Profil 3 Perusahaan dalam Dugaan Korupsi Batu Bara, BUMN Ikut Terlibat

M Nurhadi

Selasa, 21 Juli 2026 | 10:56 WIB
Profil 3 Perusahaan dalam Dugaan Korupsi Batu Bara, BUMN Ikut Terlibat
Sebagai Ilustrasi [Antara]
baca 10 detik
  • Kortas Tipikor Polri mengusut korupsi pemodalan proyek batu bara tahun 2019–2020 yang merugikan negara sebesar Rp38,9 miliar.
  • Penyidik menetapkan tiga tersangka dari PT PPA dan PT BAS yang terlibat dalam manipulasi pembiayaan fiktif proyek.
  • Polri telah menyita aset tanah dan bangunan milik tersangka senilai Rp14,4 miliar guna memulihkan kerugian keuangan negara tersebut.

Suara.com - Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri tengah mengusut tuntas kasus dugaan korupsi pemodalan proyek batu bara pada periode 2019–2020 yang merugikan keuangan negara hingga Rp38,9 miliar.

Penyidikan yang telah berlangsung sejak 2024 ini menyoroti transaksi keuangan antara tiga perusahaan yang memegang peran berbeda, mulai dari pemberi pinjaman, penerima dana, hingga pemilik proyek utama.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa sebagian dana hasil kejahatan tersebut dialihkan untuk kepentingan pribadi oleh entitas penerima pinjaman.

"Dari hasil penyidikan bahwa ada sebagian uang yang diterima oleh PT BAS ini kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi, sehingga yang penyidik lakukan adalah melakukan penyitaan terhadap aset yang diduga dibeli dengan uang yang tadi didapatkan dari hasil korupsi," kata Kasubdit 4 Ditindak Kortas Tipidkor Kombes Danny Yulianto dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026).

Profil Tiga Perusahaan dalam Skandal Pembiayaan Batu Bara

Berikut adalah gambaran rekam jejak dan peran dari masing-masing perusahaan yang terseret dalam kasus korupsi pembiayaan fiktif ini:

1. PT Perusahaan Pengelola Aset (PT PPA) – Selaku Pemberi Pinjaman PT PPA merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berdiri sejak 2004 dan beroperasi di bawah naungan PT Danareksa (Persero). Perusahaan ini memegang peran strategis nasional dalam restrukturisasi, revitalisasi BUMN Titip Kelola, pengelolaan aset Non-Performing Loan (NPL) perbankan, serta penyedia dana situasi khusus. PPA saat ini sedang bertransformasi menjadi National Asset Management Company (NAMCO). Dalam kasus ini, PT PPA bertindak sebagai pihak yang mengucurkan fasilitas pembiayaan tagihan (invoice financing).

2. PT Bintang Abadi Sempurna (PT BAS) – Selaku Penerima Pinjaman PT BAS adalah entitas swasta yang bergerak di bidang perdagangan dan pengadaan batu bara, termasuk menjadi pemasok atau rekanan untuk proyek pengadaan bahan bakar listrik. Perusahaan ini menjadi sorotan utama setelah terbukti menerima pembiayaan fiktif senilai Rp38,8 miliar dari PT PPA. Penyidik menemukan adanya praktik pemufakatan jahat serta manipulasi laporan keuangan demi mencairkan dana pinjaman tersebut yang sebagian justru digunakan untuk kepentingan pribadi.

3. PT PLN Batubara (PLNBB) / PT PLN Batubara Niaga – Selaku Pemilik Proyek Didirikan pada Agustus 2008 dan bertransformasi menjadi PT PLN Batubara Niaga pada Agustus 2019, perusahaan ini merupakan anak usaha dari PT PLN Energi Primer Indonesia. PLNBB dibentuk guna menjamin pasokan batu bara ke pembangkit listrik PLN, Independent Power Producers (IPP), dan sektor industri, sekaligus meminimalisir risiko fluktuasi harga komoditas. Dalam perkara ini, proyek milik PLNBB dijadikan latar belakang skema pembiayaan oleh PT BAS dan PT PPA.

baca juga

Dalam proses penyidikan, polisi telah menetapkan tiga orang tersangka, yakni Investment Manager PT PPA berinisial IT, Kepala Divisi Operasional PT BAS berinisial FSN, serta Direktur PT BAS berinisial SH yang saat ini tengah menjalani hukuman di Lapas Salemba atas perkara hukum lainnya.

Penyidik mengonfirmasi bahwa pelanggaran hukum terjadi sejak tahap awal permohonan pinjaman.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan kerugian negara (asset recovery), tim penyidik Polri berhasil menyita berbagai aset bernilai fantastis.

Kabagops Kortas Tipikor Polri Kombes Ahmad Yusuf menjelaskan, penyidik juga telah menyita sejumlah aset milik tersangka kasus ini di sejumlah tempat. Total aset yang disita mencapai Rp 14,4 miliar.

