 Triliun di Tengah Gejolak Global

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 08 Juli 2026 | 17:50 WIB
Transaksi Olein Tembus Rp7,3 Triliun dan Timah Rp2,6 Triliun di Tengah Gejolak Global
Ilustrasi. Gejolak pasar global sepanjang Juni 2026 justru menjadi katalis bagi aktivitas perdagangan komoditas di Jakarta Futures Exchange (JFX). Foto ist.
baca 10 detik
  • Olein mencetak transaksi lebih dari Rp7,3 triliun sepanjang Juni 2026.
  • Perdagangan Timah Ekspor melonjak hingga Rp2,6 triliun di tengah gejolak global.
  • JFX menilai volatilitas pasar justru meningkatkan kebutuhan lindung nilai melalui bursa.

Suara.com - Gejolak pasar global sepanjang Juni 2026 justru menjadi katalis bagi aktivitas perdagangan komoditas di Jakarta Futures Exchange (JFX). Di tengah ketidakpastian geopolitik, perubahan pasokan global, hingga fluktuasi harga energi dunia, transaksi komoditas strategis seperti Olein dan Timah Ekspor melonjak signifikan.

Sepanjang Juni 2026, nilai transaksi Olein di JFX menembus lebih dari Rp7,3 triliun, sementara perdagangan Timah Ekspor mencapai sekitar Rp2,6 triliun. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin aktifnya pelaku pasar memanfaatkan mekanisme bursa untuk mengelola risiko sekaligus mengambil peluang dari volatilitas harga komoditas global.

Direktur Utama Jakarta Futures Exchange (JFX), Yazid Kanca Surya, mengatakan dinamika pasar internasional tidak selalu menjadi ancaman bagi pelaku usaha. Sebaliknya, perubahan harga yang terjadi justru menciptakan peluang transaksi sekaligus memperkuat fungsi bursa sebagai instrumen lindung nilai.

"Perubahan harga yang terjadi di pasar global justru membuka ruang bagi pelaku usaha untuk mengelola risiko sekaligus memanfaatkan peluang transaksi melalui mekanisme perdagangan di bursa," ujar Yazid.

Salah satu produk yang mencatatkan lonjakan paling mencolok adalah Timah Ekspor. Volume transaksi yang sempat turun menjadi 300 ton pada periode 7–13 Juni, melonjak menjadi 795 ton pada pekan berikutnya, kemudian kembali meningkat menjadi 1.280 ton pada periode 21–27 Juni.

Peningkatan volume tersebut diikuti kenaikan nilai transaksi yang cukup tajam. Nilainya naik dari sekitar Rp297 miliar menjadi Rp736 miliar, sebelum akhirnya mencapai sekitar Rp1,2 triliun pada pekan terakhir Juni.

Menurut Yazid, kenaikan transaksi timah dipicu kombinasi faktor domestik dan global. Dari dalam negeri, peningkatan aktivitas perdagangan didorong oleh terbitnya izin Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) bagi sejumlah smelter dengan volume produksi yang besar.

Di sisi lain, koreksi harga timah dunia dimanfaatkan pembeli internasional untuk meningkatkan pembelian dari Indonesia.

"Dari sisi domestik, peningkatan transaksi didorong oleh keluarnya izin RKAB dari beberapa smelter dengan volume yang cukup besar. Sementara itu, koreksi harga timah dunia dimanfaatkan oleh para pembeli internasional untuk memperoleh pasokan timah dari Indonesia," kata Yazid.

baca juga

Ia menambahkan, secara fundamental pasar timah global masih dibayangi ketatnya pasokan akibat gangguan produksi di Myanmar. Pada saat bersamaan, permintaan dari industri teknologi terus meningkat, terutama dari sektor kecerdasan buatan (AI) dan industri semikonduktor yang membutuhkan timah sebagai bahan baku penting.

Selain itu, rencana pembentukan Danantara Sumber Daya Indonesia yang akan mengambil peran dalam tata kelola ekspor komoditas juga mulai menjadi sentimen baru yang diperhatikan pelaku pasar.

Tidak hanya timah, perdagangan Olein juga menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten sepanjang Juni. Volume transaksi meningkat selama tiga pekan berturut-turut, dari sekitar 6,2 ribu lot pada awal Juni menjadi 27 ribu lot pada pekan terakhir.

Kenaikan volume tersebut mendorong nilai transaksi meningkat dari sekitar Rp1,3 triliun menjadi Rp2,8 triliun pada pekan terakhir Juni. Secara akumulatif, transaksi Olein sepanjang bulan mencapai lebih dari Rp7,3 triliun.

Yazid menjelaskan bahwa pergerakan harga Olein dipengaruhi perkembangan pasar energi global. Meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran serta kembali normalnya jalur pelayaran melalui Selat Hormuz membuat harga minyak mentah dunia terkoreksi sekitar 10 persen.

Perubahan harga energi tersebut kemudian merambat ke pasar minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya, termasuk Olein, baik di pasar internasional maupun domestik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

S&P Dow Jones Ancam Turunkan Kasta Indonesia, Soroti Transparansi Bursa

S&P Dow Jones Ancam Turunkan Kasta Indonesia, Soroti Transparansi Bursa

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:38 WIB

Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?

Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:57 WIB

BEI Evaluasi Papan Pemantauan Khusus, 3 Kriteria Saham Akan Dihapus

BEI Evaluasi Papan Pemantauan Khusus, 3 Kriteria Saham Akan Dihapus

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:10 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×