- Konflik Amerika Serikat dan Iran yang memanas memicu potensi kenaikan harga emas dunia pada pekan depan.
- Pengamat Ibrahim Asyuaibi memproyeksikan harga emas Antam bergerak pada rentang Rp2.430.000 hingga Rp2.720.000 per gram.
- Harga emas dunia diprediksi akan diperdagangkan di kisaran 3.856 hingga 4.149 dolar AS per troy ounce.
Suara.com - Harga emas dunia masih akan berpotensi naik pada pekan depan. Hal ini seiring tekanan terhadap harga emas dunia berkurang, setelah konflik Amerika Serikat (AS)-Iran kembali memanas
Pengamat komoditas dan emas, Ibrahim Asyuaibi, memproyeksikan harga antam berada di rentang Rp2.430.000 hingga Rp 2.720.000 per gram.
"Kalau seandainya harganya emas naik, logam mulia, ya resisten pertama itu di Rp2.634.000, kemudian kalau seandainya naik, resisten kedua di Rp2.720.000.," katanya dalam risetnya dikutip Minggi (19/7/2026).
Ibrahim mengatakan, harga emas Antam sebelumnya ditutup di level Rp 2.614.000 per gram.
![Warga menunjukkan emas Antam yang dibelinya di Butik Emas Logam Mulia Antam Komplek DP Mall, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (22/4/2025). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa/aa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/05/06/50599-harga-emas-antam.jpg)
Menurutnya, apabila harga mengalami pelemahan, level terendah atau support pertama berada di Rp2.590.000 per gram, sedangkan support berikutnya berada di Rp 2.430.000 per gram.
Sementara itu, dia memproyeksikan harga emas dunia akan bergerak pada kisaran 3.856 dolar AS hingga 4.149 dolar AS per troy ounce dalam sepekan mendatang.
"Nah kalau untuk emas dunia sendiri, kemungkinan besar dalam sepekan kedepan ditransaksikan di 3.856 dolar AS per troy ounce sampai di 4.149 dolar AS per tray ounce," jelasnya.