- Olein mencetak transaksi lebih dari Rp7,3 triliun sepanjang Juni 2026.
- Perdagangan Timah Ekspor melonjak hingga Rp2,6 triliun di tengah gejolak global.
- JFX menilai volatilitas pasar justru meningkatkan kebutuhan lindung nilai melalui bursa.
"Nasabah melihat gejolak harga Olein sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan, baik untuk memperoleh manfaat dari pergerakan harga maupun sebagai bagian dari strategi lindung nilai terhadap risiko fluktuasi harga," ujarnya.
Menurut Yazid, aktivitas perdagangan selama Juni semakin menegaskan pentingnya peran bursa komoditas di tengah meningkatnya volatilitas pasar global.
"Ketika volatilitas meningkat, kebutuhan pelaku usaha terhadap instrumen pengelolaan risiko juga ikut meningkat. Bursa memberikan mekanisme perdagangan yang transparan sehingga pelaku pasar memiliki fleksibilitas untuk merespons perubahan harga sekaligus mengelola eksposur risiko dengan lebih baik," katanya.
Selain Timah Ekspor dan Olein, sejumlah produk lain di JFX juga mencatat dinamika perdagangan yang positif. Produk Penyaluran Amanat Luar Negeri (PALN) memang mengalami penyesuaian volume transaksi dibanding awal bulan, namun nilai transaksinya kembali meningkat 67,4 persen pada pekan terakhir Juni seiring kenaikan harga rata-rata transaksi sebesar 107,4 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
Sementara itu, transaksi Emas Digital tetap menunjukkan aktivitas yang dinamis. Produk Emas Digital Off Exchange sempat mencatat lonjakan transaksi pada pertengahan Juni sebelum kembali stabil, sedangkan Emas Digital On Exchange mengalami peningkatan pada pekan kedua dan kemudian bergerak lebih moderat hingga akhir bulan.
Perbedaan pola transaksi tersebut menunjukkan bahwa setiap instrumen memiliki karakteristik tersendiri dalam merespons perubahan sentimen pasar. Kondisi itu sekaligus memberikan lebih banyak alternatif bagi pelaku usaha maupun investor untuk memilih instrumen yang sesuai dengan kebutuhan investasi maupun strategi mitigasi risiko di tengah ketidakpastian ekonomi global.