Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.231,780
LQ45 627,750
Srikehati 307,753
JII 374,159
USD/IDR 17.971

JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Target Harga Saham Tinggi

M Nurhadi

Selasa, 21 Juli 2026 | 15:28 WIB
JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Target Harga Saham Tinggi
JPMorgan beri tinjauan kinerja saham BBRI [Suara.com]
baca 10 detik
  • JPMorgan menaikkan peringkat saham BBRI menjadi Overweight dengan target harga Rp3.400 pada 19 Juli 2026 mendatang.
  • Kenaikan peringkat didorong perbaikan kualitas aset segmen mikro serta dampak positif program ekonomi pemerintah bagi nasabah.
  • Valuasi saham yang terdiskon dan proyeksi imbal hasil dividen tinggi menjadikan BBRI menarik bagi posisi investasi taktis.

Suara.com - Raksasa investasi dan keuangan global, JPMorgan memberikan sinyal positif pada emiten PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Melalui laporan riset ekuitas bertajuk "Micro trumps macro; tactical upgrade to OW" yang terbit pada 19 Juli 2026, JPMorgan menaikkan peringkat saham BBRI dari Underweight menjadi Overweight, lompatan dua tingkat sekaligus, dengan target harga baru Rp3.400 per saham hingga Juni 2027, naik dari sebelumnya Rp2.730.

Keputusan ini menarik karena mencerminkan pembalikan pandangan. Sepanjang paruh pertama 2026, analis JPMorgan yang dipimpin Harsh Wardhan Modi masih memasang rating Underweight atas saham bank pelat merah terbesar di Indonesia itu.

Kini, di tengah tekanan makroekonomi yang belum sepenuhnya reda, mereka melihat kekuatan fundamental bisnis mikro BRI cukup solid untuk menjadi katalis kenaikan harga saham. Tesisnya tersirat jelas dalam judul laporan: mikro mengalahkan makro.

Optimisme JPMorgan didukung membaiknya kualitas aset (asset quality) di segmen mikro. Menurut laporan tersebut, BBRI memperketat proses underwriting dan memperbaiki penagihan (collection), sehingga menekan biaya kredit (credit cost) mendekati panduan manajemen tahun ini.

Salah satu langkah struktural yang disorot adalah pengurangan beban kerja petugas kredit mikro. BRI telah menurunkan rasio jumlah debitur mikro per petugas menjadi 456 debitur, dari sebelumnya 528 debitur pada 2022, dan berencana menekannya lebih jauh mendekati 400 debitur per petugas.

Langkah ini memungkinkan pemantauan dan penagihan yang lebih intensif. Tanggung jawab petugas kredit pun dipersempit agar fokus mengelola kredit lancar dan bermasalah, sementara penjualan aset yang telah dihapusbukukan (written-off) dialihkan ke pihak ketiga.

Hal ini berbuah positif, JPMorgan mencatat perbaikan pada indikator net downgrade to NPL di segmen mikro. Untuk segmen SME, kebijakan membatasi fasilitas pinjaman maksimal 75% dari kelebihan arus kas—di samping syarat agunan—turut mendorong kinerja kredit yang lebih baik. Meski ada kelemahan pada kredit konsumer (terutama KPR), JPMorgan menilai skalanya tidak cukup besar untuk menggagalkan perbaikan kualitas aset di tingkat bank secara keseluruhan.

Efek "Trickle-Down" Program Pemerintah

Menariknya, JPMorgan secara eksplisit mengaitkan perbaikan arus kas nasabah akar rumput dengan program-program pemerintah. Efek rembesan (trickle-down) dari program makan bergizi gratis serta pembentukan koperasi disebut turut membantu arus kas di level bawah piramida ekonomi, yakni basis nasabah inti BRI.

baca juga

Selain itu, pencairan berbasis kebijakan (policy-led disbursements) serta subsidi energi dan subsidi terkait lainnya dinilai membatasi tekanan arus kas bagi segmen mikro dan pedesaan untuk saat ini.

Kombinasi faktor inilah yang membuat JPMorgan menyimpulkan adanya "kemungkinan reli jangka pendek" pada harga saham BRI, dengan peluang bagi investor untuk mengambil posisi taktis dalam satu bulan ke depan.

