Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.555.000
Beli Rp2.430.000
IHSG 6.175,535
LQ45 621,910
Srikehati 307,227
JII 366,948
USD/IDR 17.939

Isu Copot Dody Hanggodo Mencuat, Pengamat Nilai Prabowo Berhak Ganti Menteri Demi Stabilitas

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 20 Juli 2026 | 17:00 WIB
Isu Copot Dody Hanggodo Mencuat, Pengamat Nilai Prabowo Berhak Ganti Menteri Demi Stabilitas
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo saat memberi keterangan pada wartawan, Selasa (17/12/2024). [Suarajogja.id/Hiskia]
baca 10 detik
  • Isu pencopotan Dody Hanggodo dinilai terkait stabilitas pemerintahan.
  • Pengamat: Presiden berhak reshuffle menteri demi harmonisasi kabinet.
  • Pemerintah diminta terbuka jika memutuskan mengganti Menteri PU.

Suara.com - Isu pencopotan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo kembali mengemuka di tengah sorotan terhadap dinamika internal Kementerian PU. Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki kewenangan penuh untuk mengganti menteri apabila dinilai tidak lagi mampu menjaga stabilitas pemerintahan maupun keharmonisan kabinet.

Menurut Trubus, hak prerogatif Presiden menjadi dasar utama dalam mengevaluasi kinerja para pembantunya di kabinet. Pergantian menteri, kata dia, tidak hanya didasarkan pada aspek administratif, tetapi juga pertimbangan politik demi memastikan roda pemerintahan tetap berjalan efektif.

"Kalau menurut saya, kalau memang mau diganti, itu ya hak prerogatif presiden. Kalau memang dipandang tidak memberikan pengaruh atau tidak berprestasi, ya diganti saja. Ini dalam pengertian politik dan menjadi kewenangan Presiden," kata Trubus kepada Suara.com, Senin (20/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas isu yang menyebut posisi Dody Hanggodo terancam menyusul dugaan ketidakharmonisan antara pimpinan kementerian dengan jajaran di bawahnya. Isu tersebut dinilai berpotensi memengaruhi efektivitas kerja pemerintah apabila tidak segera diselesaikan.

Trubus menegaskan, menjaga stabilitas pemerintahan merupakan salah satu alasan yang sah bagi Presiden untuk melakukan reshuffle kabinet. Menurutnya, konflik internal yang berkepanjangan berisiko membuka ruang bagi pihak-pihak tertentu untuk memanfaatkan situasi politik.

"Presiden sangat bisa mencopot menteri karena alasan stabilitas. Keharmonisan kabinet itu penting supaya tidak ditunggangi pihak lain. Musuh-musuh Pak Prabowo juga banyak, sehingga kalau memang dinilai mengganggu stabilitas, ya sebaiknya segera diganti," ujarnya.

Meski demikian, Trubus mengingatkan agar setiap keputusan reshuffle dilakukan secara transparan. Ia menilai publik berhak mengetahui alasan di balik pergantian seorang menteri agar tidak memunculkan spekulasi yang semakin luas.

Menurutnya, penjelasan resmi sebaiknya disampaikan oleh pemerintah, misalnya melalui Sekretaris Kabinet, sehingga masyarakat memperoleh kepastian mengenai dasar pertimbangan Presiden dalam mengevaluasi pembantunya.

Pernyataan Trubus tersebut semakin mempertegas bahwa isu pergantian Menteri PU bukan lagi sekadar rumor politik, melainkan telah memunculkan desakan agar Presiden segera mengambil keputusan apabila memang dinilai berdampak terhadap stabilitas pemerintahan.

baca juga

Seorang Sumber kepada Suara.com, Senin (20/7/2026) mengatakan, gejolak di internal Kementerian PU menjadi dasar penggantian Dody sebagai menteri.

"Presiden Prabowo tidak menyukai menteri yang memicu kegaduhan ataupun polemik di tengah masyarakat," kata dia.

Ia mengatakan, keharmonisan antara menteri dengan para bawahan juga menjadi penilaian seseorang layak dipertahankan ataupun melanjutkan pekerjaannya sebagai pembantu presiden.