"Dalam rangka optimalisasi asset recovery, penyidik juga telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah aset berupa tanah dan bangunan milik para tersangka yang tersebar di Medan, Bogor, Bekasi, Samarinda, dan Sidoarjo dengan estimasi nilai sekitar Rp 14,4 miliar," katanya.

DISCLAIMER: Artikel ini disajikan murni sebagai laporan pemberitaan jurnalistik terkait penegakan hukum tindak pidana korupsi dan profil entitas korporasi. Seluruh informasi mengenai konstruksi perkara, status hukum para pihak, serta nilai penyitaan aset merujuk pada rilis resmi Kortas Tipikor Polri. Asas praduga tak bersalah tetap berlaku bagi seluruh pihak hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengamat: Tuntut Hukuman Berat Terhadap Eks Jampidsus demi Keadilan

Pengamat: Tuntut Hukuman Berat Terhadap Eks Jampidsus demi Keadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:00 WIB

Bupati Lombok Barat Diciduk KPK, Mendagri Tito: Saya Prihatin, Padahal Sudah Dibina

Bupati Lombok Barat Diciduk KPK, Mendagri Tito: Saya Prihatin, Padahal Sudah Dibina

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 08:20 WIB

Kena OTT KPK, Bupati Lombok Barat Punya 24 Aset Properti Tersebar di Berbagai Daerah

Kena OTT KPK, Bupati Lombok Barat Punya 24 Aset Properti Tersebar di Berbagai Daerah

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 08:07 WIB

Gendong Ransel Hitam dan Bertopi Biru, Bupati Lombok Barat Resmi Masuk Gedung Merah Putih KPK

Gendong Ransel Hitam dan Bertopi Biru, Bupati Lombok Barat Resmi Masuk Gedung Merah Putih KPK

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 06:39 WIB

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Foto | Senin, 20 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengejar Pajak Motor Sampai Pertamina, Giliran Koruptor Hanya Kias Semata

Mengejar Pajak Motor Sampai Pertamina, Giliran Koruptor Hanya Kias Semata

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 07:50 WIB

Terkini

Viral Diduga Istri Gubernur Kalteng Pamer Saldo Rp460 Juta, Isi Rekening Suami Tembus Rp164 M

Viral Diduga Istri Gubernur Kalteng Pamer Saldo Rp460 Juta, Isi Rekening Suami Tembus Rp164 M

Entertainment | Sabtu, 05 September 2026 | 15:35 WIB

Kejari Karawang Sita Rp42,54 Miliar dalam Kasus Dugaan Korupsi KPR

Kejari Karawang Sita Rp42,54 Miliar dalam Kasus Dugaan Korupsi KPR

Jabar | Sabtu, 05 September 2026 | 15:31 WIB

Ulasan Film Munafik: Melawan Iblis, Remake Horor Religi Paling Mencekam!

Ulasan Film Munafik: Melawan Iblis, Remake Horor Religi Paling Mencekam!

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 15:30 WIB

Duar! Ledakan Tabung Gas Elpiji di Dapur SPPG Tasikmalaya, Tiga Relawan Terluka

Duar! Ledakan Tabung Gas Elpiji di Dapur SPPG Tasikmalaya, Tiga Relawan Terluka

Jabar | Sabtu, 05 September 2026 | 15:25 WIB

KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla

KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla

News | Sabtu, 05 September 2026 | 15:20 WIB

Waspada di Ruang Publik! Pria Bawa Celurit Ditangkap Saat Beraksi di Kawasan Sudirman

Waspada di Ruang Publik! Pria Bawa Celurit Ditangkap Saat Beraksi di Kawasan Sudirman

News | Sabtu, 05 September 2026 | 15:17 WIB

Polisi Periksa 17 Saksi Kasus Pengeroyokan Dua Anggota Polsek Ngawen Blora

Polisi Periksa 17 Saksi Kasus Pengeroyokan Dua Anggota Polsek Ngawen Blora

Jawa Tengah | Sabtu, 05 September 2026 | 15:17 WIB

Kenapa Cushion Flashback saat Difoto Pakai Flash? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Cushion Flashback saat Difoto Pakai Flash? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 15:15 WIB

Gaji Pertama Anak Muda: Awal Kemandirian atau Jebakan Finansial?

Gaji Pertama Anak Muda: Awal Kemandirian atau Jebakan Finansial?

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 15:00 WIB

Statistik Gacor Mitchell Baker Jelang FIFA ASEAN Cup 2026 Pelatih Buka Suara

Statistik Gacor Mitchell Baker Jelang FIFA ASEAN Cup 2026 Pelatih Buka Suara

Bola | Sabtu, 05 September 2026 | 15:00 WIB

×