Valuasi Menarik BBRI, Harga Saham Diskon Besar

Dari sisi valuasi, JPMorgan melihat saham BBRI berada di level yang atraktif. Pada harga Rp2.970 per saham (per 17 Juli 2026), BBRI diperdagangkan pada rasio 7,3 kali Price-to-Earnings (PE) dan 1,31 kali Price-to-Book (PB) untuk proyeksi 2026—setara 2,2 hingga 2,6 standar deviasi di bawah rata-rata 5 dan 10 tahun.

Dibandingkan dengan bank-bank BUMN besar lainnya, BBRI bahkan tampak lebih murah. Laporan tersebut menunjukkan valuasi BBRI lebih rendah dibanding Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) pada metrik PE/PB 5 dan 10 tahun.

Bagi JPMorgan, level valuasi yang sedemikian dalam mengindikasikan bahwa berbagai revisi negatif sudah "diperhitungkan dalam harga" (priced in), sepanjang revisi tersebut didorong oleh pelemahan laba operasional sebelum provisi (PPoP), bukan oleh persoalan yang lebih fundamental.

Target harga Rp3.400 tersebut diturunkan dari metode Dividend Discount Model (DDM) dengan asumsi P/BV wajar 1,24 kali, tingkat pengembalian ekuitas (RoE) ternormalisasi sebesar 17,4%, risk-free rate 7,0%, biaya modal 15,4%, dan tingkat pertumbuhan terminal 7%. Dari harga penutupan Rp2.970, target ini memberikan ruang kenaikan (upside) sekitar 14%, belum termasuk imbal hasil dividen.

Dividen yang Menggiurkan

Berbicara dividen, laporan ini menyorot satu keunggulan BBRI yang kerap menjadi magnet bagi investor: imbal hasil dividen (dividend yield) yang tinggi.

JPMorgan mencatat BBRI memiliki modal yang melebihi kebutuhan pertumbuhannya, sehingga membuka ruang bagi rasio pembayaran dividen (payout ratio) yang tinggi, diperkirakan bertahan di kisaran 92,6%.

Konsekuensinya, imbal hasil dividen BBRI diproyeksikan sangat atraktif: sekitar 11,3% pada 2026, meningkat menjadi 12,0% pada 2027, dan 13,2% pada 2028. Angka ini tergolong istimewa di industri perbankan, menjadikan BBRI salah satu saham dengan karakter dividen play yang kuat di bursa domestik.

JPMorgan mencatat karakteristik ini memang membatasi pertumbuhan nilai buku (book value), tetapi sebagai gantinya memberikan aliran dividen yang deras bagi pemegang saham.

Fondasi Kinerja yang Kokoh

Di balik rekomendasi tersebut, data proyeksi JPMorgan menggambarkan profil keuangan BRI yang tetap kuat. Laba bersih (adjusted) diperkirakan mencapai Rp54,7 triliun pada 2026, kemudian pulih menembus Rp58,3 triliun pada 2027 dan Rp64,0 triliun pada 2028. Portofolio kredit diproyeksikan tumbuh konsisten, dari Rp1.551 triliun pada 2026 menjadi Rp1.838 triliun pada 2028.

Rasio profitabilitas juga tetap kokoh. RoE diperkirakan bergerak dari 16,8% pada 2026, naik ke 17,7% pada 2027, dan mencapai 18,9% pada 2028, menunjukkan level yang tetap tinggi untuk ukuran bank besar. Sementara itu, rasio kecukupan modal (CAR) BRI yang sangat tebal di angka 22,7% pada 2026 memberikan bantalan yang kuat, sekaligus menjelaskan mengapa bank leluasa membagikan dividen dalam porsi besar. Rasio NPL pun diproyeksikan stabil terkendali di kisaran 3,1%.

Optimisme ini juga tecermin dari revisi ke atas. JPMorgan menaikkan proyeksi labanya untuk periode 2026–2028 sebesar 3% hingga 6%, terutama didorong perbaikan asumsi biaya kredit di kisaran 310 basis poin.

Sebagai catatan yang menjaga keseimbangan, laporan JPMorgan tetap memuat sejumlah faktor kehati-hatian yang layak dipahami investor. Analis memperkirakan adanya kompresi margin bunga bersih (NIM) sekitar 26 basis poin secara tahunan pada 2026, seiring meningkatnya biaya dana (cost of fund) di tengah likuiditas sistem yang mengetat. NIM diproyeksikan bergerak dari 7,8% pada 2025 menjadi 7,5% pada 2026. Selain itu, proyeksi laba JPMorgan masih berada 8–9% di bawah konsensus pasar (Street), dan pandangan jangka panjang mereka (di atas satu tahun) atas sektor ini masih tergolong hati-hati.