"Sejumlah informasi soal menteri PU sudah disampaikan kepada presiden. Kemungkinan, Agustus terdapat reshuffle," kata dia.

Sementara satu Sumber lainnya juga mengakui terdapat wacana perombakan kabinet pada Agustus. Dody dikatakan menjadi salah satu menteri yang berpotensi diganti.

"Penggantinya belum pasti. Biasanya berasal dari partai yang sama," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gerindra Semprot Hotman usai Bawa-bawa Nama Prabowo di Kasus Febrie

Gerindra Semprot Hotman usai Bawa-bawa Nama Prabowo di Kasus Febrie

News | Senin, 20 Juli 2026 | 15:51 WIB

Istana Respons Isu Menteri PU Bakal Kena Copot Agustus

Istana Respons Isu Menteri PU Bakal Kena Copot Agustus

News | Senin, 20 Juli 2026 | 15:21 WIB

Komunikasi Arogan Menteri PU Dody Hanggodo Disebut Bisa Percepat Pencopotan Oleh Prabowo

Komunikasi Arogan Menteri PU Dody Hanggodo Disebut Bisa Percepat Pencopotan Oleh Prabowo

News | Senin, 20 Juli 2026 | 15:00 WIB

Terkini

Isu Copot Dody Hanggodo Mencuat, Pengamat Nilai Prabowo Berhak Ganti Menteri Demi Stabilitas

Isu Copot Dody Hanggodo Mencuat, Pengamat Nilai Prabowo Berhak Ganti Menteri Demi Stabilitas

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 17:00 WIB

Iran Minta IAEA Akui Kejahatan Amerika Hancurkan Fasilitas Nuklir Darkhovin

Iran Minta IAEA Akui Kejahatan Amerika Hancurkan Fasilitas Nuklir Darkhovin

News | Senin, 20 Juli 2026 | 16:58 WIB

Komnas HAM Soroti Potensi Diskriminasi di Layanan BPJS Kesehatan, Hambatan NIK Jadi Masalah

Komnas HAM Soroti Potensi Diskriminasi di Layanan BPJS Kesehatan, Hambatan NIK Jadi Masalah

News | Senin, 20 Juli 2026 | 16:53 WIB

DPR Restui Indonesia Terima Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia

DPR Restui Indonesia Terima Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia

News | Senin, 20 Juli 2026 | 16:48 WIB

Rp500 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah di Sulawesi Tenggara

Rp500 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah di Sulawesi Tenggara

Sulsel | Senin, 20 Juli 2026 | 16:42 WIB

6 Sunscreen untuk Kulit Berminyak yang Ringan dan Matte Finish, Tak Menyumbat Pori-Pori

6 Sunscreen untuk Kulit Berminyak yang Ringan dan Matte Finish, Tak Menyumbat Pori-Pori

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 16:36 WIB

Polri Ungkap Korupsi Dana Pinjaman Batu Bara PLN, Kerugian Negara Capai Rp 38,9 Miliar

Polri Ungkap Korupsi Dana Pinjaman Batu Bara PLN, Kerugian Negara Capai Rp 38,9 Miliar

News | Senin, 20 Juli 2026 | 16:36 WIB

Prabowo Heran MBG Dituding Boros: Ribuan Triliun Kekayaan Indonesia Hilang Tak Ada yang Protes

Prabowo Heran MBG Dituding Boros: Ribuan Triliun Kekayaan Indonesia Hilang Tak Ada yang Protes

News | Senin, 20 Juli 2026 | 16:27 WIB

Kasus Febrie Adriansyah Dinilai Mengarah ke Skenario 'Peti Es', Mirip Perkara Firli Bahuri

Kasus Febrie Adriansyah Dinilai Mengarah ke Skenario 'Peti Es', Mirip Perkara Firli Bahuri

News | Senin, 20 Juli 2026 | 16:25 WIB

Ojol Kurir Makanan Menang Penghargaan Tinggi Sastra di China

Ojol Kurir Makanan Menang Penghargaan Tinggi Sastra di China

News | Senin, 20 Juli 2026 | 16:22 WIB

×