Namun demikian, JPMorgan menilai berbagai risiko tersebut sebagian besar telah tercermin dalam harga saham yang sudah terdiskon dalam. Dengan fondasi mikro yang menguat, kualitas aset yang membaik, dukungan program pemerintah bagi ekonomi akar rumput, valuasi yang murah secara historis, serta imbal hasil dividen dua digit, kombinasi ini membuat BRI kembali menarik di mata salah satu bank investasi paling berpengaruh di dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beli Satu Dapat Dua! Makan Sushi Gratis di Semarang Khusus Promo dari BRI

Beli Satu Dapat Dua! Makan Sushi Gratis di Semarang Khusus Promo dari BRI

Bri | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:14 WIB

Syarat Dapatkan Kartu Debit BRI FC Barcelona dan Hadiah Investasi di Event Bhayangkari 2026

Syarat Dapatkan Kartu Debit BRI FC Barcelona dan Hadiah Investasi di Event Bhayangkari 2026

Bri | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:07 WIB

Promo BRImo di Bazar Kreasi Bhayangkari 2026, Ada Cashback Wastra Hingga Rp150 Ribu

Promo BRImo di Bazar Kreasi Bhayangkari 2026, Ada Cashback Wastra Hingga Rp150 Ribu

Bri | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:00 WIB

Bunga KPR Cuma 1,75%! Saatnya Wujudkan Rumah Impian di BRI KPR EXPO 2026

Bunga KPR Cuma 1,75%! Saatnya Wujudkan Rumah Impian di BRI KPR EXPO 2026

Bri | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:03 WIB

Makan Mewah di Teras Plataran, Hemat 30 Persen untuk Nasabah BRI

Makan Mewah di Teras Plataran, Hemat 30 Persen untuk Nasabah BRI

Bri | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:50 WIB

PERBANAS dan BRI Perkuat Sinergi Lawan Judi Online Lewat Literasi Keuangan

PERBANAS dan BRI Perkuat Sinergi Lawan Judi Online Lewat Literasi Keuangan

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:44 WIB

Terkini

Kursi Kosong yang Memicu Amuk Dewan: Saat Sekda Sumenep Dihantam Mosi Tak Percaya

Kursi Kosong yang Memicu Amuk Dewan: Saat Sekda Sumenep Dihantam Mosi Tak Percaya

Jatim | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:33 WIB

Kursi Gibran 'Didepak' dari sisi Prabowo, Pengamat: Bobot Kekuasaannya Direduksi

Kursi Gibran 'Didepak' dari sisi Prabowo, Pengamat: Bobot Kekuasaannya Direduksi

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:32 WIB

4 Rekomendasi HP dengan RAM Besar dan Harga Terjangkau: Performa Lancar Cuma Rp1 Jutaan

4 Rekomendasi HP dengan RAM Besar dan Harga Terjangkau: Performa Lancar Cuma Rp1 Jutaan

Tekno | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:31 WIB

Ulasan Kronik Burung Pegas: Kisah Kehilangan, Trauma, dan Dunia Surealis

Ulasan Kronik Burung Pegas: Kisah Kehilangan, Trauma, dan Dunia Surealis

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:30 WIB

JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Target Harga Saham Tinggi

JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Target Harga Saham Tinggi

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:28 WIB

Soal Kuntadi Jadi Jampidsus, Dasco: Itu Kewenangan Presiden

Soal Kuntadi Jadi Jampidsus, Dasco: Itu Kewenangan Presiden

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:27 WIB

KPK Dalami Amplop Dolar Raja Juli, Berpotensi Jadi Kasus Baru

KPK Dalami Amplop Dolar Raja Juli, Berpotensi Jadi Kasus Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:26 WIB

Krisis Peserta Didik, SDN 127 Pekanbaru Cuma Terima 4 Murid Baru

Krisis Peserta Didik, SDN 127 Pekanbaru Cuma Terima 4 Murid Baru

Riau | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:25 WIB

Ulasan A Sea of Lemon Trees: Ketika Anak 12 Tahun Melawan Ketidakadilan

Ulasan A Sea of Lemon Trees: Ketika Anak 12 Tahun Melawan Ketidakadilan

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:25 WIB

Sabun Cuci Muka Acnes untuk Umur Berapa? Ini Panduan dan Cara Memilih Sesuai Kebutuhan

Sabun Cuci Muka Acnes untuk Umur Berapa? Ini Panduan dan Cara Memilih Sesuai Kebutuhan

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:23 WIB

×